Wisata Spiritual ke Makam Keramat Gunung Sunda Subang: Jejak Leluhur yang Masih Dijaga!

PASUNDANEKSPRES.ID - Tahu nggak, sih kalau Subang nggak cuma terkenal karena wisata air panasnya saja, tapi ada tempat wisata yang bisa kamu kunjungi, yaitu makam keramat Gunung Sunda Subang.
Kedengarannya seram, ya, tapi padahal Gunung Sunda ini punya pemandangan alam yang hijau dan menenangkan, lho.
Selain itu, di kawasan ini tersimpan kisah perjalanan leluhur Sunda yang masih dijaga hingga sekarang.
Soalnya di sini terdapat makam keramat, di mana masyarakat datang untuk melakukan ziarah, berdoa, sekaligus merawat tradisi yang diwariskan turun-temurun.
Asal-Usul Gunung Sunda
Dilansir dari laman Wargi Subang, Gunung Sunda terletak di Desa Cipancar, Kecamatan Serangpanjang, Subang.
Secara geografis, gunung ini juga menjadi batas alam dengan wilayah Bandung Barat. Namun bagi masyarakat, Gunung Sunda bukan sekadar bentang alam, ia adalah ruang spiritual sejak masa lalu.
Nama “Sunda” sendiri dipercaya berasal dari kata Sunhada, yang bermakna “tidak boleh melenceng dari ajaran Islam”.
Sebutan ini mencerminkan bahwa gunung tersebut pernah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan tempat memperdalam spiritualitas.
Dalam catatan lisan masyarakat, Gunung Sunda juga berkaitan dengan sejarah Kerajaan Padjajaran.
Di sinilah Eyang H. Prabu Darma Kusuma Langlang Buana, yaitu seorang tokoh spiritual yang diyakini pernah melakukan laku tapa, menyepi, dan memperdalam ilmu agama.
Makam-Makam Keramat Gunung Sunda Subang
Di puncak terdapat beberapa makam tokoh leluhur yang sangat dihormati. Makam-makam keramat berada di area hutan Gunung Sunda. Untuk menuju ke sana, pengunjung harus menempuh perjalanan:
- sekitar 7 km dari pusat Desa Cipancar, atau
- 2,5 jam trekking melalui jalur Curug Cijalu.
Walaupun medannya menanjak dan cukup melelahkan, tapi suasana hutan yang asri, udara yang bersih, membuat perjalanan bisa jadi terasa lebih ringan.
Di area petilasan juga tersedia mushola, tempat berteduh, serta pendampingan dari kuncen yang bertugas menjaga keamanan sekaligus memandu pengunjung.
Tidak ada tiket masuk, hanya uang sukarela yang biasanya diberikan kepada kuncen dan untuk kebersihan.
Biasanya orang datang ke tempat petilasan ini untuk berdoa, mencari ketenangan batin, atau untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
Jumlah pengunjung biasanya meningkat pada musim kemarau atau di hari-hari tertentu yang dianggap baik menurut tradisi.
Peziarah tidak hanya datang dari Subang, tapi juga dari Bandung, Jakarta, Riau, dan berbagai wilayah lain.
Nah, itulah mengenai makam keramat Gunung Sunda yang bisa kamu jadikan sebagai perjalanan wisata spiritual. Semoga artikel ini dapat membantumu.
(ipa)
