Zulkifly Serap Aspirasi Lewat Budaya dan Tradisi Lokal

PASUNDANEKSPRES.ID - Upaya mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus pelestarian budaya lokal digelorakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Zulkifly Chaniago Dapil SMS (Subang Sumedang Majalengka) melalui kegiatan 'Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya' ke pelosok pedesaan.
Program ini merupakan inisiatif DPRD Jabar untuk menjaga sekaligus menghidupkan kembali kekayaan seni tradisi di tengah gempuran budaya asing yang semakin kuat di kalangan generasi muda.
Kegiatan yang digelar secara terbuka untuk masyarakat Desa Kertajaya Kecamatan Tambakdahan Kabupaten Subang, mendapat sambutan dari warga, berbagai element masyarakat memadati lokasi acara, menikmati suguhan seni yang jarang mereka saksikan secara langsung di ruang publik, Senin (21/9/2026).
Politis senior partai yang berlambang Bintang Mercy dari daerah pemilihan Dapil IX Sumedang, Subang Majalengka ini mengungkapkan pelestarian budaya lokal dinilai sebagai kunci menjaga identitas masyarakat sekaligus memperkuat karakter generasi muda.
Zulkifly Chaniago Berharap Kesadaran Terhadap Pentingnya Melestarikan Budaya Daerah
Zulkifly Chaniago berharap melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melestarikan budaya daerah semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara wakil rakyat, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga identitas budaya Sunda di Kabupaten Subang.
"Selain soal kebudayaan, kami memastikan seluruh aspirasi masyarakat terkait infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga persoalan sosial lainnya akan ditampung dan dibahas di tingkat DPRD," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kertajaya Suhana Toyib, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Dewan Menyapa Warga yang dikemas dengan nuansa kebudayaan.
Menurutnya, pendekatan budaya dalam kegiatan pemerintahan dan sosial kemasyarakatan mampu mempererat kebersamaan serta membangkitkan rasa memiliki terhadap warisan budaya daerah.
Suhana Toyib menyebut program Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya ini dinilai efektif mendekatkan lembaga legislatif dengan masyarakat melalui pendekatan kearifan lokal.
"Kegiatan ini menjadi ruang yang menghubungkan para tokoh, seniman, dan masyarakat dalam satu semangat menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dicintai generasi muda," terangnya.(dan/sep)
