Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Warga Pertanyakan Hasil Usaha BUMDes Jatayu Desa Kotasari

D
Dadan RamdanEditor: Asep
|09:45 WIB
Bagikan:
Warga Pertanyakan Hasil Usaha BUMDes Jatayu Desa Kotasari
Kantor BUMDes Jatayu Desa Kotasari sepi aktifitas yang diduga menjadi sorotan warga.(Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Warga Desa Kotasari memnepertanyakan terkait pengelolaan BUMDes Jatayu yang dinilai tidak transparan serta belum memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Pasalnya, pengelolaan penyertaan modal dan hasil usaha BUMDes tersebut tidak transparan.

Warga meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan audit terhadap anggaran dana dan hasil usaha BUMDes Jatayu Desa Kotasari.

Permintaan audit ini muncul karena BUMDes yang bergerak di bidang Pertanian, Peternakan dan Perikanan tersebut, meskipun sudah berusia sekitar satu tahun, tidak menunjukkan perkembangan yang berarti malah justru menimbulkan kerugian.

"Kami minta APH agar segera turun untuk melakukan audit kepada pengurus serta pengelola dana BUMDes," ujar Panji mewakili warga kepada Pasundan Ekspres.

Selain itu, warga juga menyoroti soal transparansi laporan pendapatan dan pengeluaran BUMDes yang dinilai belum terbuka kepada publik.

BUMDes Jatayu Belum Berkembang, Hasil Tidak Diketahui

BUMDes Jatayu Kotasari yang bergerak di bidang usaha pertanian, perikanan dan peternakan hingga saat ini belum berkembang, bahkan hasil usaha tersebut belum dirasakan secara luas dan tidak diketahui sama sekali.

Atas kondisi tersebut, warga menduga adanya indikasi kolusi dalam badan pengurus BUMDes.

"Kami menduga adanya kolusi di badan pengurus BUMDes, oleh karena itu kami meminta pihak Inspektorat Kabupaten Subang segera mengaudit hasil BUMDes tersebut," ujar Edi warga lainnya.

"Kebanyakan warga tidak mengetahui berapa modal BUMDes dan berapa pendapatan setiap bulannya. Kami berharap APH tidak menutup mata atas dugaan penyimpanan Dana Desa yang di peruntukan untuk penyertaan modal Bumdes," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kotasari Kasmirah, menanggapi terkait adanya keluhan dari warga. Selama ini dirinya belum menerima laporan rinci mengenai aktivitas keuangan BUMDes sejak dirinya dilantik jadi kepala desa.

"Sejak dilantik saya belum menerima informasi detail mengenai pendapatan maupun pengeluaran BUMDes Jatayu," ungkap Kasmirah. (dan/sep)

Berita Terbaru

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Nasional58 menit lalu
Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Nasional1 jam lalu
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta1 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Nasional1 jam lalu
Manoe Coffee, Pilihan Tempat Meeting Nyaman di Tengah Kota Subang

Manoe Coffee, Pilihan Tempat Meeting Nyaman di Tengah Kota Subang

Lifestyle1 jam lalu
Fakta Terbaru Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD Pemalang: Pemkab Evaluasi Kepala Sekolah

Fakta Terbaru Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD Pemalang: Pemkab Evaluasi Kepala Sekolah

Nasional1 jam lalu
Rona Mairansyah Jadi Sekda, Posisi Kepala Bapenda Definitif Kosong

Rona Mairansyah Jadi Sekda, Posisi Kepala Bapenda Definitif Kosong

Headline1 jam lalu
DPRD Karawang Dorong BPD Sinergis dengan Kades

DPRD Karawang Dorong BPD Sinergis dengan Kades

Karawang1 jam lalu
Putusan MK soal Ijazah Gibran Jadi Sorotan, Ahli Minta KPU Diperiksa

Putusan MK soal Ijazah Gibran Jadi Sorotan, Ahli Minta KPU Diperiksa

Nasional1 jam lalu