Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Upacara Nadran di Blanakan Subang: Tradisi Syukur Nelayan yang Sarat Makna Budaya

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|20:00 WIB
Bagikan:
Upacara Nadran di Blanakan Subang: Tradisi Syukur Nelayan yang Sarat Makna Budaya
Upacara nadran di Blanakan Subang merupakan salah satu tradisi budaya yang masih lestari hingga saat ini.

PASUNDANEKSPRES.ID - Upacara nadran di Blanakan Subang merupakan salah satu tradisi budaya yang masih lestari hingga saat ini. Tradisi ini menjadi bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang melimpah sekaligus doa bersama agar diberikan keselamatan dan rezeki yang lebih baik saat melaut pada tahun berikutnya.

Sebagai salah satu tradisi khas masyarakat pesisir Pantai Utara (Pantura), upacara nadran tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya. Berbagai rangkaian acara yang meriah menjadikan tradisi ini sebagai identitas masyarakat Blanakan, Kabupaten Subang.

Sejarah Upacara Nadran di Blanakan Subang

Tradisi upacara nadran di Blanakan Subang telah dilaksanakan secara turun-temurun sejak sekitar tahun 1950. Tradisi ini diwariskan oleh para leluhur sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil tangkapan ikan yang melimpah serta sebagai harapan agar para nelayan selalu diberikan keselamatan saat mencari nafkah di laut.

Tradisi ini umumnya diselenggarakan setiap tahun, biasanya pada bulan Agustus atau menyesuaikan kesepakatan masyarakat nelayan setempat.

Dalam masyarakat Blanakan juga berkembang cerita rakyat mengenai Budug Basu, sosok yang dipercaya sebagai raja ikan di lautan. Kisah tersebut menjadi bagian dari warisan budaya yang melatarbelakangi pelaksanaan tradisi nadran sebagai simbol penghormatan terhadap laut sebagai sumber kehidupan masyarakat pesisir.

Makna Filosofis Upacara Nadran

Bagi masyarakat nelayan, upacara nadran di Blanakan Subang memiliki makna yang sangat mendalam, antara lain:

  • Mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Memohon keselamatan selama melaut.
  • Berharap hasil tangkapan ikan semakin melimpah.
  • Mempererat hubungan antarwarga pesisir.
  • Melestarikan adat dan budaya warisan leluhur.

Tradisi ini juga menjadi pengingat bahwa laut harus dijaga dan dimanfaatkan secara bijaksana agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang.

Prosesi Upacara Nadran di Blanakan Subang

Pelaksanaan upacara nadran di Blanakan Subang terdiri dari beberapa tahapan yang dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat nelayan.

1. Persiapan Acara

Beberapa hari sebelum pelaksanaan, panitia bersama nelayan melakukan berbagai persiapan, mulai dari menghias kapal, menyiapkan sesaji, hingga mengatur rangkaian acara budaya.

2. Doa Bersama

Tokoh agama dan tokoh masyarakat memimpin doa sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan serta memohon keselamatan bagi seluruh nelayan.

3. Ritual Larung Sesaji

Puncak acara adalah pelarungan sesaji ke laut menggunakan kapal nelayan. Dalam tradisi Blanakan, ritual ini dikenal dengan penggunaan kepala kerbau hitam sebagai bagian utama dari prosesi, yang dipandang masyarakat sebagai simbol penghormatan terhadap laut dan ungkapan syukur atas rezeki yang diterima.

4. Pesta Rakyat

Setelah prosesi adat selesai, masyarakat mengadakan pesta rakyat yang diisi berbagai hiburan seperti pertunjukan seni tradisional, wayang, musik, bazar UMKM, hingga aneka kuliner khas pesisir.

Daya Tarik Wisata Budaya

Selain sebagai ritual adat, upacara nadran di Blanakan Subang juga menjadi agenda wisata budaya yang menarik wisatawan dari berbagai daerah.

Beberapa daya tariknya antara lain:

  • Iring-iringan kapal nelayan yang dihias meriah.
  • Prosesi larung sesaji di tengah laut.
  • Atraksi seni dan budaya khas Pantura.
  • Kuliner hasil laut segar.
  • Keramahan masyarakat pesisir.

Suasana yang meriah menjadikan tradisi ini sebagai salah satu event budaya terbesar di wilayah pesisir Kabupaten Subang.

Nilai Sosial dalam Tradisi Nadran

Tradisi nadran tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong masyarakat. Seluruh proses penyelenggaraan melibatkan nelayan, pemerintah desa, koperasi nelayan, tokoh masyarakat, hingga para pemuda.

Melalui tradisi ini, nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta pelestarian budaya lokal terus diwariskan kepada generasi muda sehingga identitas budaya masyarakat pesisir tetap terjaga.

Upaya Pelestarian Upacara Nadran di Blanakan Subang

Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Blanakan tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan tradisi ini. Dukungan dari pemerintah daerah, komunitas budaya, serta masyarakat menjadi faktor penting agar upacara nadran tetap dikenal oleh generasi muda.

Pelestarian dilakukan melalui:

  • Edukasi budaya kepada pelajar.
  • Promosi sebagai destinasi wisata budaya.
  • Dokumentasi prosesi adat.
  • Keterlibatan generasi muda dalam kepanitiaan.
  • Pengembangan festival budaya berbasis masyarakat.

Dengan upaya tersebut, tradisi nadran diharapkan terus hidup sebagai warisan budaya yang membanggakan Kabupaten Subang.

Berita Terbaru

Erick Thohir Respons Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Desak Polisi Usut Tuntas

Erick Thohir Respons Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Desak Polisi Usut Tuntas

Nasional55 menit lalu
Isu BPJS Kesehatan Akan Dihapus Dibantah Pengelola, Layanan JKN Tetap Berjalan

Isu BPJS Kesehatan Akan Dihapus Dibantah Pengelola, Layanan JKN Tetap Berjalan

Nasional1 jam lalu
Diduga Cemburu, Pria di Madiun Habisi Istri Siri dan Anak 4 Tahun

Diduga Cemburu, Pria di Madiun Habisi Istri Siri dan Anak 4 Tahun

Nasional1 jam lalu
Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Nasional3 jam lalu
Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Nasional3 jam lalu
Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Olahraga4 jam lalu
209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

Nasional4 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Subang4 jam lalu
Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Nasional4 jam lalu