Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Seperti Jadi Tradisi, Petani Desa Rangdu di Subang Gropyokan Tikus, Sebagai Upaya Jaga Hasil Produksi Padi

D
Dadan RamdanEditor: Dede SM
|06:35 WIB
Bagikan:
Seperti Jadi Tradisi, Petani Desa Rangdu di Subang Gropyokan Tikus, Sebagai Upaya Jaga Hasil Produksi Padi
Gapoktan Sumber Rejeki dan Poktan Banyu Asih saat melaksanaan Gropyokan Tikus di area sawah bengkok Desa Rangdu Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang.(Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Sebagai upaya menekan populasi hama tikus di musim tanam rendeng ini Gapoktan Sumber Rejeki bersama Poktan Banyu Asih melakukan kegiatan gropyokan tikus di area sawah yang sedang tahap pengolahan tanah sawah bengkok Desa Rangdu Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang, Selasa (13/1/2026).

Gropyokan tikus itu selain menekan populasi hama tikus juga sebagai upaya meningkatkan hasil panen, menjaga kekompakan petani dalam gerakan tanam serentak.

Kegiatan yang turut dihadiri oleh Camat Pusakajaya, PPL dan pengendali OPT ini melibat 60 orang, baik dari Poktan, Gapoktan, Perangkat desa, BPD, RT, RW serta petani setempat.

Ketua Gapoktan Sumber Rejeki Herman Suherman menyampaikan, upaya pemberantasan hama tikus melalui geropyokan ini diharapkan mampu menekan kerusakan tanaman padi dan meningkatkan hasil panen, sekaligus memperkuat semangat gotong royong warga Rangdu.

"Ini sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mengamankan produktivitas tanaman padi petani di sini," ujar Herman

Selain geropyokan hama tikus Ketua Gapoktan sekaligus Sekdes Rangdu ini menghimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan serta menutup lubang-lubang yang berpotensi menjadi sarang tikus.

"Rencananya kegiatan pembasmian hama tikus ini akan kita jadwalkan dua kali seminggu, setiap hari Selasa dan Kamis," tuturnya.

Sementara itu Camat Pusakajaya Dadang Kosasih menjelaskan, gropyokan tikus ini akan terus dilaksanakan di areal pesawahan semua desa Kecamatan Pusakajaya. Harapannya, tikus yang selama ini menganggu tanaman padi bisa diminimalisir dan bisa menyelamatkan tanaman padi para petani, hasil produksi juga akan lebih aman dan meningkat.

"Hari ini kita bersama-bersama Pemdes Rangdu, Gapoktan, Bhabinkantibmas, Babinsa AD dan masyarakat melaksanakan gropyokan tikus. Semoga bisa meminimalisir dan padi petani bisa kita selamatkan," kata Camat Dadang Kosasih.

Dia berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Pusakajaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan hasil pertanian. (dan/ded)

Berita Terbaru

Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Lifestyle32 menit lalu
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

Nasional1 jam lalu
Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Lifestyle2 jam lalu
Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Nasional3 jam lalu
Gelar Perdana Sudah Diraih, Ini Agenda Timnas Indonesia setelah FIFA ASEAN Cup 2026

Gelar Perdana Sudah Diraih, Ini Agenda Timnas Indonesia setelah FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga4 jam lalu
Pemerintah Pastikan Konser Israel Houghton di Indonesia Tak Berizin

Pemerintah Pastikan Konser Israel Houghton di Indonesia Tak Berizin

Nasional5 jam lalu
Putusan MK Ijazah Gibran Hari Ini, Ini Jadwal dan Pokok Perkaranya

Putusan MK Ijazah Gibran Hari Ini, Ini Jadwal dan Pokok Perkaranya

Nasional5 jam lalu
Anak Harus Tempuh Jalan Terjal 2,5 Kilometer ke Sekolah dari Gunung Solok Pandan, Pemkab Bandung Barat Siapkan Solusi untuk 3 Keluarga

Anak Harus Tempuh Jalan Terjal 2,5 Kilometer ke Sekolah dari Gunung Solok Pandan, Pemkab Bandung Barat Siapkan Solusi untuk 3 Keluarga

Bandung Barat5 jam lalu
Koordinator BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Polisi Turun Tangan

Koordinator BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Polisi Turun Tangan

Nasional5 jam lalu