Tahun Depan Transfer dari Pusat Dipangkas Rp361 M, Bupati Subang Pangkas 100 Persen Mamin Rapat

PASUNDANEKSPRES.ID - Bupati Subang Reynaldy tengah melobi pemerintah pusat untuk meminta keringan agar pengurangan transfer pusat ke Pemda Subang tidak terlalu besar.
Reynaldy tak ingin program perbaikan jalan yang menjadi prioritasnya terganggu akibat kebijakan pemerintah pusat itu.
“Saya ini sekarang sering bolak-balik ke Jakarta, karena sedang melobi pemerintah pusat. Setidaknya, bisa memberikan keringanan untuk Kabupaten Subang. Kita masih punya PR besar dalam perbaikan jalan,” ujarnya saat diwawancarai Pasundan Ekspres, Kamis (16/10/2025).
Selain itu, kata Reynaldy, Pemkab Subang juga tengah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber pembiayaan utama.
Menurutnya, peningkatan PAD menjadi fokus utama untuk menutup berkurangnya dana transfer dari pusat.
“Kita juga sedang menggenjot PAD. Saya ingin peran Pemda benar-benar optimal. Untuk tahun 2026, targetnya harus lebih tinggi dari tahun ini,” katanya.
Tidak hanya meningkatkan pendapatan, dia juga menegaskan komitmennya untuk melakukan efisiensi besar-besaran di tubuh birokrasi.
Langkah ini mencakup penghapusan anggaran untuk kegiatan nonprioritas dan penghematan pada pos perjalanan dinas.
“Kita sedang menyusun efisiensi yang akan mulai terlihat tahun depan. Misalnya, anggaran konsumsi rapat (mamin) akan kita hilangkan 100 persen, perjalanan dinas kita pangkas sampai 50 persen. Semua kegiatan yang sifatnya tidak penting akan kita tiadakan,” tegasnya.
Meski hingga Oktober realisasi PAD Subang baru mencapai 65,72 persen, Reynaldy tetap optimistis target tahun ini dapat tercapai.
Ia juga memastikan sejumlah potensi PAD baru akan mulai terealisasi setelah berbagai kendala teknis diselesaikan.
“Insya Allah target PAD tahun ini bisa tercapai. Kita sedang berikhtiar agar semuanya terwujud. Banyak potensi PAD yang belum masuk karena kendala, misalnya dari BPHTB yang tertunda karena urusan tata ruang. Potensi dari situ saja hampir Rp30 miliar,” ungkapnya.
Reynaldy menegaskan, langkah-langkah efisiensi, peningkatan PAD, dan diplomasi dengan pemerintah pusat merupakan upaya terpadu agar Subang tetap mampu menjaga stabilitas keuangan di tengah penurunan transfer pusat.
“Intinya, kita tidak boleh pasrah. Kita terus bergerak, berhemat, dan berjuang agar Subang tetap bisa tumbuh dan masyarakat merasakan hasilnya,” jelasnya.
