Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ternyata Begini Sejarah Patimban Subang, Sudah Dikenal Sejak Lebih dari 100 Tahun Lalu

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|21:01 WIB
Bagikan:
Ternyata Begini Sejarah Patimban Subang, Sudah Dikenal Sejak Lebih dari 100 Tahun Lalu
Ternyata Begini Sejarah Patimban Subang, Sudah Dikenal Sejak Lebih dari 100 Tahun Lalu

PASUNDAN EKSPRES.ID – Sejarah Patimban Subang tidak hanya berkaitan dengan pembangunan pelabuhan internasional yang kini menjadi salah satu pusat logistik penting di Jawa Barat. Jauh sebelum kawasan tersebut dikenal karena aktivitas ekspor-impor dan industri, Patimban telah menjadi sebuah desa di wilayah pesisir Kabupaten Subang. Perkembangannya kemudian semakin besar setelah pemerintah menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi pembangunan Pelabuhan Patimban, yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional.

Berdasarkan sejarah yang dimuat pada situs resmi Desa Patimban, asal-usul nama Patimban berkaitan dengan sebuah sumur yang kemudian membuat nama tersebut menyebar hingga ke wilayah Desa Ujung Gebang.

Situs desa tersebut mencatat bahwa meskipun nama Desa Patimban telah dikenal, pemerintahan desa belum terbentuk pada masa awal dan masih berada di bawah kepemimpinan sesepuh atau kokolot. Pemerintahan Desa Patimban kemudian tercatat terbentuk pada 1913.

Sejarah Patimban Subang

Sejarah awal Desa Patimban

Catatan sejarah desa menjadi bagian penting ketika membahas sejarah Patimban Subang. Desa Patimban saat ini berada di Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang.

Situs resmi desa mencantumkan alamat kantor pemerintahan Desa Patimban di Jalan PUK Nomor 114, Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan kode pos 41255.

Perjalanan Patimban kemudian memasuki babak baru ketika pemerintah mulai merencanakan pembangunan pelabuhan berskala internasional di wilayah pesisir Subang.

Pembangunan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat konektivitas logistik sekaligus mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok.

Kementerian Perhubungan pada 2018 menyebut Pelabuhan Patimban sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional yang dibangun di Kabupaten Subang.

Pembangunannya mendapatkan pendanaan melalui Official Development Assistance (ODA Loan) dari Pemerintah Jepang.

Saat itu, pemerintah juga menyampaikan bahwa pembangunan Patimban menjadi salah satu penanda kerja sama Indonesia dan Jepang.

Pembangunan Pelabuhan Patimban dimulai

Rencana pembangunan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2018.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan pada Juli 2018 menyebut pembangunan tahap pertama direncanakan mulai dilakukan dan ditargetkan dapat beroperasi pada 2019.

Fokus awal pelabuhan juga diarahkan pada kegiatan ekspor produk otomotif nasional.

Dalam perencanaannya, pembangunan Pelabuhan Patimban dilakukan secara bertahap. Data KPPIP mencatat proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp43,221 triliun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Lokasinya berada di Patimban, Subang, Jawa Barat, sedangkan Kementerian Perhubungan menjadi penanggung jawab proyek. Kapasitas terminal peti kemas yang direncanakan mencapai sekitar 7,5 juta TEUs.

Kehadiran pelabuhan tersebut juga diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan kawasan industri di Subang dan wilayah Jawa Barat bagian utara.

Kementerian Perhubungan menyebut Pelabuhan Patimban dibangun antara lain untuk mengurangi kelebihan kapasitas di Pelabuhan Tanjung Priok sekaligus menjadi stimulator pengembangan wilayah Subang.

Pelabuhan Patimban mulai beroperasi pada 2020

Tonggak penting dalam sejarah Patimban Subang terjadi pada 20 Desember 2020. Pada tanggal tersebut, Pelabuhan Patimban mulai dioperasikan dan melayani ekspor perdana.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mencatat pengoperasian perdana tersebut menjadi bagian dari soft launching Pelabuhan Patimban.

Pada pengoperasian perdana, aktivitas ekspor kendaraan menjadi salah satu kegiatan yang menandai dimulainya operasional pelabuhan.

Data yang dipublikasikan mengenai kegiatan tersebut mencatat sebanyak 140 unit kendaraan diekspor menggunakan kapal MV Suzuka Express dengan tujuan Brunei Darussalam.

Sejak saat itu, Patimban semakin dikenal bukan hanya sebagai nama sebuah desa pesisir, tetapi juga sebagai kawasan pelabuhan yang memiliki peran dalam jaringan logistik nasional.

Patimban berkembang sebagai pusat logistik

Perkembangan Pelabuhan Patimban berlanjut pada berbagai layanan pelayaran. Pada 2021, ASDP membuka rute Patimban menuju sejumlah wilayah di luar Jawa, termasuk Banjarmasin, Pontianak dan Panjang.

Pembukaan rute tersebut ditujukan untuk memperluas layanan pelayaran serta mendukung distribusi barang antarpulau.

Pada 2023, ASDP kembali mengoperasikan KMP Ferrindo V untuk lintasan Patimban-Pontianak dan Patimban-Banjarmasin.

ASDP menyebut layanan tersebut sebagai bagian dari pelayaran jarak jauh atau Long Distance Ferry untuk memperkuat jaringan logistik Jawa-Kalimantan.

Perkembangan yang lebih baru terjadi pada 2026. Terminal peti kemas Pelabuhan Patimban resmi beroperasi dan ditandai dengan pengiriman perdana menggunakan kapal MSC ARIA III Monrovia.

Kapal tersebut mengangkut sekitar 1.800 TEUs berbagai jenis barang, termasuk produk otomotif dan barang konsumsi.

Tidak berhenti di ekspor, pada Juli 2026 Pelabuhan Patimban juga mencatat layanan impor peti kemas internasional perdana.

Kapal MV MSC CARLA III tiba dari Singapura dan membawa sejumlah komponen kendaraan BYD yang kemudian didistribusikan menuju pabrik BYD di Kabupaten Subang.

Kegiatan bongkar muat tersebut mencapai 1.632 TEUs, terdiri dari 1.248 TEUs ekspor dan 384 TEUs impor.

Alamat lengkap kawasan Patimban Subang

Bagi kamu yang ingin mengetahui lokasi Patimban, secara administratif Desa Patimban berada di Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Alamat Kantor Desa Patimban:

Jalan PUK No. 114, Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41255.

Sementara itu, salah satu data pengelola kawasan Pelabuhan Patimban mencantumkan lokasi pelabuhan di Jalan Pusakanegara, Dusun Kalentambo 1, Kalentambo, Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41255.

Daftar harga Wisata Dan Penyebrangan Patimban

Untuk harga, perlu dibedakan antara kawasan wisata Pantai Patimban dan tarif penyeberangan dari Pelabuhan Patimban. Harga dapat berubah sesuai kebijakan pengelola maupun operator.

Untuk Pantai Patimban, informasi wisata yang tersedia mencantumkan tiket masuk sekitar Rp10.000 per orang. 

Lokasinya berada di Dusun Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Sementara untuk layanan penyeberangan, ASDP pernah mempublikasikan tarif rute Patimban-Pontianak. Tarif yang tercantum dalam publikasi ASDP 2023 adalah Rp70.100 untuk penumpang dewasa dan Rp7.200 untuk bayi.

Kendaraan golongan I dikenakan Rp95.300, golongan II Rp168.800, golongan III Rp359.700, golongan IV-A Rp1.798.000, golongan IV-B Rp1.890.300, golongan V-A Rp1.890.300, golongan V-B Rp3.215.700, golongan VI-A Rp4.469.200, golongan VI-B Rp4.463.600, golongan VII Rp5.067.000, golongan VIII Rp6.928.100 dan golongan IX Rp11.100.200.

Catatan: angka tarif penyeberangan tersebut merupakan tarif yang dipublikasikan ASDP pada 2023, jadi untuk Agustus 2026 menanyakan pengumuman tarif baru dari operator.

Memasuki Agustus 2026, perjalanan sejarah Patimban masih terus berlangsung. Dari sebuah desa pesisir yang telah memiliki pemerintahan sejak 1913, Patimban berkembang menjadi kawasan yang terhubung dengan aktivitas pelayaran, industri otomotif, ekspor-impor, hingga jaringan logistik internasional.

Perkembangan terminal peti kemas pada 2026 menjadi salah satu catatan terbaru dalam perjalanan panjang kawasan Patimban di Kabupaten Subang.

Berita Terbaru

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Nasional42 menit lalu
Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Lifestyle46 menit lalu
Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle1 jam lalu
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga1 jam lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional1 jam lalu
Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Subang1 jam lalu
Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Subang2 jam lalu
Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Subang2 jam lalu
Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Jawa Barat2 jam lalu