Cuaca Ekstrem Picu Risiko Gangguan Kesehatan Ternak, Disnakeswan Subang Minta Peternak Waspada

PASUNDANEKSPRES.ID - Cuaca ekstrem yang ditandai perubahan suhu dan kondisi lingkungan berpotensi memengaruhi kesehatan ternak. Meski demikian, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Subang menyatakan hingga saat ini belum ada laporan kematian ternak yang disebabkan oleh cuaca.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Kabupaten Subang, drh. Erlinawati Pasaribu menyampaikan, sejauh ini belum ditemukan korelasi antara kondisi cuaca dengan kasus penyakit maupun kematian ternak di wilayah Kabupaten Subang.
“Sejauh ini belum ada laporan kematian ternak karena cuaca. Untuk saat ini juga belum ada korelasi antara cuaca dan penyakit ternak,” terangnya kepada Pasundan Ekspres pada Rabu (14/10/2026).
Meski belum ditemukan kasus kematian ternak akibat cuaca, kewaspadaan tetap diperlukan. Perubahan suhu yang ekstrem, terutama panas berkepanjangan, dapat meningkatkan risiko stres panas pada hewan.
Kondisi tersebut, kata Erlina, berpotensi mengganggu nafsu makan, keseimbangan cairan tubuh, hingga daya tahan ternak terhadap penyakit.
"Untuk menjaga kesehatan ternak, kami mengimbau peternak untuk memastikan ketersediaan air bersih dan segar dalam jumlah cukup sepanjang hari. Tempat minum perlu dijaga kebersihannya, sementara kandang harus memiliki sirkulasi udara yang baik dan menyediakan area teduh agar ternak tidak terpapar panas berlebihan," kata Erlina.
Selain itu, lanjutnya, peternak perlu memperhatikan perubahan perilaku dan kondisi fisik hewan, seperti penurunan nafsu makan, napas terengah-engah, lemas, atau tanda-tanda gangguan kesehatan lainnya. Jika ditemukan gejala yang tidak biasa, pemeriksaan oleh petugas kesehatan hewan perlu segera dilakukan.
Erlina menyebut, pemantauan secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini sekaligus mencegah kondisi ternak memburuk.
Disnakeswan Subang Mengingatkan Peternak
Disnakeswan Subang juga mengingatkan peternak agar tidak mengabaikan perubahan kondisi lingkungan kandang. Upaya pencegahan melalui perawatan kandang, pemenuhan kebutuhan air, pemberian pakan yang memadai, serta pengawasan kesehatan secara berkala dapat membantu menjaga kondisi ternak tetap optimal.
"Dengan langkah antisipasi ini, peternak diharapkan mampu meminimalkan risiko gangguan kesehatan hewan selama kondisi cuaca tidak menentu, sekaligus menjaga produktivitas peternakan di Kabupaten Subang," pungkas Erlina.(cdp/ysp)
