Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

SUBANG - Lapas Subang memperkuat program pembinaan warga binaan melalui penyelenggaraan pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.
Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Subang.
Kepala Lapas Kelas IIA Subang, Gatot Harisaputro menyampaikan, program pendidikan kesetaraan ini menjadi upaya memberikan akses pendidikan kepada warga binaan dan tahanan yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
"Mereka tetap diberikan kesempatan untuk belajar dan memperoleh pengetahuan selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas," terangnya.
Gatot menjelaskan, kegiatan pembelajaran tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta motivasi warga binaan untuk terus mengembangkan potensi diri.
Dia menyebut, pendidikan memiliki peran penting dalam proses pembinaan karena menjadi salah satu bekal bagi warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
“Lapas bukan hanya tempat menjalani masa pidana, tetapi juga tempat pembinaan. Melalui pendidikan kesetaraan ini, kami ingin memastikan Warga Binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar, meningkatkan pengetahuan, serta memperoleh bekal pendidikan yang dapat mereka manfaatkan ketika kembali ke masyarakat,” ujar Gatot.
Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan harus tetap diberikan kepada warga binaan sebagai bagian dari proses mempersiapkan mereka menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Gatot menambahkan, pelaksanaan pendidikan kesetaraan bersama SPNF SKB Subang juga menjadi bentuk dukungan Lapas Subang terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan akses pendidikan kesetaraan bagi warga binaan.
“Program ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui sinergi bersama SPNF SKB Subang, kami berharap pendidikan kesetaraan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga Warga Binaan memiliki pengetahuan, kepercayaan diri, dan kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah bebas,” tambahnya.
Selain membuka akses pendidikan, lanjut Gatot, program tersebut diharapkan mampu mendorong warga binaan memanfaatkan masa pembinaan dengan kegiatan yang produktif. Pendidikan juga diharapkan dapat membentuk pola pikir positif sekaligus meningkatkan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan.
"Bekal pendidikan yang diperoleh selama berada di lapas diharapkan dapat memberikan peluang lebih luas bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja," tutupnya. (cdp/ysp)
