Semarak Milangkala ke-3 Gedong Sinder Creative Centre, Pagelaran Wayang Golek Sedot Antusiasme Warga dalam Menyongsong Lahirnya Perda Kebudayaan

SUBANG – Wayang Golek kembali menjadi ruang bertemunya hiburan, pembelajaran dan pelestarian budaya Sunda di Kabupaten Subang. Pagelaran Wayang Golek Galura Bandung (Gaya Lumakuna Rasa) di TIC Gedong Sinder Kasomalang, Sabtu (26/9/2026) malam, menjadi bagian dari semangat menyongsong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Kebudayaan Subang.
Mengusung tema “Nyiar Luang, Tina Wayang”, pagelaran tersebut digelar dalam rangka memperingati Milangkala ke-3 Gedong Sinder Creative Centre. Pertunjukan yang menghadirkan Ki Dalang Setia Atik Rasta, S.Si., M.Farm itu mendapat antusiasme warga Kasomalang dan sekitarnya.
Ratusan warga memadati kawasan TIC Gedong Sinder untuk menyaksikan langsung pertunjukan seni tradisional tersebut. Pertunjukan juga disaksikan masyarakat luas melalui tayangan live streaming di kanal TikTok dan YouTube resmi Gedong Sinder.
Aksi panggung Ki Dalang Setia Atik Rasta membawakan kisah-kisah wayang golek khas Sunda mampu menghidupkan suasana. Gelak tawa dan tepuk tangan warga terdengar sepanjang pertunjukan saat sang dalang memadukan kepiawaian memainkan tokoh wayang dengan pesan-pesan kehidupan.
Tema “Nyiar Luang, Tina Wayang” atau menimba ilmu dan wawasan melalui pertunjukan wayang menjadi bagian penting dalam pagelaran tersebut. Wayang tidak hanya ditempatkan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan pendidikan karakter serta nilai-nilai luhur budaya Sunda.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya mendorong pemajuan kebudayaan di Kabupaten Subang, salah satunya melalui rencana lahirnya Perda Kebudayaan Subang.
Melalui Milangkala ke-3, Gedong Sinder Creative Centre juga menegaskan perannya sebagai ruang kegiatan kreatif, seni dan pariwisata sekaligus tempat bagi masyarakat untuk mengenal dan menikmati kesenian tradisional.
“Melalui momen Milangkala ke-3 ini, kami berkomitmen untuk terus menjadikan Gedong Sinder Creative Centre sebagai ruang terbuka dan inisiator utama dalam menjaga warisan budaya Sunda. Kami ingin seni tradisional seperti Wayang Golek tetap dicintai oleh generasi muda dan terus bernapas di tanah kelahirannya,” ujar Deni Oddo, Manajer Gedong Sinder Creative Centre.
Tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, kegiatan tersebut juga memberikan dampak bagi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Tingginya jumlah pengunjung membuat lapak kuliner, pedagang kaki lima hingga produk kerajinan lokal ikut ramai sepanjang acara.
Kondisi tersebut menunjukkan kegiatan seni dan budaya dapat berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan UMKM di sekitar kawasan Desa Wisata Kasomalang Kulon.
Pagelaran tersebut mendapat dukungan berbagai pihak, di antaranya H. Ahmad Buhori, S.Pd., M.Si., Anggota DPRD Kabupaten Subang dari Partai Persatuan Pembangunan, Disdikbud Kabupaten Subang, Pepadi Kabupaten Subang, Camat Kasomalang, kepala desa se-Kecamatan Kasomalang beserta jajaran serta sejumlah sponsor.
Dukungan juga datang dari PT Sinkona Indonesia Lestari, Coklat Kita, PT Tirta Investama Aqua Subang, BUMDes Sauyunan serta pihak lainnya, termasuk Desa Wisata Kasomalang Kulon dan Galura Official.
Gedong Sinder Creative Centre atau TIC Gedong Sinder Kasomalang merupakan pusat kegiatan kreatif, seni dan pariwisata yang mendorong pengembangan potensi lokal serta menyediakan ruang ekspresi bagi komunitas.
Ke depan, Gedong Sinder juga merencanakan kegiatan Aksara Lembur Festival 3 dengan konsep yang lebih meriah sebagai bagian dari upaya menghidupkan kegiatan budaya di tengah masyarakat.
Pagelaran Wayang Golek tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana ruang kreatif dan kesenian tradisional dapat terus dihidupkan di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjadi bagian dari semangat pemajuan kebudayaan di Kabupaten Subang. (hdi/ysp)
