Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah PT Sang Hyang Seri di Sukamandi Subang: Dari Perkebunan hingga Pusat Perbenihan Nasional

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|20:00 WIB
Bagikan:
Sejarah PT Sang Hyang Seri di Sukamandi Subang: Dari Perkebunan hingga Pusat Perbenihan Nasional
PT Sang Hyang Seri (SHS) merupakan salah satu perusahaan yang memiliki perjalanan panjang dalam perkembangan sektor pertanian Indonesia.

PASUNDANEKSPRES.ID - PT Sang Hyang Seri (SHS) merupakan salah satu perusahaan yang memiliki perjalanan panjang dalam perkembangan sektor pertanian Indonesia. Berpusat di kawasan Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, perusahaan ini memiliki sejarah yang erat dengan perkembangan perkebunan, produksi pangan, hingga industri perbenihan nasional.

Sejarah PT Sang Hyang Seri di Sukamandi bermula dari kawasan perkebunan yang telah ada sejak masa kolonial. Seiring perubahan pengelolaan dan kebijakan pertanian setelah Indonesia merdeka, kawasan tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu pusat produksi benih padi yang penting bagi Indonesia.

Awal Sejarah Sang Hyang Seri di Sukamandi

Dilansir dari laman resmi PT Sang Hyang Seri, kawasan Sukamandi merupakan bagian dari bekas perkebunan milik perusahaan Pamanoekan en Tjiasemlanden Lands atau P & T Lands. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1912 sebagai perusahaan patungan yang melibatkan kepentingan Inggris dan Belanda.

Pada masa tersebut, salah satu tanaman utama yang dibudidayakan di kawasan perkebunan Sukamandi adalah sisal atau rami (Agave sisalana).

Serat dari tanaman tersebut digunakan sebagai bahan baku berbagai produk, seperti karpet, tali, karung, hingga bahan penguat ban. Setelah melalui proses pengolahan, serat sisal kemudian diekspor ke berbagai negara.

Sejarah panjang kawasan ini menunjukkan bahwa Sukamandi telah memiliki peran penting dalam kegiatan pertanian dan perkebunan jauh sebelum berdirinya PT Sang Hyang Seri.

Nasionalisasi Perkebunan pada Tahun 1957

Perubahan besar terjadi pada tahun 1957. Perusahaan perkebunan tersebut dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia dan kemudian dikelola oleh Yayasan Pembangunan Djawa Barat (YDPB) hingga tahun 1964.

Selanjutnya, pada periode 1964–1966, pengelolaan kawasan perkebunan Sukamandi dialihkan kepada Perusahaan Tapioka dan Rosela Sukamandi Djaya. Namun, pengusahaan tanaman tapioka dan rosela tersebut dinilai kurang optimal dan akhirnya dihentikan.

Sukamandi Beralih Menjadi Kawasan Persawahan

Tahun 1966 menjadi salah satu titik penting dalam sejarah PT Sang Hyang Seri di Sukamandi. Setelah kegiatan usaha tapioka dan rosela dihentikan, areal perkebunan diserahkan kepada Departemen Pertanian untuk mendukung pelaksanaan Program Bimbingan Massal (Bimas).

Fungsi lahan kemudian berubah dari perkebunan menjadi kawasan persawahan. Areal tersebut digunakan dalam Projek Produksi Pangan Sukamandi Djaya atau Proyek Dewi Sri Djaya, yang merupakan bagian dari program intensifikasi pertanian pangan pada masa itu.

Proyek tersebut berlangsung hingga tahun 1968. Setelah itu, kawasan Sukamandi memasuki babak baru dengan terbentuknya Lembaga Sang Hyang Seri Sukamandi pada periode 1968–1971 yang secara khusus berfokus pada produksi benih padi unggul.

Berdirinya Perum Sang Hyang Seri pada 1971

Perkembangan penting berikutnya terjadi pada 5 Mei 1971. Lembaga Sang Hyang Seri kemudian berubah status menjadi Perusahaan Umum (Perum) Sang Hyang Seri berdasarkan PP No. 22 Tahun 1971.

Pada tahap ini, kegiatan utama Sang Hyang Seri adalah produksi benih padi bersertifikat. Kehadiran perusahaan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian dan mewujudkan swasembada beras nasional.

Tanggal 5 Mei 1971 kemudian menjadi tanggal yang diperingati sebagai hari ulang tahun Sang Hyang Seri.

Dengan demikian, sejarah PT Sang Hyang Seri di Sukamandi tidak dapat dipisahkan dari upaya pemerintah dalam membangun sistem perbenihan dan meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia.

Berubah Menjadi PT Sang Hyang Seri pada 1995

Perjalanan perusahaan kembali mengalami perubahan pada tahun 1995. Berdasarkan PP No. 18 Tahun 1995, status Perum Sang Hyang Seri berubah menjadi perusahaan perseroan dengan nama PT Sang Hyang Seri (Persero).

Bisnis inti perusahaan pada periode tersebut adalah produksi benih pertanian, termasuk benih padi, kedelai, dan jagung. Perubahan status ini menjadi bagian dari perkembangan Sang Hyang Seri sebagai perusahaan yang memiliki peran lebih luas dalam industri perbenihan Indonesia.

Perkembangan Bisnis Sang Hyang Seri

Setelah menjadi persero, kegiatan usaha PT Sang Hyang Seri terus berkembang. Pada tahun 1997, perusahaan mulai memasuki bisnis benih hortikultura.

Kemudian pada tahun 2001, Sang Hyang Seri mulai mengembangkan bisnis yang berkaitan dengan agroinput, seperti sarana produksi pertanian, serta agrooutput berupa hasil pertanian.

Pada tahun 2003, cakupan bisnis inti perusahaan kembali diperluas. Tidak hanya berfokus pada benih tanaman pangan, Sang Hyang Seri mengembangkan bisnis perbenihan dalam arti yang lebih luas, mencakup berbagai sektor pertanian.

Pada tahun 2008, perusahaan juga dapat menjalankan kegiatan penunjang bisnis inti dan optimalisasi sumber daya perseroan di bidang agroindustri.

Sukamandi sebagai Aset Penting Sang Hyang Seri

Sukamandi memiliki posisi yang sangat penting dalam perjalanan PT Sang Hyang Seri. Kawasan ini berkembang menjadi hamparan lahan pertanian yang mendukung kegiatan produksi pangan dan perbenihan.

PT Sang Hyang Seri saat ini menyebut memiliki sekitar 3.200 hektare lahan yang dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan benih padi berkualitas bagi petani Indonesia.

Dalam salah satu publikasi resminya, PT Sang Hyang Seri menyebut lahan Sukamandi memiliki luas sekitar 3.156 hektare dan dikelola bersama mitra petani. Kawasan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat peran Sukamandi sebagai pusat perbenihan nasional.

Penggabungan dengan PT Pertani pada 2021

Babak baru dalam sejarah perusahaan terjadi pada tahun 2021 ketika PT Sang Hyang Seri menerima penggabungan PT Pertani (Persero) ke dalam PT Sang Hyang Seri.

Setelah penggabungan tersebut, fokus bisnis perusahaan mencakup bidang perberasan, perbenihan, dan hortikultura. PT Sang Hyang Seri juga menjadi bagian dari Holding BUMN Pangan di bawah ID FOOD.

Penggabungan tersebut menjadi bagian dari transformasi BUMN sektor pangan untuk memperkuat rantai pasok pertanian sekaligus meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional.

Peran Sukamandi di Era Modern

Memasuki era modern, kawasan Sukamandi tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga terus dikembangkan sebagai pusat kegiatan pertanian dan perbenihan.

PT Sang Hyang Seri pada 2023, misalnya, menjalankan kolaborasi digitalisasi budidaya dan smart farming di lahan Sukamandi, Subang. Langkah tersebut menunjukkan adanya upaya untuk memadukan pengalaman panjang dalam pengelolaan pertanian dengan teknologi modern.

Selain itu, pada 2024 perusahaan menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Sukamandi sebagai salah satu pusat perbenihan nasional terbesar di Indonesia. PT Sang Hyang Seri juga menyebut adanya fasilitas gene bank di Sukamandi yang menyimpan lebih dari 1.500 varietas dan galur.

Sang Hyang Seri dan Peran dalam Ketahanan Pangan Nasional

Perjalanan panjang PT Sang Hyang Seri menunjukkan perubahan fungsi kawasan Sukamandi dari perkebunan pada masa kolonial, kemudian menjadi kawasan persawahan, hingga berkembang sebagai pusat perbenihan dan produksi pangan.

Saat ini, peran tersebut semakin relevan karena ketersediaan benih unggul menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan produktivitas pertanian.

PT Sang Hyang Seri sendiri menyatakan bahwa perusahaan didirikan dengan misi memperkuat sektor pertanian, khususnya melalui produksi benih unggul bersertifikat untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan.

Berita Terbaru

Talenta Muda, Taofik Kaka Tembus Persib U-18

Talenta Muda, Taofik Kaka Tembus Persib U-18

Subang38 menit lalu
Bukan Hanya Seorang Kades, Dunengsih Jadi Sosok Sebagai Ibu

Bukan Hanya Seorang Kades, Dunengsih Jadi Sosok Sebagai Ibu

Subang38 menit lalu
Merasa Lupa Password? Ini Cara Login Instagram dengan Metode Lain

Merasa Lupa Password? Ini Cara Login Instagram dengan Metode Lain

Lifestyle1 jam lalu
Dahan Pohon Patah di Jalan Soklat Subang, Pengendara Ojol Jadi Korban

Dahan Pohon Patah di Jalan Soklat Subang, Pengendara Ojol Jadi Korban

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kasus Influenza di Indonesia Meningkat, Kemenkes Beberkan Cara Cegah Anak Tertular

Kasus Influenza di Indonesia Meningkat, Kemenkes Beberkan Cara Cegah Anak Tertular

Lifestyle2 jam lalu
Skill yang Wajib Dimiliki Fresh Graduate untuk Kerja

Skill yang Wajib Dimiliki Fresh Graduate untuk Kerja

Lifestyle2 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang Oktober 2026, Ada Doctor X

Daftar Drama Korea Tayang Oktober 2026, Ada Doctor X

Lifestyle3 jam lalu
Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah

Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah

Nasional4 jam lalu
Bukan Cuma Gaspol! Honda Bawa CRF150L ke TRABAS Merdeka 23, Jalur Tanah Jadi Panggung Adventure

Bukan Cuma Gaspol! Honda Bawa CRF150L ke TRABAS Merdeka 23, Jalur Tanah Jadi Panggung Adventure

Nasional4 jam lalu
Leo/Daniel Sumbang Emas, Ini Total Raihan Medali Badminton Indonesia di Asian Games 2026

Leo/Daniel Sumbang Emas, Ini Total Raihan Medali Badminton Indonesia di Asian Games 2026

Olahraga4 jam lalu