TK IT Riyadhotul Fikri Tanamkan Pendidikan Islami dan Kemandirian Sejak Dini

SUBANG-Pendidikan anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis maupun berhitung. Lebih dari itu, masa taman kanak-kanak menjadi tahap penting dalam membentuk mental, sosial, emosional serta kemandirian anak sebagai bekal memasuki jenjang pendidikan dasar.
Hal tersebut menjadi perhatian TK IT Riyadhotul Fikri yang terus menanamkan nilai-nilai pendidikan Islami melalui berbagai program pembiasaan sejak dini.
Kepala TK IT Riyadhotul Fikri, Amah Rimah Sugianti, mengatakan kegiatan pembelajaran di sekolah diawali dengan berbagai pembiasaan sederhana yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. "Setiap hari Senin kami melaksanakan upacara bendera. Tentunya prosesnya dibuat sesederhana mungkin agar anak-anak dapat memahami dan mengikuti pelaksanaannya," ujar Amah.
Pembelajaran Iqro Jadi Program Unggulan TK IT Riyadhotul Fikri
Setelah upacara, siswa melanjutkan kegiatan jurnal pagi dan kegiatan inti. Salah satu program unggulan yang menjadi ciri khas TK IT Riyadhotul Fikri yakni pembelajaran Iqro.
Untuk mendukung pembelajaran tersebut, siswa juga mendapatkan kegiatan jurnal yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Pada kegiatan yang dilaksanakan Senin, misalnya, siswa kelas A diarahkan untuk menebalkan huruf, sedangkan siswa kelas B mulai berlatih menulis huruf secara mandiri sesuai dengan kemampuan mereka.
Saat ini, TK IT Riyadhotul Fikri memiliki tiga kelas dengan jumlah keseluruhan 96 siswa. Sekolah yang telah berdiri sejak 2001 atau sekitar 25 tahun tersebut juga terus berupaya mengembangkan kualitas pendidikan.
Amah mengungkapkan, salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat segera terwujud adalah penambahan gedung. Tingginya minat masyarakat membuat pihak sekolah setiap tahunnya harus membatasi penerimaan peserta didik karena keterbatasan kuota. "Kami berharap ke depannya bisa lebih maju, memiliki gedung baru dan terus meningkatkan kualitas. Karena kami TK IT, pendidikan yang diberikan bukan hanya untuk kebutuhan anak sekarang, tetapi juga sebagai bekal untuk kehidupan mereka ke depannya," katanya.
Pendidikan Islami pun menjadi bagian yang terus dibiasakan dalam keseharian siswa. Anak-anak diperkenalkan dengan surat-surat pendek, hadis dan doa harian melalui kegiatan murojaah setiap hari.
Menurut Amah, kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan agar anak mampu menghafal, melainkan untuk membangun kebiasaan sejak dini. "Tidak diwajibkan harus hafal, tetapi kami membiasakan dengan murojaah. Insyaallah apa yang dibiasakan sejak kecil akan terus berbekas sampai mereka dewasa," ungkapnya.
Pembiasaan juga diterapkan dalam aktivitas sederhana sehari-hari, seperti membaca doa sebelum makan serta bagaimana anak bersikap ketika bertemu dengan orang yang lebih dewasa. Dengan begitu, nilai-nilai Islami tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pendidikan agama, TK IT Riyadhotul Fikri juga menaruh perhatian besar terhadap pembentukan kemandirian. Amah menilai, orang tua perlu memahami bahwa tujuan utama pendidikan di tingkat TK bukan semata-mata membuat anak cepat mampu membaca, menulis atau berhitung. "Yang perlu diluruskan kepada orang tua, tujuan memasukkan anak ke TK bukan untuk menjadikan anak pintar membaca, menulis atau berhitung. Pendidikan TK lebih kepada mempersiapkan mental, sosial dan emosional anak untuk masuk SD, terutama kemandiriannya," jelasnya.
Salah satu bentuk pembiasaan tersebut terlihat dari kebijakan sekolah yang mendorong anak untuk tidak selalu ditunggu orang tua selama kegiatan belajar. Hal itu dilakukan agar siswa terbiasa berada di lingkungan sekolah, berinteraksi dengan teman dan guru, serta menyelesaikan aktivitasnya secara mandiri.
Melalui berbagai pembiasaan tersebut, TK IT Riyadhotul Fikri berupaya menjadikan pendidikan usia dini sebagai fondasi bagi tumbuh kembang anak. Bukan hanya membekali kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, nilai keislaman dan kemandirian yang diharapkan dapat menjadi bekal hingga anak tumbuh dewasa.(edp/sep)
