Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Korban Meninggal Diduga Karena Tenggelam, Keluarga Pertanyakan Kematian TKI di Qatar

M
MaldiansyahEditor: Yusup Suparman
|09:20 WIB
Bagikan:
Korban Meninggal Diduga Karena Tenggelam, Keluarga Pertanyakan Kematian TKI di Qatar
Prosesi pemakaman Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Purwakarta, Rasem (38). Keluarga belum menerima penjelasan transparan mengenai penyebab pasti kematian almarhumah.(Maldiansyah/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID – Kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Purwakarta, Rasem (38), di Qatar menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi pihak keluarga. Hingga Minggu (25/10/2026), keluarga belum menerima penjelasan transparan mengenai penyebab pasti kematian almarhumah, meski jenazah telah tiba di tanah air.

Rasem, warga Desa Cipinang, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, dikabarkan meninggal dunia pada 21 Oktober 2026. Informasi awal yang diterima keluarga menyebutkan almarhumah meninggal akibat tenggelam saat berusaha menolong anak majikan yang terpeleset ke kolam.

Namun, kejanggalan ditemukan pihak keluarga saat melihat kondisi fisik jenazah. Dede Karyadi, tokoh masyarakat setempat yang juga merupakan kerabat dekat korban, mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa jenazah telah melalui proses otopsi, namun tidak ada satu pun dokumen resmi yang menyertai keterangan tersebut.

"Kami menerima jenazah dengan kondisi terdapat luka jahitan besar yang sangat diduga sebagai bekas otopsi dari rumah sakit di Qatar. Namun, sampai detik ini, kami tidak pernah menerima surat keterangan hasil otopsi tersebut. Ini yang membuat kami curiga dan menuntut kejelasan," ujar Dede Karyadi saat dikonfirmasi, Minggu (25/10/2026).

Dede menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun, dokumen yang seharusnya menjadi hak keluarga untuk mengetahui kronologi dan penyebab kematian secara medis dan hukum, tidak diserahkan secara utuh.

"Sampai saat ini kami tidak mendapatkan kejelasan secara pasti. Dari pihak PT dan instansi terkait, kami hanya menerima surat keterangan dari KBRI yang isinya menyatakan almarhum meninggal karena tenggelam. Tapi, itu tidak didukung bukti medis," tegas Dede.

Surat Keterangan Penyebab Kematian Resmi dari Kepolisian Qatar

Pihak keluarga melalui Dede Karyadi mendesak agar pihak terkait, termasuk perusahaan penempatan (PT) dan KBRI, segera menyerahkan tiga dokumen vital yang hingga kini belum diterima. Yaitu surat keterangan asli hasil otopsi dari Rumah Sakit di Qatar, surat keterangan penyebab kematian resmi dari Kepolisian Qatar dan dokumen pendukung lainnya yang memvalidasi kronologi kejadian.

"Bagaimana mungkin kami bisa menerima kenyataan jika buktinya tidak ada? Luka jahitan di tubuh almarhum adalah bukti fisik bahwa ada pemeriksaan forensik yang dilakukan, tapi laporannya disembunyikan atau tidak diberikan kepada ahli waris," tambahnya.

Lebih lanjut, Dede Karyadi menyatakan bahwa keluarga tidak hanya menuntut kebenaran atas penyebab kematian, tetapi juga hak-hak almarhumah yang harus dipenuhi oleh perusahaan pengirim.

"Kami mendesak PT yang memberangkatkan almarhumah untuk tidak lepas tangan. Mereka harus memfasilitasi komunikasi dengan pihak berwenang di Qatar dan memastikan hak-hak almarhumah serta ahli waris terpenuhi. Jangan sampai keluarga hanya diberi kabar duka, tapi haknya diabaikan," tutur Dede.

Ia juga mengimbau agar pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan perwakilan diplomatik di Qatar, dapat turun tangan langsung. Kejelasan ini bukan sekadar administrasi, melainkan hak asasi keluarga untuk mengetahui nasib anggota keluarganya yang bekerja di luar negeri.

"Kami akan terus menuntut penjelasan dan hak-hak jaminan atau tunjangan yang harus diperoleh almarhumah dari pihak terkait. Kami tidak akan berhenti sampai ada kejelasan yang terang, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai kepulangan jenazah hanya mengakhiri proses pemulangan, sementara pertanyaan keluarga tetap tidak terjawab," pungkas Dede Karyadi.(mas/ysp)

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline2 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat3 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta3 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang4 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle4 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang4 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta4 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta4 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang5 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang5 jam lalu