Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

SUBANG - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyoroti tren penurunan perolehan suara PPP di Kabupaten Subang.
Hal tersebut disampaikan Uu dalam kegiatan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Subang di Gedong Sinder, Kecamatan Kasomalang, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, penurunan suara harus menjadi perhatian serius bagi jajaran pengurus baru. Momentum pelantikan tidak boleh berhenti sebatas seremoni, tetapi harus menjadi awal untuk melakukan pembenahan organisasi sekaligus membangun kembali kekuatan politik PPP di Kabupaten Subang.
Uu bahkan memasang target cukup jelas untuk Pemilu mendatang. PPP Subang ditargetkan mampu meraih sedikitnya satu fraksi utuh di DPRD Kabupaten Subang.
“Politik adalah momentum, dan momentum yang paling baik untuk PPP di Kabupaten Subang adalah hari ini. Kami menargetkan minimal meraih satu fraksi utuh, yaitu 5 kursi pada pemilu mendatang,” tegasnya.
Untuk mengejar target tersebut, Uu meminta kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Ahmad Buhori segera bergerak melakukan konsolidasi internal.
Menurutnya, pembenahan organisasi harus dimulai dari struktur paling bawah. Kepengurusan tingkat anak cabang, ranting hingga anak ranting harus dirapikan dan diperkuat di seluruh wilayah Kabupaten Subang.
Konsolidasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting sebelum PPP memperluas gerak melalui konsolidasi eksternal menjelang tahun politik berikutnya.
Uu juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal. Ia meminta agar tidak muncul kelompok atau faksi yang dapat mengganggu jalannya organisasi.
“Soliditas internal harus menjadi harga mati. Tidak boleh ada perpecahan atau faksi-faksi di dalam tubuh partai,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepengurusan baru harus mampu membangun pola kerja yang terkoordinasi. Setiap jajaran pengurus diminta memahami garis komando organisasi dan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.
“Kepemimpinan harus satu komando dan satu perintah. Tidak ada paksi-paksi, semuanya harus satu, dan komandannya adalah ketua yang bertugas,” tambahnya.(hdi/ysp)
