PAD Subang Tembus Rp718,7 Miliar, Baru 68,75 Persen Tercapai dari Target Rp1,045 Triliun

PASUNDANEKSPRES.ID - Realisasi PAD Subang hingga 13 Oktober 2026 mencapai Rp718,747 miliar atau 68,75 persen dari target tahunan sebesar Rp1,045 triliun. Pemerintah daerah masih harus mengejar sekitar Rp326,253 miliar untuk memenuhi target PAD hingga akhir tahun.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Subang, Dadang Darmawan menyampaikan, pihaknya tetap optimistis terhadap pencapaian target PAD 2026.
Namun, upaya optimalisasi pendapatan daerah juga dihadapkan pada sejumlah faktor eksternal yang dapat memengaruhi realisasi penerimaan.
Menurut Dadang, kondisi ekonomi makro, dinamika politik, hingga perkembangan isu nasional menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.
“Bapenda harus selalu optimistis dalam mencapai target PAD. Namun, tentu ada beberapa kondisi yang turut memengaruhi, seperti ekonomi makro, situasi politik, dan isu-isu nasional,” ujar Dadang saat diwawancara Pasundan Ekspres, Kamis (15/10/2026).
Capaian PAD Subang Masih Menyisakan Sekitar 31,25 Persen
Berdasarkan data realisasi per 13 Oktober 2026, capaian PAD Subang masih menyisakan sekitar 31,25 persen dari target yang telah ditetapkan.
Artinya, kata Dadang, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan dalam sisa waktu hingga penghujung tahun anggaran.
Dari empat komponen utama PAD, pajak daerah menjadi sumber dengan persentase realisasi tertinggi, yakni mencapai 79,48 persen. Posisi berikutnya ditempati retribusi daerah yang telah terealisasi sebesar 72,55 persen.
Sementara itu, pendapatan dari pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan baru mencapai 50,89 persen. Adapun komponen lain-lain PAD yang sah mencatatkan realisasi sebesar 33,77 persen.
"Perbedaan capaian tersebut menunjukkan bahwa setiap komponen pendapatan memiliki tantangan tersendiri dalam memenuhi target yang telah ditetapkan. Karena itu, optimalisasi penerimaan perlu dilakukan dengan memperhatikan potensi masing-masing sumber pendapatan," kata Dadang.
Dadang menegaskan, optimisme dalam mengejar target harus tetap diiringi dengan upaya mengantisipasi berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi penerimaan. Dengan demikian, langkah peningkatan PAD dapat disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan yang terjadi.
"Capaian PAD ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kemampuan Kabupaten Subang menggali sumber pendapatan secara mandiri. Semakin optimal penerimaan daerah, semakin besar pula ruang fiskal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," tutup Dadang.
-
Empat Sumber Tingkatkan PAD
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menyebut sedikitnya ada empat sumber pendapatan untuk meningkatkan PAD yang akan didorong, yakni optimalisasi pajak melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pemanfaatan aset tanah milik daerah, serta pengembangan kawasan Pujasera.
Reynaldy mengatakan strategi tersebut diperlukan untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah tanpa membebani masyarakat. Pemkab Subang, kata dia, harus mencari berbagai potensi pendapatan yang selama ini belum tergarap secara maksimal, terutama dari sektor usaha dan aset milik pemerintah daerah.
“Bapenda tugas nyari duit. Jadi saya sampai push ke Bapenda. Bagaimana caranya potensi sekecil apapun yang bisa kita cari,” kata Reynaldy dalam program Bincang-Bincang Pasundan, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Bapenda perlu lebih agresif menggali potensi pajak, termasuk dari perusahaan yang beroperasi di Subang. Sejumlah potensi yang mulai dioptimalkan antara lain pajak air tanah serta pajak makanan dan minuman yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.
“Kita harus cari uang, kita harus mencari sumber PAD yang maksimal tapi jangan membebankan masyarakat lagi,” ujarnya.
Selain Bapenda, Reynaldy meminta BUMD tidak hanya bergantung pada penyertaan modal pemerintah daerah. Perusahaan milik daerah harus mampu mencari peluang usaha dan memberikan keuntungan bagi daerah.
“BUMD harus mandiri cari peluang-peluang itu. Saat kondisi fiskal hari ini yang sangat keterbatasan ini, BUMD menjadi salah satu kaki pemda untuk bisa mencari potensi-potensi yang ada di Kabupaten Subang,” katanya.(cdp/ysp)
