Warga Pertanyakan Hasil Usaha BUMDes Jatayu Desa Kotasari

PASUNDANEKSPRES.ID - Warga Desa Kotasari memnepertanyakan terkait pengelolaan BUMDes Jatayu yang dinilai tidak transparan serta belum memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Pasalnya, pengelolaan penyertaan modal dan hasil usaha BUMDes tersebut tidak transparan.
Warga meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan audit terhadap anggaran dana dan hasil usaha BUMDes Jatayu Desa Kotasari.
Permintaan audit ini muncul karena BUMDes yang bergerak di bidang Pertanian, Peternakan dan Perikanan tersebut, meskipun sudah berusia sekitar satu tahun, tidak menunjukkan perkembangan yang berarti malah justru menimbulkan kerugian.
"Kami minta APH agar segera turun untuk melakukan audit kepada pengurus serta pengelola dana BUMDes," ujar Panji mewakili warga kepada Pasundan Ekspres.
Selain itu, warga juga menyoroti soal transparansi laporan pendapatan dan pengeluaran BUMDes yang dinilai belum terbuka kepada publik.
BUMDes Jatayu Belum Berkembang, Hasil Tidak Diketahui
BUMDes Jatayu Kotasari yang bergerak di bidang usaha pertanian, perikanan dan peternakan hingga saat ini belum berkembang, bahkan hasil usaha tersebut belum dirasakan secara luas dan tidak diketahui sama sekali.
Atas kondisi tersebut, warga menduga adanya indikasi kolusi dalam badan pengurus BUMDes.
"Kami menduga adanya kolusi di badan pengurus BUMDes, oleh karena itu kami meminta pihak Inspektorat Kabupaten Subang segera mengaudit hasil BUMDes tersebut," ujar Edi warga lainnya.
"Kebanyakan warga tidak mengetahui berapa modal BUMDes dan berapa pendapatan setiap bulannya. Kami berharap APH tidak menutup mata atas dugaan penyimpanan Dana Desa yang di peruntukan untuk penyertaan modal Bumdes," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kotasari Kasmirah, menanggapi terkait adanya keluhan dari warga. Selama ini dirinya belum menerima laporan rinci mengenai aktivitas keuangan BUMDes sejak dirinya dilantik jadi kepala desa.
"Sejak dilantik saya belum menerima informasi detail mengenai pendapatan maupun pengeluaran BUMDes Jatayu," ungkap Kasmirah. (dan/sep)
