Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

PASUNDANEKSPRES.ID - Kekeringan mulai memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian di Desa Tambakmekar, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Sedikitnya tujuh hektare lahan pertanian yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Dewi Pohaci 2 dan Dewi Pohaci 3 terdampak kekurangan air.
Dari total lahan yang terdampak tersebut, sekitar tiga hektare dilaporkan mengalami gagal panen. Kondisi itu menjadi perhatian pemerintah kecamatan karena kekeringan berpotensi menimbulkan kerugian bagi petani apabila tidak segera mendapatkan penanganan.
Kekeringan Membuat Ketersediaan Air Menjadi Persoalan
Camat Jalancagak H. Saepudin mengatakan, kekeringan membuat ketersediaan air menjadi persoalan utama bagi petani di wilayah tersebut.
"Yang terdampak kekeringan di Poktan Dewi Pohaci 2 dan Dewi Pohaci 3 Desa Tambakmekar seluas tujuh hektare, yang gagal panen sekitar tiga hektare," kata Saepudin kepada Pasundan Ekspres, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, salah satu gagasan yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut yakni melalui pompanisasi dengan memanfaatkan sumber air dari sumur galian.
Pompanisasi diharapkan dapat menjadi langkah alternatif untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian, terutama ketika sumber air permukaan mengalami penurunan akibat kemarau panjang.
Melalui sumur galian, air yang masih tersedia di dalam tanah dapat dimanfaatkan untuk dialirkan menuju lahan pertanian menggunakan pompa. Skema tersebut dapat membantu petani mempertahankan tanaman yang masih memungkinkan diselamatkan sekaligus mengurangi risiko gagal panen.
"Gagasannya untuk mengatasi kekeringan melalui pompanisasi lewat sumur galian," ujarnya.
Namun, pelaksanaan pompanisasi tentu membutuhkan kesiapan sarana pendukung. Selain ketersediaan sumur, diperlukan pompa, jaringan atau selang distribusi air serta sumber energi untuk mengoperasikan pompa.
Karena itu, koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani dan instansi terkait menjadi penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Kekeringan tidak hanya berdampak terhadap kondisi tanaman, tetapi juga berpotensi memengaruhi pendapatan petani. Lahan yang gagal panen berarti petani harus menanggung biaya produksi tanpa memperoleh hasil yang sebanding.(hdi/sep)
