Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Peringati HUT ke-81 RI, Anggota DPRD Jabar Andhika Serukan Pembangunan Merata hingga Pelosok Jabar

D
Dobi MaulanaEditor: Yusup Suparman
|09:21 WIB
Bagikan:
Peringati HUT ke-81 RI, Anggota DPRD Jabar Andhika Serukan Pembangunan Merata hingga Pelosok Jabar
Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra Andhika Surya Gumilar S.T., (tengah baju hitam) saat menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Sate Bandung, Senin (17/8/2026). (DOK TIM)

PASUNDANEKSPRES.ID - Memasuki usia ke-81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, pembangunan Jawa Barat dinilai tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan di pusat-pusat perkotaan. Kemerdekaan, menurut Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra Andhika Surya Gumilar, S.T., harus benar-benar dirasakan masyarakat hingga pelosok desa.

Andhika mendorong agar momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bagi pemerintah untuk memperkuat pemerataan pembangunan, terutama dalam sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Dorongan tersebut relevan dengan sejumlah persoalan pembangunan Jawa Barat yang hingga kini masih membutuhkan perhatian. Dalam dokumen arah pembangunan Jawa Barat, isu kemiskinan, kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, infrastruktur serta pemerataan pelayanan dasar masih menjadi bagian penting dari agenda pembangunan.

Menurut Andhika, kemerdekaan tidak boleh hanya dimaknai sebagai terbebasnya bangsa dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dan kehidupan yang layak.

“Semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan dalam bentuk pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai ada wilayah yang berkembang sangat cepat, sementara daerah lainnya masih tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan, kesehatan maupun infrastruktur,” ujar Andhika kepada Pasundan Ekspres, Selasa(18/8/2026).

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Subang, Sumedang dan Majalengka, Andhika menilai pemerataan menjadi pekerjaan penting pemerintah Jawa Barat ke depan. Profil DPRD Jawa Barat mencatat Andhika merupakan anggota Komisi V yang membidangi kesejahteraan rakyat.

Salah satu persoalan yang selama ini menjadi perhatian Andhika adalah ketimpangan akses pendidikan menengah di Jawa Barat.

Sebelumnya, ia menyoroti masih adanya kecamatan yang belum memiliki SMA atau SMK serta banyak kecamatan yang belum memiliki sekolah menengah negeri. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat anak-anak di wilayah pedesaan dan pinggiran menghadapi hambatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan.

“Pendidikan adalah fondasi kemerdekaan. Anak-anak di daerah harus mempunyai kesempatan yang sama dengan anak-anak di perkotaan. Jangan sampai masa depan seorang anak ditentukan hanya karena tempat tinggalnya jauh dari sekolah negeri,” tegasnya.

Menurutnya, pemerataan pendidikan juga tidak berhenti pada pembangunan gedung sekolah. Pemerintah harus memastikan ketersediaan guru, kualitas pembelajaran, sarana pendukung dan akses transportasi bagi peserta didik.

Andhika juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Jalan, jembatan, irigasi, air bersih hingga fasilitas publik menurutnya bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan bagian dari upaya membuka akses ekonomi masyarakat.

Arah pembangunan Jawa Barat sendiri menempatkan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi serta sarana air bersih sebagai bagian dari kebutuhan pelayanan publik yang harus diperkuat.

“Jalan yang baik berarti membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Begitu juga irigasi bagi petani dan sarana air bersih bagi masyarakat. Jadi pembangunan harus dilihat dari manfaatnya, bukan hanya berapa banyak proyek yang dibangun,” katanya.

Ia berharap pembangunan ke depan semakin memperhatikan wilayah-wilayah yang selama ini belum menjadi pusat pertumbuhan.

Selain pembangunan fisik, Andhika mengingatkan bahwa pemerataan kesejahteraan harus menjadi ukuran keberhasilan pembangunan.

Data Pemprov Jawa Barat mencatat tingkat kemiskinan Jabar pada 2025 berada di angka 6,78 persen atau sekitar 3,55 juta jiwa. Pemerintah juga terus mendorong pengurangan kemiskinan melalui peningkatan pendapatan, perlindungan sosial, akses kesehatan, pangan dan pemberdayaan ekonomi.

Karena itu, menurut Andhika, masyarakat harus diberikan ruang yang lebih besar untuk tumbuh secara ekonomi melalui UMKM, pertanian, ekonomi kreatif dan penciptaan lapangan kerja.

“Pembangunan harus membuat masyarakat semakin berdaya. Bukan hanya membangun infrastrukturnya, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk memanfaatkan pembangunan tersebut menjadi sumber kesejahteraan,” ujarnya.

Ia menegaskan, usia 81 tahun kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, DPRD dan masyarakat.

“Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat di pelosok sekalipun bisa merasakan negara hadir. Anak-anaknya bisa sekolah, jalannya baik, pelayanan kesehatannya mudah, ekonominya bergerak dan masyarakatnya punya masa depan,” pungkas Andhika. (hdi/ysp)

Berita Terbaru

Prancis Perluas Jam Malam Akibat Kerusuhan Biaya Hidup, Kemlu Pantau WNI

Prancis Perluas Jam Malam Akibat Kerusuhan Biaya Hidup, Kemlu Pantau WNI

Nasional14 menit lalu
Demo di Bandung Berujung Ricuh, Massa Serang Truk Polisi

Demo di Bandung Berujung Ricuh, Massa Serang Truk Polisi

Jawa Barat16 menit lalu
Seleksi 5 Jabatan Eselon II Subang Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Seleksi 5 Jabatan Eselon II Subang Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Subang18 menit lalu
Jadi Sekolah Maung, SMAN 1 Subang Siapkan Empat Program Prioritas Cetak Generasi Unggul

Jadi Sekolah Maung, SMAN 1 Subang Siapkan Empat Program Prioritas Cetak Generasi Unggul

Subang21 menit lalu
ADVERTISEMENT
SMK PGRI Subang Dukung Pengembangan Potensi Pelajar , Siap Jadi Tuan Rumah Lomba Tingkat SMP se-Jawa Barat

SMK PGRI Subang Dukung Pengembangan Potensi Pelajar , Siap Jadi Tuan Rumah Lomba Tingkat SMP se-Jawa Barat

Subang23 menit lalu
Uskup Agung Jakarta Kardinal Suharyo Tinjau IKN: Gereja Berwajah Inkulturasi Disiapkan Menjadi Basilika Pertama Indonesia

Uskup Agung Jakarta Kardinal Suharyo Tinjau IKN: Gereja Berwajah Inkulturasi Disiapkan Menjadi Basilika Pertama Indonesia

Nasional24 menit lalu
Anne Ajak Kader Golkar Kabupaten Purwakarta Jaga Kepercayaan Masyarakat , Tantangan Semakin Dinamis

Anne Ajak Kader Golkar Kabupaten Purwakarta Jaga Kepercayaan Masyarakat , Tantangan Semakin Dinamis

Purwakarta26 menit lalu
Beban Sejarah Masa Emas, Om Zein: Kami Akan Kembalikan Ruh Budaya di Purwakarta

Beban Sejarah Masa Emas, Om Zein: Kami Akan Kembalikan Ruh Budaya di Purwakarta

Purwakarta27 menit lalu
Polres Purwakarta Pererat Kemitraan dengan Insan Pers lewat Donor Darah

Polres Purwakarta Pererat Kemitraan dengan Insan Pers lewat Donor Darah

Purwakarta33 menit lalu
Kasus ISPA akibat Karhutla di Indonesia Tembus 300 Ribu, Hampir 70 Ribu Menimpa Balita

Kasus ISPA akibat Karhutla di Indonesia Tembus 300 Ribu, Hampir 70 Ribu Menimpa Balita

Nasional39 menit lalu