Dari Sawah Subang ke Panggung Nasional, Otong Wiranta Terpilih Jadi Sekjen KTNA 2026–2031

PASUNDANEKSPRES.ID - Perjalanan H. Otong Wiranta, S.P., M.M. menjadi Sekretaris Jenderal Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional periode 2026–2031 tidak lahir secara instan.
Berangkat dari keluarga petani di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Otong menapaki perjalanan panjang dari menggarap sawah hingga dipercaya mengemban amanah di tingkat nasional.
Sebelum terpilih sebagai Sekjen KTNA Nasional, Otong menjabat sebagai Ketua KTNA Provinsi Jawa Barat. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan panjangnya di dunia pertanian sekaligus dalam memperjuangkan aspirasi para petani dan pelaku sektor pangan.
Otong Wiranata Terbiasa Menemani Ayahnya ke Sawah
Darah petani mengalir dari sang ayah yang sejak dahulu menggantungkan kehidupan dari sawah. Sejak kecil, Otong terbiasa menemani ayahnya ke sawah. Dari lingkungan tersebut, ia perlahan mengenal berbagai pekerjaan pertanian, mulai dari mencangkul tanah hingga menanam dan merawat padi.
Namun, perjalanan Otong tidak hanya ditempa oleh pengalaman di lahan. Ia juga memiliki latar belakang pendidikan pertanian. Setelah menempuh pendidikan di Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA), Otong memilih bekerja di perusahaan agrochemical.
Di tengah kesibukannya bekerja, ia tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Otong kemudian menempuh studi di Universitas Winaya Mukti, Sumedang, dan berhasil meraih gelar sarjana pertanian.
Setelah beberapa tahun bekerja di perusahaan, Otong mengambil keputusan besar. Ia memilih meninggalkan dunia kerja formal dan membangun usaha pertaniannya sendiri.
Pada 2004, tekad itu diwujudkan. Tabungan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun digunakan sebagai modal untuk membeli lahan pertanian seluas sekitar 4.000 meter persegi.
Sejak saat itu, Otong terjun langsung menggarap lahannya. Ia menanam padi setiap musim tanam dan sesekali memanfaatkan sebagian lahan untuk menanam jagung.
Perjalanan sebagai petani bukan tanpa tantangan. Selama bertahun-tahun, Otong merasakan langsung bagaimana menghadapi berbagai persoalan pertanian, mulai dari proses produksi hingga risiko yang dihadapi petani saat menunggu hasil panen.
Lebih dari dua dekade bergelut di sektor pertanian membuat pengalaman Otong semakin matang. Kini, ia memiliki sawah seluas lebih dari dua hektare di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang.
Dari lahan tersebut, Otong tidak hanya mempertahankan profesinya sebagai petani, tetapi juga secara bertahap mengembangkan usaha hingga ke sektor hilir.
Bisnisnya berkembang dari penyediaan pupuk, produksi benih, hingga pengolahan dan pemasaran beras hasil produksi sendiri. Pengembangan usaha tersebut membuat aktivitas pertaniannya tidak berhenti pada proses budidaya, tetapi berlanjut hingga menghasilkan nilai tambah.
Bagi Otong, pertanian bukan sekadar profesi. Sawah menjadi sumber penghidupan sekaligus jalan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya.
Kepercayaan untuk memimpin di tingkat nasional menjadi babak baru dalam perjalanan Otong. Setelah sebelumnya memimpin KTNA Jawa Barat, kini ia dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal KTNA Nasional periode 2026–2031.
Posisi tersebut menempatkan Otong dalam ruang yang lebih luas untuk membawa pengalaman sebagai petani sekaligus pengurus organisasi tani ke tingkat nasional.
Perjalanan hidupnya menjadi gambaran bahwa pengalaman di lapangan dapat berjalan beriringan dengan pendidikan dan pengembangan usaha.
Dari seorang anak petani yang sejak kecil akrab dengan sawah, Otong kemudian memilih menjadi petani, membangun usaha pertanian, memimpin organisasi tani di tingkat provinsi, hingga kini dipercaya mengemban amanah di tingkat nasional. (cdp/ysp)
