Harga Pakan Ikan Melonjak, Pembudidaya Subang Didorong Gunakan Pakan Alternatif

SUBANG – Harga pakan ikan melonjak masih jadi salah satu persoalan utama yang dihadapi pembudidaya ikan di Kabupaten Subang. Biaya produksi yang terus meningkat membuat Dinas Perikanan mendorong penggunaan pakan alternatif berbahan baku lokal untuk menekan ketergantungan terhadap pakan pabrikan.
Kepala Bidang Perikanan Air Tawar Dinas Perikanan Kabupaten Subang, Andriana, mengatakan pakan menjadi komponen terbesar dalam biaya usaha budidaya ikan. Karena itu, inovasi pakan alternatif terus didorong agar pembudidaya dapat mengurangi beban produksi.
Menurutnya, penggunaan pakan alternatif bukan bertujuan menggantikan pakan pabrikan sepenuhnya, melainkan sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial.
"Targetnya bukan mengganti 100 persen pakan pabrikan. Kalau sebelumnya bergantung penuh, paling tidak bisa dikurangi hingga sekitar 80 persen dengan memanfaatkan pakan alternatif," ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Selasa (7/7/2026).
Beberapa bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif di antaranya maggot, limbah organik, dan bahan hasil fermentasi. Pemanfaatan bahan lokal tersebut dinilai memiliki potensi untuk membantu menekan biaya operasional pembudidaya.
"Kita manfaatkan maggot, limbah-limbah organik, dan hasil fermentasi. Dinas Lingkungan Hidup juga sudah mengembangkan pemanfaatan limbah yang bisa dimanfaatkan kembali oleh pembudidaya," katanya.
Namun, penerapan pakan alternatif masih menghadapi tantangan. Menurut Andriana, sebagian pembudidaya masih membutuhkan dorongan untuk melakukan inovasi karena pembuatan pakan alternatif membutuhkan waktu, tenaga, dan kemauan untuk belajar.
"Pada akhirnya kembali lagi kepada pembudidayanya. Konsep pakan alternatif tidak bisa mengganti seluruh kebutuhan pakan, hanya membantu menekan biaya produksi," ungkapnya.
Ia berharap pembudidaya semakin terbuka terhadap inovasi agar biaya produksi dapat ditekan dan usaha budidaya ikan tetap berjalan secara berkelanjutan.
Dinas Perikanan Kabupaten Subang juga akan terus melakukan pendampingan agar pemanfaatan teknologi dan bahan lokal dapat diterapkan lebih luas oleh masyarakat pembudidaya.(hdi/ysp)
