Targetkan 100 Persen Guru Kuasai Deep Learning, Kadisdikbud Subang Genjot Mutu Pendidikan!

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang menargetkan seluruh guru menguasai metode pembelajaran berbasis deep learning pada tahun 2026 sebagai langkah percepatan peningkatan mutu pendidikan.
Target tersebut disampaikan Kepala Disdikbud Subang, Heri Sopandi, dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Aula Gedung D, Rabu (1/4/2026).
Dalam arahannya, Heri mengungkapkan capaian Rapor Pendidikan saat ini masih belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya intervensi program pelatihan terhadap guru.
“Berdasarkan hasil analisis, program intervensi terhadap guru masih rendah dan mengalami keterlambatan dalam pelaksanaannya,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Dari total 16.036 guru yang menjadi sasaran, baru sekitar 563 guru atau sekitar 11 persen yang telah mengikuti pelatihan. Kondisi ini dinilai masih jauh dari target yang diharapkan.
“Ini tentu menjadi perhatian serius. Kita harus melakukan percepatan agar seluruh guru bisa terintervensi di tahun 2026,” tegasnya.
Heri menegaskan, peningkatan kualitas lulusan tidak akan tercapai tanpa peningkatan kompetensi guru, terutama dalam memahami dan menerapkan metode pembelajaran deep learning.
“Metode deep learning ini tidak boleh hanya menjadi formalitas, tetapi harus benar-benar dipahami dan diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Disdikbud menetapkan dua prioritas utama, yakni penguatan deep learning dan digitalisasi pendidikan, dengan dukungan anggaran sebesar Rp23,2 miliar yang dialokasikan melalui Dana BOS.
“Penggunaan Dana BOS harus difokuskan pada dua prioritas ini. Sekolah harus menyelaraskan kebijakan dengan arah pemerintah pusat dan provinsi,” jelasnya.
Pelaksanaan pelatihan akan menggunakan pola In-On-In selama satu minggu, dengan total 12 kali pertemuan per mata pelajaran. Program ini akan melibatkan komunitas belajar seperti KKG, MGMP, MKKS, dan K3S.
Selain itu, peran kepala sekolah dan pengawas dinilai krusial dalam memastikan program berjalan efektif.
“Kepala sekolah dan pengawas harus aktif melakukan pendampingan dan memastikan implementasi pelatihan benar-benar berdampak di kelas,” tandasnya.
Heri juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan di Subang.
“Ini bukan hanya tanggung jawab dinas, tetapi tanggung jawab kita bersama,” imbuhnya.
Dengan percepatan yang dimulai pada April 2026, Disdikbud optimistis target 100 persen pelatihan guru dapat tercapai tahun ini.
“Dengan begitu, ke depan kita bisa fokus pada penguatan lanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan,” pungkasnya.(znl/ded)
