Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Diskanak Purwakarta Perkuat Pengawasan Kesehatan Kuda, Datangi Istal Jirga dan Istal Radja di Darangdan

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|09:40 WIB
Bagikan:
Diskanak Purwakarta Perkuat Pengawasan Kesehatan Kuda, Datangi Istal Jirga dan Istal Radja di Darangdan
Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta memperkuat pengawasan kesehatan kuda melalui pelayanan kesehatan hewan di Istal Jirga dan Istal Radja, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.(Adam Sumarto/PasundaN Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Diskanak Purwakarta memperkuat pengawasan kesehatan kuda melalui pelayanan kesehatan hewan dan pemeriksaan sampel di laboratorium.

Upaya ini dilakukan untuk mendukung deteksi dini penyakit sekaligus memastikan kondisi kesehatan dan kesejahteraan (animal welfare) kuda tetap terjaga.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian World Rabies Day 2026 dan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan, sekaligus tindak lanjut pelayanan vaksinasi rabies gratis yang digelar Diskanak Purwakarta pada 17 September 2026.

Pelayanan kesehatan kuda dilaksanakan di Istal Jirga dan Istal Radja, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Petugas memberikan vitamin dan obat cacing, melakukan desinfeksi, serta mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium.

Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diskanak Purwakarta

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diskanak Purwakarta, drh. Wini Karmila, mengatakan pelayanan tersebut merupakan bagian dari surveilans kesehatan hewan untuk memantau kondisi kuda sekaligus mendeteksi kemungkinan penyakit sejak dini.

"Pelayanan ini tidak hanya memberikan perawatan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari surveilans untuk mengetahui kondisi kesehatan kuda dan mendeteksi penyakit sedini mungkin," kata Wini saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).

Sampel yang diambil selanjutnya diperiksa melalui koordinasi dengan Balai Veteriner Subang, Kementerian Pertanian. Pemeriksaan diarahkan untuk mendeteksi kemungkinan African Horse Sickness (AHS) dan Strangles, dua penyakit yang dapat menyerang kuda.

Wini menjelaskan, AHS merupakan penyakit akibat infeksi virus dari genus Orbivirus. Penularannya tidak terjadi secara langsung antarkuda, melainkan melalui vektor berupa serangga pengisap darah, terutama lalat kecil dari genus Culicoides.

Gejala AHS yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, pembengkakan di sekitar mata, kelopak mata, kepala dan leher, serta gangguan pernapasan. Pada kondisi tertentu, kuda juga dapat mengalami batuk dan mengeluarkan cairan berbusa dari hidung.

"Untuk AHS, salah satu upaya pencegahannya adalah pengendalian vektor atau serangga pembawa penyakit. Kuda juga dapat dikandangkan pada waktu aktivitas serangga pengisap darah meningkat, seperti pagi hari dan sore menjelang malam," ujarnya menjelaskan.

Sementara itu, Strangles merupakan penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Streptococcus equi subspesies equi. Penyakit tersebut dapat menyebar melalui kontak langsung antarkuda maupun secara tidak langsung melalui peralatan kandang, tempat pakan dan tempat minum yang terkontaminasi cairan hidung atau nanah.

Gejalanya dapat berupa demam, penurunan nafsu makan, keluarnya cairan bernanah dari hidung, serta pembengkakan dan abses pada kelenjar getah bening di bawah rahang. Dalam kondisi tertentu, pembengkakan tersebut dapat mengganggu saluran pernapasan.

Sebagai langkah pencegahan, pemilik kuda diimbau menerapkan biosekuriti secara ketat. Di antaranya dengan mengarantina kuda baru selama minimal empat minggu dan segera memisahkan kuda yang menunjukkan gejala sakit.

"Kalau ada kuda baru, sebaiknya dikarantina terlebih dahulu. Kemudian, apabila ada kuda yang menunjukkan gejala sakit, segera dipisahkan agar tidak menularkan penyakit kepada kuda lainnya," ucap Wini.

Selain berkoordinasi dengan Balai Veteriner Subang, Diskanak Purwakarta juga melakukan koordinasi dengan Bamin Pol Satwa (Kuda) Polda Jawa Barat. Koordinasi tersebut dilakukan karena sejumlah kuda yang mendapat pelayanan kesehatan dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan lomba berkuda Endurance Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia).

"Saya juga koordinasi dengan Bamin Pol Satwa Polda Jabar karena beberapa kuda dipersiapkan untuk kejuaraan lomba berkuda Endurance Pordasi. Jadi, kondisi kesehatan kuda perlu dipastikan dan dipantau dengan baik," kata Wini.

Ke depan, sambungnya, Diskanak Purwakarta akan memperluas pelayanan kesehatan kuda kepada pemilik secara perorangan di berbagai wilayah Kabupaten Purwakarta. Pelayanan tidak hanya menyasar kuda yang berada di istal, tetapi juga kuda delman dan kuda tarik yang digunakan masyarakat.

Perluasan pelayanan diharapkan dapat meningkatkan jangkauan pemantauan kesehatan hewan serta mendorong pemilik kuda lebih aktif menerapkan pola pemeliharaan dan pencegahan penyakit.

Melalui pelayanan yang dilakukan secara langsung dan berkelanjutan, Diskanak Purwakarta berupaya memastikan kondisi kesehatan kuda tetap terpantau, potensi penyakit dapat diketahui lebih awal, serta langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara tepat.

"Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga kesehatan dan kesejahteraan kuda, tetapi juga memberikan manfaat bagi pemilik dan masyarakat yang memanfaatkan kuda dalam berbagai aktivitas," ujar Wini.(add/ysp)

Berita Terbaru

Daftar Mapel Wajib dan Kisi-Kisi TKA SMA 2026, Lengkap dengan Materinya!

Daftar Mapel Wajib dan Kisi-Kisi TKA SMA 2026, Lengkap dengan Materinya!

Nasional9 jam lalu
Termasuk Sekda, 179 PNS di Subang Masuki Purna Tugas, Kang Rey Sampaikan Pesan tentang Pengabdian

Termasuk Sekda, 179 PNS di Subang Masuki Purna Tugas, Kang Rey Sampaikan Pesan tentang Pengabdian

Subang9 jam lalu
Zulkifly Serap Aspirasi Lewat Budaya dan Tradisi Lokal

Zulkifly Serap Aspirasi Lewat Budaya dan Tradisi Lokal

Subang9 jam lalu
Kebun Caracas dan Cinangling Dawuan Terbakar, Warga Diimbau Tak Lakukan Pembakaran Sampah dan Ilalang Sembarangan

Kebun Caracas dan Cinangling Dawuan Terbakar, Warga Diimbau Tak Lakukan Pembakaran Sampah dan Ilalang Sembarangan

Subang9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Lulusan SMK Jurusan Apa yang Mudah Mendapat Kerja di Subang? Cek Disini!

Lulusan SMK Jurusan Apa yang Mudah Mendapat Kerja di Subang? Cek Disini!

Subang10 jam lalu
Untuk Ketiga Kalinya, Taswan Sucipto Kembali Nyalon Kades Cidadap

Untuk Ketiga Kalinya, Taswan Sucipto Kembali Nyalon Kades Cidadap

Subang10 jam lalu
Skoring TKA SMA 2026, Ini Rentang Nilai dan Cara Membacanya

Skoring TKA SMA 2026, Ini Rentang Nilai dan Cara Membacanya

Nasional11 jam lalu
Tempat Ngopi Setelah Kerja di Subang, Pilihan buat Santai Sebelum Pulang

Tempat Ngopi Setelah Kerja di Subang, Pilihan buat Santai Sebelum Pulang

Subang12 jam lalu
RUU Reforma Agraria Disetujui Jadi Undang-Undang, Pemerintah Janjikan Penguatan Hak Rakyat atas Tanah

RUU Reforma Agraria Disetujui Jadi Undang-Undang, Pemerintah Janjikan Penguatan Hak Rakyat atas Tanah

Subang12 jam lalu
Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangkan Prasarana Lebih Optimal

Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangkan Prasarana Lebih Optimal

Nasional12 jam lalu