Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tradisi Mapag Sri di Subang, Syukuran Berahap Hasil Panen Melimpah

E
EgiEditor: Egi
|19:23 WIB
Bagikan:
Tradisi Mapag Sri di Subang, Syukuran Berahap Hasil Panen Melimpah
Kepala Desa Kebondanas Candra Ali Sonjaya bersama Camat Pusakajaya saat potong tumpeng syukuran di acara Mapag Sri, Kamis (29/5).(Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Tradisi Mapag Sri sudah berlangsung turun temurun dan merupakan warisan para leluhur adat istiadat yang sudah ada sejak zaman nenek moyang bangsa indonesia.

Karena hampir di setiap pelosok desa tradisi itu kerap digelar oleh para petani menjelang panen tiba.

Dari segi bahasa sendiri, Mapag Sri secara harpiah (Mapag= Menyambut, Sri=Rejeki) yang berarti menyambut rejeki, karena panen tiba. Itulah barangkali bahasa yang memaknai dari tradisi Mapag Sri ini.

Dan gelaran kali ini, Mapag Sri berlangsung di Desa  Kebondanas Kecamatan Pusakajaya, dan dilaksanakan di halaman kantor Desa Kejondanas, Kamis (29/5).

Tradisi tahunan ini bukan sekadar ritual, melainkan sebuah perwujudan rasa syukur, penghormatan leluhur, pelestarian budaya, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Kepala Desa Kebondanas Candra Adi Sonjaya menyampaikan, momen ini menjadi penanda dimulainya panen raya dan menjadi wadah bagi warga untuk memanjatkan doa, dan rasa syukur atas nikmat kepada Allah SWT, atas segala limpahan berkah dan perlindungan.

Dia juga mengajak masyarakat petani untuk memelihara eksistensi lumbung padi khususnya di Kecamatan  Pusakajaya dan sekitarnya.

Selain itu juga menjaga tradisi leluhur yang harus tetap dilestarikan dan dijaga nilai kearifan lokalnya, kerena selain wujud syukur, juga merupakan pelestarian budaya sebagai aset jati diri bangsa yang berbudaya.

"Jadi ini ungkapan rasa syukur dan pelestarian budaya lokal, penanda panen raya telah tiba," kata Candra.

Gelaran  Mapag Sri tersebut, dimeriahkan dengan membuat tumpeng raksasa yang isinya berasal dari  beragam jenis buah-buahan,  kemudian tumpeng raksasa itu dipikul diarak  keliling kampung.

Sementara itu Camat Pusakajaya H. Alex Nursalam menambahkan, Mapag Sri ini merupakan inflementasi dari suyukur nikmat, rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rizki melimpah, dan berharap panen berikutnya hasilnya  menguntungkan.

"Saya juga merasa bahagia bisa bersilaturahmi dengan bapak ibu warga Desa Kebondanas, dan merasa bersyukur atas hasil panen bapak ibu yang sedang dilaksanakan dengan hasil yang berlimpah," tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan istighosah, do'a, dan makan bersama pemerintah desa dan warga.(dan/sep)

Berita Terbaru

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional14 menit lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle25 menit lalu
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline58 menit lalu
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle2 jam lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle2 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional3 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional3 jam lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle3 jam lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional3 jam lalu