Dinkes Subang Siagakan 40 Puskesmas Hadapi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

PASUNDANEKSPRES.ID – Dinkes Subang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 40 Puskesmas, RSUD Subang, rumah sakit swasta dan pos kesehatan diminta memastikan kesiapan pelayanan selama 24 jam.
Langkah tersebut dilakukan menyusul terbitnya Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Dwinan, MARS., mengatakan kesiapsiagaan dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap kemungkinan dampak erupsi. Meski hingga kini Subang belum mengalami hujan abu vulkanik secara langsung, potensi penurunan kualitas udara tetap menjadi perhatian.
“Kami instruksikan seluruh fasilitas kesehatan memastikan ketersediaan tenaga kesehatan, oksigen, pulse oximeter, obat asma, bronkodilator, inhaler beserta spacer, serta APD berupa masker N95/KN95 dan pelindung mata. Pelayanan gawat darurat gangguan pernapasan harus siap kapan pun,” ujarnya.
Dinkes Subang Mengaktifkan Surveilans Kesehatan Harian
Selain kesiapan tenaga dan sarana medis, Dinkes Subang mengaktifkan surveilans kesehatan harian. Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi sejak dini kemungkinan peningkatan penyakit yang berkaitan dengan paparan abu vulkanik maupun penurunan kualitas udara.
Sejumlah kondisi menjadi perhatian, antara lain peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), eksaserbasi asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), iritasi mata hingga gangguan kulit yang diduga berkaitan dengan paparan abu vulkanik.
“Data akan dilaporkan secara rutin melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons Situasi Khusus Kemenkes. Dinkes juga berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, dan DLH Subang untuk memantau kualitas udara, khususnya parameter PM2,5 dan PM10,” jelasnya.
Dinkes juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, pekerja luar ruangan serta masyarakat dengan penyakit kronis. Kelompok tersebut diminta mengurangi paparan udara luar apabila kualitas udara memburuk.
“Gunakan masker saat di luar ruangan, tutup rapat pintu dan jendela, serta perbanyak minum air putih. Jika mengalami sesak napas, batuk berdahak, atau mata perih, segera periksa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Kami pastikan layanan tetap optimal,” pesannya.
Dinkes Kabupaten Subang menegaskan perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap masyarakat akan terus dipantau berdasarkan informasi resmi dari PVMBG, BMKG, BNPB dan BPBD.
“Masyarakat diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” pungkasnya. (znl/ysp)
