Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Setelah Bertahun-Tahun Jadi Gunung Sampah, TPS Celeng Pamanukan Akhirnya Ditutup

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|11:05 WIB
Bagikan:
Setelah Bertahun-Tahun Jadi Gunung Sampah, TPS Celeng Pamanukan Akhirnya Ditutup
Setelah Bertahun-Tahun Jadi Gunung Sampah, TPS Celeng Pamanukan Akhirnya Ditutup

PASUNDAN EKSPRES.ID – Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Celeng di Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, resmi ditutup pada Rabu (3/6/2026). Penutupan tersebut ditandai dengan pemasangan spanduk bertuliskan “TPS Celeng Pamanukan Open Dumping Tutup” yang dipasang di sekitar lokasi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengakhiri sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping yang selama ini dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Penutupan TPS Celeng Pamanukan 

Berdasarkan pantauan di lapangan, proses penutupan TPS Celeng Pamanukan disertai kegiatan pembersihan yang melibatkan alat berat, petugas kebersihan, dan pengangkut sampah.

Tumpukan sampah yang selama bertahun-tahun menumpuk di lokasi mulai dipindahkan untuk menjalani proses penanganan lebih lanjut.

Penutupan TPS Celeng Pamanukan bukanlah kebijakan yang muncul secara tiba-tiba. Persoalan kapasitas dan dampak lingkungan di lokasi tersebut sebenarnya telah menjadi perhatian pemerintah daerah sejak beberapa tahun terakhir.

Pada 2022, Pemerintah Kabupaten Subang bahkan telah meninjau lokasi alternatif untuk penanganan sampah karena kondisi TPS yang dinilai sudah melampaui kapasitas tampung dan berpotensi menimbulkan gangguan lingkungan bagi masyarakat sekitar. 

Dalam keterangannya saat itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang menyebut persoalan sampah di kawasan Pamanukan telah memasuki kondisi darurat sehingga memerlukan langkah penanganan yang lebih serius.

Upaya relokasi dan pengelolaan yang lebih baik menjadi salah satu solusi yang didorong pemerintah daerah. 

Kini, langkah tersebut mulai diwujudkan melalui penutupan TPS Celeng Pamanukan. Pemerintah berharap penghentian sistem open dumping dapat menjadi awal perubahan menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Namun, penutupan TPS Celeng Pamanukan juga diwarnai munculnya sejumlah spanduk protes yang dipasang di sekitar area lokasi.

Spanduk tersebut berisi keberatan dari pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Salah satu spanduk menyebut bahwa lahan tersebut merupakan tanah milik pribadi dan bukan lokasi resmi tempat pembuangan sampah.

Tulisan pada spanduk itu berbunyi, "Tanah ini milik pribadi (SHM), bukan TPS. Jangan buang sampah di sini."

Keberadaan spanduk tersebut menjadi perhatian warga yang selama ini mengenal lokasi itu sebagai tempat pembuangan sampah.

Sejumlah pemilik lahan mengaku berharap setelah penutupan TPS Celeng Pamanukan, tidak ada lagi aktivitas pembuangan sampah yang dilakukan di area tersebut.

Di sisi lain, masyarakat sekitar menyambut positif langkah penutupan TPS Celeng Pamanukan. Selama bertahun-tahun, lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu titik penumpukan sampah terbesar di kawasan Pantura Subang.

Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah juga kerap dikeluhkan karena berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan warga.

Warga berharap penutupan TPS Celeng Pamanukan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga diikuti dengan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

Mereka menginginkan adanya lokasi pengganti yang memenuhi standar lingkungan serta mampu mengakomodasi kebutuhan pengelolaan sampah di wilayah utara Kabupaten Subang.

Pengamat lingkungan menilai penghentian sistem open dumping merupakan langkah penting dalam pengelolaan sampah modern.

Sistem tersebut selama ini menjadi salah satu penyebab pencemaran tanah, air, dan udara apabila tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, penutupan TPS Celeng Pamanukan dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong pengurangan dampak lingkungan dari aktivitas pembuangan sampah.

Meski demikian, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh sampah yang sebelumnya masuk ke TPS Celeng Pamanukan dapat dialihkan ke sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan tidak muncul titik pembuangan liar baru setelah lokasi tersebut ditutup.

Hingga jumat (5/6/2026), proses pembersihan dan penataan area eks TPS Celeng Pamanukan masih terus berlangsung di bawah pengawasan berbagai pihak terkait.

Pemerintah Kabupaten Subang diharapkan segera mengumumkan langkah lanjutan agar proses transisi pengelolaan sampah di kawasan Pamanukan dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat maupun lingkungan. 

Berita Terbaru

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle18 menit lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle1 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional1 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle1 jam lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional1 jam lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang2 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional2 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline2 jam lalu