Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ada Persoalan PHK, Serikat Buruh Tunda Demo ke Pabrik VinFast Asal Vietnam

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|09:40 WIB
Bagikan:
Ada Persoalan PHK, Serikat Buruh Tunda Demo ke Pabrik VinFast Asal Vietnam
Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Subang saat menggelar rapat menyikapi ditundanya demo ke PT VinFast Automobile Indonesia (VAI).(Cindy Desita Putri/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID – Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Subang urung menggelar aksi ke PT VinFast Automobile Indonesia (VAI). Alih-alih turun ke jalan, SPN memilih menempuh jalur dialog untuk membahas persoalan PHK terhadap anggota sekaligus pengurus PSP SPN PT VAI.

Wakil Ketua DPC SPN Subang, Irfan Saroful Mustaqim mengatakan, penundaan aksi yang semula dijadwalkan Jumat (2/10/2026) bukan berarti berkurangnya semangat perjuangan SPN. Penundaan dilakukan sebagai bagian dari upaya membuka ruang dialog untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan yang terjadi di PT VAI.

Menurut Irfan, persoalan yang menjadi perhatian SPN berkaitan dengan PHK terhadap anggota sekaligus pengurus PSP SPN PT VAI.

Ia menjelaskan, alasan manajemen terkait PHK tersebut disebut berkaitan dengan penilaian terhadap karyawan dan efisiensi. Namun, SPN menilai persoalan tersebut perlu dikaji lebih lanjut, terutama menyangkut proses penilaian terhadap pekerja yang sebelumnya memiliki pengalaman dan keahlian di bidang pekerjaan yang sama.

Pengurus PSP SPN PT VinFast

“Penundaan aksi yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 2 Oktober 2026, bukan berarti berkurangnya semangat juang federasi dalam penyelesaian masalah yang terjadi kepada pengurus PSP SPN PT VinFast Automobile Indonesia,” terangnya.

Irfan menyebut anggota SPN yang terkena PHK bukan kali pertama bekerja di perusahaan dengan jenis pekerjaan dan keahlian yang sama. Karena itu, SPN mempertanyakan alasan perusahaan yang menyatakan pekerja tersebut tidak lulus masa percobaan (probation) atau pelatihan (training).

“Perlu diketahui bahwasanya anggota kami itu bukan pertama kalinya bekerja di perusahaan dengan jenis pekerjaan dan skill yang sama. Namun, perusahaan menyatakan tidak lulus probation atau lulus training dan tidak sesuai kriteria untuk menjadi karyawan tetap atau lanjut ke tahap selanjutnya,” jelasnya.

Irfan menilai istilah tidak lulus probation maupun training perlu menjadi perhatian karena dapat menimbulkan persepsi bahwa pekerja tidak memiliki kemampuan untuk menjalankan pekerjaannya.

“Perlu digarisbawahi, pernyataan tidak lulus probation atau tidak lulus training itu bisa diartikan sebagai karyawan yang tidak bisa bekerja. Sementara mereka masuk bekerja melampirkan beberapa berkas administrasi, termasuk vaklaring dan sertifikasi sebagai bukti bahwa yang bersangkutan memang ahli di bidang tersebut,” tuturnya.

Meski sempat menyiapkan aksi, SPN menyatakan unjuk rasa bukan menjadi tujuan utama dalam memperjuangkan hak pekerja. Menurut Irfan, proses nonlitigasi tetap perlu ditempuh sebagai salah satu upaya mencari penyelesaian yang dapat diterima para pihak.

“Kami sepakat aksi unjuk rasa bukan tujuan utama. Proses nonlitigasi dirasa perlu dilakukan sebagai salah satu alat perjuangan,” ujarnya.

Irfan mengungkapkan, SPN dalam waktu dekat akan difasilitasi Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor untuk bertemu dengan perwakilan manajemen PT VinFast atau pemilik perusahaan.

“Alhamdulillah, dalam waktu dekat kita akan difasilitasi oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Bapak Afriansyah Noor bertemu dengan perwakilan manajemen PT VinFast (owner) guna membedah beberapa permasalahan yang menimpa pengurus PSP SPN PT VinFast Automobile Indonesia dan hal-hal normatif lainnya yang dirasa perlu untuk disampaikan,” ungkapnya.

SPN, lanjut Irfan, juga kembali memberikan ruang diskusi kepada manajemen PT VAI untuk mengkaji persoalan yang terjadi dengan mengedepankan asas keadilan dan kesetaraan perlakuan terhadap pekerja.

“Dengan begitu, SPN kembali memberikan ruang diskusi internal kepada manajemen PT VAI untuk mengkaji permasalahan yang terjadi dengan mengedepankan asas keadilan, di mana seluruh karyawan berhak mendapatkan perlakuan yang sama di tempat kerja,” ucapnya.

Irfan menegaskan, SPN tetap berkomitmen menjaga hubungan industrial yang baik, harmonis, berkeadilan, dan berkelanjutan. Karena itu, pihaknya berharap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan melalui mekanisme dialog dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

SPN juga mengimbau para investor yang menjalankan usaha di Indonesia agar memahami dan mematuhi regulasi ketenagakerjaan yang berlaku, termasuk ketentuan mengenai kebebasan berserikat.

“Kami Serikat Pekerja Nasional sebagai perwakilan pekerja menghimbau kepada para investor agar patuh dan taat terhadap aturan dan regulasi ketenagakerjaan yang ada di Indonesia. Penting bagi pengusaha juga memahami isi UU Nomor 21 Tahun 2000 yang mengatur tentang kebebasan berserikat,” pungkasnya. (cdp/ysp)

Berita Terbaru

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle58 menit lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle2 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle3 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle4 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang4 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle4 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle4 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional5 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional5 jam lalu