Subang Jadi Primadona Investor di Kawasan Rebana, Ungguli Enam Daerah Lain

SUBANG - Kabupaten Subang disebut sebagai daerah yang paling diminati investor di kawasan Rebana. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pengelola Kawasan Rebana, Helmy Yahya, saat melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Subang.
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Subang pada Rabu (8/4/2026) itu membahas upaya percepatan transformasi Subang sebagai salah satu pusat industri strategis di kawasan Rebana.
Dalam kesempatan tersebut, Helmy menegaskan bahwa Subang memiliki daya tarik investasi paling tinggi dibandingkan enam daerah lain di kawasan tersebut.
“Dari tujuh kabupaten/kota, Subang paling banyak diminati oleh investor,” ujar Helmy.
Ia menjelaskan, tingginya minat investor terhadap Subang tidak lepas dari posisi geografis yang strategis serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang, termasuk keberadaan Pelabuhan Patimban dan akses ke Bandara Internasional Kertajati.
Kawasan Rebana sendiri merupakan kawasan metropolitan ekonomi baru di Jawa Barat yang mencakup tujuh daerah, yakni Subang, Indramayu, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon.
Kawasan ini dirancang sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru Jawa Barat melalui pengembangan 13 kawasan industri berbasis teknologi yang terintegrasi dengan pelabuhan dan bandara.
Menurut Helmy, pengelolaan koridor ekonomi Rebana menjadi salah satu inovasi penting Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun kawasan metropolitan berbasis perencanaan terintegrasi.
“Inovasi Jawa Barat dalam mengelola koridor ekonomi baru telah menjadikan provinsi ini sebagai yang pertama di Indonesia yang memiliki badan pengelola kawasan metropolitan,” katanya.
Ia menekankan bahwa pembangunan kawasan industri di Rebana, termasuk di Subang, harus dilakukan secara terarah dengan perencanaan jangka panjang yang matang.
“Perkembangan Kabupaten Subang sebagai bagian dari koridor ekonomi masa depan Jawa Barat harus dibangun by design, bukan melulu berkelanjutan,” tegasnya.
Selain itu, Helmy juga menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Menurutnya, keberhasilan kawasan industri tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan investasi, tetapi juga oleh kualitas tenaga kerja yang tersedia.
“Tenaga kerja harus link and match dengan kebutuhan industri, termasuk di Subang,” ujarnya.
Ia pun mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku industri untuk memastikan lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Badan Pengelola Kawasan Rebana dan Pemerintah Kabupaten Subang dalam mempercepat realisasi investasi serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Subang dan sekitarnya.
