Siswa Hina Guru di Purwakarta, Andhika Minta Pembinaan Menyeluruh

PASUNDANEKSPRES.ID - Soroti aksi sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta yang menghina guru di kelas, Anggota DPRD Jawa Barat Andhika Surya Gumilar meminta pembinaan menyeluruh agar etika dan karakter pelajar tetap terjaga.
Aksi tersebut menjadi perhatian publik setelah video beredar di media sosial. Dalam rekaman, beberapa siswa tampak mengacungkan jari tengah ke arah guru, memicu kecaman karena dinilai mencederai nilai kesopanan dan penghormatan terhadap tenaga pendidik.
Andhika menegaskan, persoalan itu tidak cukup diselesaikan dengan hukuman semata, tetapi harus direspons melalui pembinaan serius oleh dunia pendidikan.
“Ini sangat disayangkan. Sekolah adalah tempat membentuk karakter, adab, dan masa depan generasi muda,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Ia menekankan, siswa yang terlibat perlu dibina agar memahami batasan sikap dan pentingnya menghormati guru.
“Mereka harus diarahkan supaya sadar tindakan itu salah dan tidak terulang,” tegasnya.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas. Karena itu, tindakan merendahkan guru tidak boleh dianggap sebagai candaan.
Andhika Dorong Disdik Jabar Lakukan Edukasi Etika
Andhika mendorong Dinas Pendidikan Jawa Barat bersama pihak sekolah melakukan pendampingan psikologis, penguatan pendidikan karakter, serta edukasi etika digital bagi siswa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan insiden bermula saat pembelajaran PKN dengan tugas kelompok bertema keberagaman budaya. Perubahan susunan kelompok terjadi menjelang presentasi, namun siswa tetap mengikuti kegiatan seperti biasa.
Aksi tidak pantas tersebut terjadi setelah sesi foto, saat guru telah meninggalkan ruangan, lalu direkam dan tersebar di media sosial.
Andhika menilai kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi pendidikan karakter di sekolah.
“Tujuan pendidikan bukan hanya mencetak anak pintar, tetapi juga berakhlak dan menghargai orang lain,” pungkasnya.(hdi/ded)
