BUMDes Sisihkan Hasil Usaha, 1.000 Warga Kasomalang Kulon Didaftarkan Program BPJS Ketenagakerjaan

PASUNDANEKSPRES.ID – Sebanyak 1.000 warga Desa Kasomalang Kulon, Kecamatan Kasomalang, mendapat akses kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan melalui skema pembiayaan awal yang bersumber dari sebagian hasil usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sauyunan.
Program tersebut menjadi upaya Pemerintah Desa Kasomalang Kulon memperluas perlindungan sosial masyarakat dengan melibatkan BUMDes. Dalam skemanya, BUMDes Sauyunan menanggung biaya awal kepesertaan, sedangkan pembayaran iuran selanjutnya dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat.
Kepala Desa Kasomalang Kulon, H. Amirudin, mengatakan pemerintah desa tidak ingin perlindungan sosial hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Desa bersama BUMDes juga perlu mengambil peran sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
“Dalam rangka mendukung itu, BUMDes Sauyunan Kasomalang Kulon menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk meng-cover biaya pertama, untuk kemudian masyarakat melanjutkan biaya seterusnya,” kata Amirudin, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan penting untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat ketika menghadapi risiko yang berkaitan dengan pekerjaan. Ia berharap jumlah penerima manfaat dapat terus bertambah secara bertahap melalui penyisihan hasil usaha BUMDes.
“Ke depan, semoga program ini bisa terus menjangkau masyarakat lainnya di Desa Kasomalang Kulon secara bertahap melalui skema penyisihan hasil usaha BUMDesa,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur BUMDes Sauyunan Kasomalang Kulon, Jaelani Husni, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen BUMDes agar keberadaan badan usaha desa memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Menurut Jaelani, BUMDes harus mampu menjalankan fungsi bisnis sekaligus memberikan manfaat sosial. Sebagian hasil usaha yang diperoleh dapat disisihkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Komitmen BUMDes Sauyunan Kasomalang Kulon
“Program ini merupakan keberlanjutan komitmen BUMDes Sauyunan Kasomalang Kulon yang di satu sisi menghasilkan profit atas usaha, namun di sisi lain menyisihkan dana sosial atas hasil usaha yang dampaknya terasa bagi masyarakat,” ujar Jaelani.
Program tersebut menempatkan sebagian hasil usaha BUMDes sebagai sumber pembiayaan awal kepesertaan jaminan sosial bagi warga. Pemerintah Desa Kasomalang Kulon berharap skema tersebut dapat terus berjalan sehingga cakupan perlindungan masyarakat semakin luas. (hdi/ysp)
