UNISBA Kenalkan Pengelolaan Sampah di Desa Kiarasari, Dorong Kesadaran Lingkungan dan Cegah Stunting

SUBANG-Universitas Islam Bandung (UNISBA) menggelar sosialisasi sekaligus implementasi pengelolaan sampah dengan sistem bata terawang di Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng, Minggu (28/9/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung program Gubernur Jawa Barat yang menekankan gerakan kebersihan, penanganan, dan pengelolaan sampah.
Dekan pembimbing UNISBA, Dr. Ir. M. Satori, MT, IPU, mengungkapkan Jawa Barat merupakan penghasil sampah terbesar ketiga di Indonesia.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah nasional mencapai 35,3 juta ton per tahun, namun hanya 36,1% yang berhasil dikelola.
“Kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih rendah. Jika tidak ditangani serius, akan berdampak pada pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem,” ujarnya.
Selain penerapan bata terawang dan biofertilizer, dosen farmakologi UNISBA, Apt. Vinda Maharani Patricia, M.Si, memperkenalkan tanaman kacang sancha inci yang kaya gizi untuk membantu pencegahan stunting.
PKK Desa Kiarasari juga dilatih mengolah sampah menjadi eko-enzim serta kerajinan tangan bernilai ekonomi.
Kepala Puskesmas Jatireja, H. Isam Syamsudin, SKM, MM, menilai program ini bermanfaat ganda.
“Selain menjaga lingkungan, pengembangan tanaman gizi tinggi sangat membantu pencegahan stunting,” ucapnya.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Subang, Yayat Supriyatna, menegaskan program ini selaras dengan Instruksi Bupati Subang Nomor 3 Tahun 2025 tentang pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Harapannya, program ini bisa mendukung penuh upaya penanganan sampah yang sudah dicanangkan Bupati Kang Rey,” katanya.(rls/hdi/ded)
