Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pabrik BYD Resmi Beroperasi di Subang

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|09:30 WIB
Bagikan:
Pabrik BYD Resmi Beroperasi di Subang
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, beserta pejabat lain menghadiri peresmian pabrik BYD di Subang.(Cindy DEsita Putri/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID  – Kabupaten Subang resmi menjadi salah satu basis produksi kendaraan listrik BYD setelah pabrik perakitan PT BYD Auto Indonesia di Subang Smartpolitan Industrial Park resmi beroperasi, Kamis (3/9/2026). Berdiri di atas lahan 126 hektare dengan investasi Rp11,6 triliun, fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi maksimal hingga 150 ribu unit kendaraan per tahun dan pada tahap awal telah melibatkan sekitar 5.000 pekerja lokal.

Peresmian pabrik tersebut menjadi bagian dari pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Jumlah tenaga kerja lokal bahkan berpotensi meningkat menjadi lebih dari 20 ribu orang apabila fasilitas produksi beroperasi dalam kapasitas penuh.

Vice President BYD Co., Ltd. Liu Xueliang mengatakan, fasilitas manufaktur BYD di Subang memiliki kemampuan produksi yang terintegrasi, mulai dari proses stamping, welding, painting, hingga assembly.

“Hari ini sangat penting, peresmian pabrik BYD di Indonesia. Ini tidak hanya penting bagi kami, tapi juga pemerintah Indonesia karena mendukung transformasi kendaraan,” kata Liu dalam sambutannya.

Menurut Liu, pembangunan pabrik di Indonesia menjadi bagian dari perjalanan panjang BYD dalam mengembangkan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV).

Ia menyampaikan, BYD menjadi salah satu produsen yang menghentikan produksi kendaraan konvensional berbahan bakar bensin dan diesel sejak 2022 dan kemudian sepenuhnya berfokus pada pengembangan kendaraan energi baru.

Pada 2025, BYD disebut telah menjual sekitar 4,6 juta unit kendaraan secara global. Sementara secara kumulatif, penjualan BYD telah mencapai 17,8 juta kendaraan hingga Agustus 2026.

“Perjalanan ini sudah 35 tahun,” ujar Liu.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai keputusan BYD membangun fasilitas produksi di Jawa Barat merupakan langkah yang tepat. Jawa Barat dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yakni mencapai 5,73 persen secara tahunan (year on year).

Peresmian pabrik tersebut juga dinilai menjadi momentum penting di tengah pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional yang terus meningkat.

Pabrik BYD Tidak Boleh Berhenti Pada Kegiatan Perakitan

Agus mengatakan, kehadiran pabrik BYD tidak boleh berhenti pada kegiatan perakitan kendaraan. Pemerintah mendorong investasi tersebut berkembang menjadi ekosistem industri kendaraan listrik yang lebih luas.

“Ke depan kami berharap investasi BYD tidak berhenti sampai pabrik, tapi juga meluas ke ekosistem kendaraan listrik,” kata Agus.

Ia menambahkan, investasi BYD merupakan bagian penting dari agenda pemerintah untuk mempercepat transformasi industri otomotif nasional menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

“Transformasi market menuju green mobility harus lebih cepat. Beliau (Presiden Prabowo) menyampaikan BYD harus sukses di Indonesia,” ujarnya.

Dia menyebut, realisasi investasi hingga berdirinya fasilitas produksi BYD di Indonesia merupakan proses panjang. Pemerintah, kata dia, terus mengawal investasi strategis tersebut agar memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian dan industri nasional.

“Realisasi investasi hingga berdirinya pabrik BYD di Indonesia, ini merupakan proses yang sangat panjang,” ucapnya.

-
BYD M6 DM Jadi Model Pertama, TKDN di Atas 40 Persen
Salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah adalah peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam produk kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia.

Model pertama yang diproduksi di fasilitas Subang adalah BYD M6 DM, dengan TKDN disebut telah mencapai lebih dari 40 persen.

Dengan resmi beroperasinya pabrik tersebut, BYD kini memiliki basis produksi kendaraan listrik di Indonesia. Fasilitas ini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga berpotensi menjadikan Indonesia sebagai bagian penting dari rantai pasok dan basis produksi kendaraan listrik di kawasan. (cdp/ysp)

Berita Terbaru

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Nasional5 jam lalu
Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Nasional5 jam lalu
BAZNAS Subang Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, Dorong Mustahik Bertransformasi Menjadi Muzaki

BAZNAS Subang Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, Dorong Mustahik Bertransformasi Menjadi Muzaki

Subang5 jam lalu
Ops Antik Lodaya 2026, Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater

Ops Antik Lodaya 2026, Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater

Subang6 jam lalu
ADVERTISEMENT
128 Pemanah Siap Ramaikan Latgab Perpani

128 Pemanah Siap Ramaikan Latgab Perpani

Subang6 jam lalu
Akta Kematian Jadi Dokumen Penting Administrasi Kependudukan

Akta Kematian Jadi Dokumen Penting Administrasi Kependudukan

Subang6 jam lalu
Prediksi Saham IHSG 14 Oktober 2026: Masih Rawan Koreksi atau Berpeluang Rebound?

Prediksi Saham IHSG 14 Oktober 2026: Masih Rawan Koreksi atau Berpeluang Rebound?

Lifestyle9 jam lalu
Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

Nasional10 jam lalu
Sinopsis Dead-End Job, Drama Misteri-Fantasi Tayang Akhir Oktober 2026

Sinopsis Dead-End Job, Drama Misteri-Fantasi Tayang Akhir Oktober 2026

Lifestyle10 jam lalu
PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

Nasional10 jam lalu