Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pekerja Pabrik Kapur Cipatat Didata, Pemprov Jawa Barat Fokus Pulihkan Lingkungan

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|09:49 WIB
Bagikan:
Pekerja Pabrik Kapur Cipatat Didata, Pemprov Jawa Barat Fokus Pulihkan Lingkungan
PENANGANAN: Pemprov Jabar siapkan langkah dalam menangani dugaan pencemaran lingkungan di kawasan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, termasuk pendataan terhadap para pekerja yang terdampak. Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

BANDUNG BARAT-Pabrik Kapur Cipatat menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyusul dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas industri pengolahan kapur di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Seiring dengan itu, Pemprov Jabar mulai mendata para pekerja di perusahaan-perusahaan pengolahan kapur sebagai bagian dari langkah penanganan dan evaluasi dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, pendataan terhadap para pekerja dilakukan agar pemerintah dapat menentukan langkah penanganan yang tepat. Upaya tersebut berjalan beriringan dengan penertiban aktivitas yang dinilai berdampak terhadap lingkungan.

Herman menyampaikan, sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kelestarian lingkungan menjadi prioritas utama. Pemerintah tidak akan membiarkan aktivitas eksploitasi yang terbukti menyebabkan pencemaran. "Pak Gubernur meminta agar kelestarian lingkungan menjadi prioritas. Jangan sampai terjadi eksploitasi yang kemudian menimbulkan pencemaran lingkungan. Faktanya memang ada pencemaran lingkungan dan saat ini sedang kami tertibkan," ujar Herman saat ditemui dalam kegiatan penertiban bangunan liar di kawasan Tagog Apu, Bandung Barat, Selasa (21/7/2026).

Menurut Herman, pemerintah juga memperhatikan keberlangsungan para pekerja yang terdampak. Saat ini Pemprov Jabar masih melakukan identifikasi untuk mengetahui jumlah pegawai serta kondisi mereka. "Nasib para pegawai juga harus diperhatikan. Saat ini kami sedang melakukan identifikasi dan pendataan. Nantinya akan kami carikan solusi terbaik agar kepentingan lingkungan tetap terjaga, namun hak-hak para pekerja juga tidak diabaikan," katanya.

Terkait sanksi terhadap perusahaan, Herman mengatakan pemerintah masih menunggu hasil koordinasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. "Nanti kita lihat. Saat ini DLH Provinsi dan Disnaker masih berkoordinasi dengan Pemkab Bandung Barat untuk menentukan langkah selanjutnya," pungkasnya.(ijr/sep)

Berita Terbaru

12 Tips Meningkatkan Skill untuk Bekerja di Kawasan Industri Subang

12 Tips Meningkatkan Skill untuk Bekerja di Kawasan Industri Subang

Lifestyle11 menit lalu
Anggota DPRD Jabar Andhika Jadi Pembina Apel Pembukaan Trip Observasi SMA Labschool Jakarta di Banceuy, Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter

Anggota DPRD Jabar Andhika Jadi Pembina Apel Pembukaan Trip Observasi SMA Labschool Jakarta di Banceuy, Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter

Headline44 menit lalu
Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

Nasional56 menit lalu
Otorita Ibu Kota Nusantara Gunakan Pendekatan Humanis, Fasilitasi Warga Tinggalkan Tahura Bukit Soeharto

Otorita Ibu Kota Nusantara Gunakan Pendekatan Humanis, Fasilitasi Warga Tinggalkan Tahura Bukit Soeharto

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Pojokan 324: Ah, Surya!

Pojokan 324: Ah, Surya!

Opini1 jam lalu
IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

Jawa Barat2 jam lalu
Cara DPRD Subang Mengawasi Hasil Pembangunan Infrastruktur, Tak Hanya Lewat Rapat

Cara DPRD Subang Mengawasi Hasil Pembangunan Infrastruktur, Tak Hanya Lewat Rapat

Subang3 jam lalu
Bukan Cuma Lapangan Kerja, Ini Dampak Industri terhadap Ekonomi Wisata Subang

Bukan Cuma Lapangan Kerja, Ini Dampak Industri terhadap Ekonomi Wisata Subang

Lifestyle4 jam lalu
Infak Subang Berseri di RSUD Ciereng Terus Mengalir, Kali Ini Terkumpul Rp2,44 Juta

Infak Subang Berseri di RSUD Ciereng Terus Mengalir, Kali Ini Terkumpul Rp2,44 Juta

Headline5 jam lalu
Peluang UMKM di Kawasan Industri Subang Makin Terbuka, Ini Daftar Usahanya

Peluang UMKM di Kawasan Industri Subang Makin Terbuka, Ini Daftar Usahanya

Subang5 jam lalu