Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dapat Atensi Gubernur, KDM Minta Kasus Dugaan Pembunuhan Satpam di Jatiluhur Segera Diungkap

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|09:34 WIB
Bagikan:
Dapat Atensi Gubernur, KDM Minta Kasus Dugaan Pembunuhan Satpam di Jatiluhur Segera Diungkap
BERIKAN DUKUNGAN: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan dukungan kepada penyidik Polres Purwakarta yang tengah menangani kasus kematian Sumarna (42), satpam di kawasan objek vital Waduk Jatiluhur yang ditemukan tewas mengambang dengan tangan terborgol. Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PURWAKARTA-Gubernur Jawa Barat, KDM minta kasus dugaan pembunuhan Satpam di Jatiluhur, dan memberi dukungan  penyidik Polres Purwakarta yang tengah menangani kasus kematian Sumarna (42).

Dukungan tersebut dengan mendatangi langsung Mapolres Purwakarta setelah sebelumnya ia terlebih dahulu mengunjungi kediaman keluarga korban, Senin (27/7/2026). 

Ia menyampaikan kepada wartawan bahwa kehadirannya sebagai bentuk dukungan agar penyelidikan bisa lebih intens dan penyidik segera mengungkap pelaku di balik dugaan pembunuhan tersebut.

"Yang pertama, tadi pagi saya bertemu dengan keluarga korban. Korban diduga pembunuhan. Hari ini saya juga bertemu Pak Kasatreskrim untuk menanyakan perkembangan. Kami meminta agar kasus ini segera terungkap karena ini menyangkut rasa aman masyarakat di Jawa Barat," kata KDM.

Menurutnya, pemerintah provinsi akan terus memberikan dukungan kepada aparat kepolisian dalam mengungkap berbagai kasus yang menjadi perhatian publik.

"Saya di berbagai titik selalu memberikan supporting terhadap berbagai kasus. Tugas gubernur memberikan rasa aman dan rasa nyaman bagi seluruh warga dengan berkolaborasi dan mendukung aparat kepolisian," ujarnya.

KDM bahkan berjanji akan membantu memperbaiki fasilitas ruang Satreskrim Polres Purwakarta apabila kasus tersebut berhasil diungkap.

"Supporting-nya sederhana, kasus ini harus segera terungkap. Kalau sudah terungkap, saya mau rehab ruangan Serse-nya," ucap KDM.

Selain mendorong percepatan pengungkapan kasus, Dedi juga menyoroti sistem keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur yang dinilai masih memiliki banyak kelemahan.

Ia mempertanyakan minimnya pengawasan melalui kamera pengawas (CCTV) di kawasan bendungan yang merupakan salah satu objek vital nasional dengan fungsi strategis sebagai pengendali banjir, penyedia listrik, air baku, irigasi pertanian hingga perikanan.

"Bayangkan perusahaan besar yang menjaga objek vital negara, masa di tanggulnya tidak ada CCTV. Seharusnya PJT 2 punya command center yang dipantau 24 jam. Semua titik harus dipantau sehingga setiap pergerakan orang bisa terdeteksi," katanya tegas.

Dedi meminta Perum Jasa Tirta (PJT) 2 segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di kawasan Waduk Jatiluhur, termasuk membangun pusat kendali (command center) untuk memantau seluruh area bendungan.

"Ini penting agar kawasan Jatiluhur terbebas dari berbagai ancaman. Bayangin loh, kalau di situ ada orang bawa mobil terus bawa bahan peledak lalu ditinggalkan di sana bagaimana?" katanya.

Diketahui, Sumarna (42), petugas keamanan di kawasan objek vital Waduk Jatiluhur, ditemukan meninggal dunia di perairan waduk pada Jumat (24/7/2026). 

Kasus tersebut menyita perhatian publik karena korban ditemukan masih mengenakan seragam dinas dengan kondisi tangan terborgol. 

Hingga kini Satreskrim Polres Purwakarta masih terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan berbagai alat bukti untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.(add/ysp)

Berita Terbaru

Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Purwakarta10 menit lalu
Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Lifestyle2 jam lalu
Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Nasional3 jam lalu
Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle4 jam lalu
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional4 jam lalu
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga4 jam lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional4 jam lalu
Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Subang4 jam lalu
Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Subang5 jam lalu