Kemenhaj Subang: Jadwal Umrah Masih Normal, Jemaah Diminta Cek Status Penerbangan

PASUNDANEKSPRES.ID – Calon jemaah umrah di Kabupaten Subang diminta memastikan jadwal keberangkatan dan status penerbangan melalui biro perjalanan masing-masing. Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Subang menyatakan, hingga saat ini belum menerima informasi mengenai perubahan jadwal keberangkatan jemaah umrah. Hal itu menyusul masih terjadinya konflik di Timur Tengah, khususnya Arab Saudi dengan Houthi Yaman.
Kemenhaj Kabupaten Subang
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenhaj Kabupaten Subang, Maman Sulaeman, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, aktivitas pelayanan umrah masih berlangsung seperti biasa.
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada pemberitahuan mengenai perubahan jadwal keberangkatan jemaah umrah dari biro perjalanan atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Dengan kondisi tersebut, calon jemaah umrah di Kabupaten Subang diharapkan tetap mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh pihak penyelenggara perjalanan masing-masing.
Maman juga mengimbau para jemaah agar memastikan kembali jadwal keberangkatan dan status penerbangan melalui biro perjalanan umrah yang mereka gunakan.
Menurutnya, komunikasi dengan pihak penyelenggara menjadi langkah penting untuk memperoleh informasi yang akurat, terutama apabila terdapat perkembangan yang berpotensi memengaruhi rencana perjalanan ibadah.
Selain itu, jemaah diminta untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial maupun pesan berantai yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
"Maka untuk penyelenggaraan ibadah haji, saat ini belum terdapat keberangkatan jemaah haji. Oleh karena itu, informasi mengenai keberangkatan haji perlu merujuk pada jadwal dan pengumuman resmi dari pihak berwenang," ungkapnya.
Kementerian Haji Kabupaten Subang mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi. Jemaah juga disarankan untuk terus menjalin komunikasi dengan pihak terkait guna memperoleh kepastian informasi.
"Dengan demikian, calon jemaah umrah maupun masyarakat yang tengah menantikan informasi penyelenggaraan ibadah haji diharapkan tetap mengikuti perkembangan melalui sumber resmi, sehingga dapat mempersiapkan perjalanan ibadah dengan baik dan terhindar dari kesalahpahaman akibat informasi yang tidak akurat," pungkasnya.(znl/ysp)
