Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pelaku Pembunuhan Marbot Masjid di Purwakarta Mengaku Tersinggung Ucapan soal Kondisi Ekonomi

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|10:02 WIB
Bagikan:
Pelaku Pembunuhan Marbot Masjid di Purwakarta Mengaku Tersinggung Ucapan soal Kondisi Ekonomi
DIGIRING PETUGAS. Pelaku pembunuhan marbot Masjid Al-Muhajirin, Fajar Sugama (35), digiring petugas Satreskrim Polres Purwakarta menuju Mapolres Purwakarta. Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PURWAKARTA – Pelaku pembunuhan marbot Masjid di Purwakarta tepatnya di Masjid Al-Muhajirin, Perumahan Metro Cikopo, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, mengaku sakit hati karena tersinggung ucapan korban yang berkaitan dengan kondisi ekonominya.

Kasatreskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan, motif sementara pembunuhan tersebut diduga dipicu rasa sakit hati pelaku terhadap perkataan korban.

"Motif sementara karena sakit hati terkait perkataan korban yang sering menyinggung keadaan ekonomi pelaku," katanya.

Menurut Made, pelaku diketahui sedang menghadapi persoalan ekonomi dan belum memiliki pekerjaan. Polisi masih mendalami perkataan korban yang diduga membuat pelaku tersinggung.

"Terkait dengan kondisi ekonomi pelaku, di mana pelaku ini masih tidak mendapatkan pekerjaan. Sementara korban ada perkataan yang tidak bisa kami sampaikan di sini karena berkaitan dengan pelaku juga, privasi pelaku. Itu yang mungkin membuat pelaku melakukan hal tersebut," ujarnya.

Polisi juga masih mendalami kondisi kejiwaan Fajar Sugama (35), pelaku pembunuhan tersebut. Hal itu dilakukan setelah warga sekitar menyebut pelaku diduga mengalami gangguan jiwa.

Namun, polisi belum dapat memastikan kondisi kejiwaan pelaku. Berdasarkan pemeriksaan sementara, Fajar masih dapat diajak berkomunikasi dan memberikan keterangan kepada penyidik.

“Untuk pelaku sementara masih bisa diajak berkomunikasi ketika kita periksa, namun, apabila ada kejiwaan, nanti akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan ke dokter kejiwaan,” kata Made kepada wartawan di Mapolres Purwakarta, Sabtu (8/8/2026).

Selain motif dan kondisi kejiwaan, polisi mengungkap aksi tersebut diduga telah dipersiapkan sebelumnya. Pelaku disebut telah membawa dua senjata tajam dari rumah sebelum mendatangi korban.

"Sudah direncanakan. Senjata sudah disiapkan dari awal. Nanti akan kami dalami lebih lanjut terkait barang bukti samurai maupun celurit," ucap Made.

Senjata tajam yang digunakan untuk menyerang korban juga telah dimiliki pelaku sebelumnya. Polisi menyebut senjata tersebut dibeli secara daring.

"Senjata tersebut sudah ada di rumah pelaku, pelaku membeli secara online," ucap Made mengungkapkan.

Fajar ditangkap polisi hanya beberapa jam setelah kejadian di kediamannya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Saat diamankan, pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pemeriksaan sementara, Fajar diketahui telah bercerai dan kini tinggal bersama orang tuanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 458 ayat (1) dan Pasal 466 ayat (3) tentang pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, korban berinisial AS (65) ditemukan tewas bersimbah darah di sekitar gerbang Masjid Al-Muhajirin pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai marbot masjid itu mengalami sejumlah luka terbuka akibat sabetan senjata tajam.

Berdasarkan rekaman CCTV yang telah diamankan polisi, korban saat itu tengah bersiap mengumandangkan azan Zuhur.

"Korban dalam posisi akan mengumandangkan azan Zuhur. Tiba-tiba pelaku datang membawa samurai di tangan kanan dan celurit di tangan kiri," ujar Made.

Penyerangan terjadi di luar bangunan masjid, tepatnya di area gerbang menuju masjid. Polisi menyebut korban tidak sempat melakukan perlawanan karena langsung diserang menggunakan senjata tajam.

"Korban tidak ada perlawanan karena pelaku langsung menghantam menggunakan senjata tajam," katanya.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bacok yang cukup parah di sejumlah bagian tubuh. Hingga kini jenazah masih menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, untuk memastikan penyebab kematian dan jumlah luka yang diderita korban.

"Sementara masih dilakukan autopsi. Luka yang dialami cukup parah, namun untuk jumlah pastinya kami masih menunggu hasil resmi autopsi," ujar Made. (add/ysp)

Berita Terbaru

Pembangunan Mal di Subang Bukan Cuma Soal Belanja, Ini Dampaknya bagi UMKM

Pembangunan Mal di Subang Bukan Cuma Soal Belanja, Ini Dampaknya bagi UMKM

Subang1 jam lalu
Kawasan Industri Suryacipta Subang Makin Berkembang, Peluang Usaha Ini Bisa Ikut Tumbuh

Kawasan Industri Suryacipta Subang Makin Berkembang, Peluang Usaha Ini Bisa Ikut Tumbuh

Lifestyle2 jam lalu
Jadwal dan Tempat Nonton Java United FC vs Persib Bandung, Pekan Kesembilan BRI Super League 2026/2027

Jadwal dan Tempat Nonton Java United FC vs Persib Bandung, Pekan Kesembilan BRI Super League 2026/2027

Olahraga5 jam lalu
Cara Cairkan BPJS Ketenagakerjaan 2026, Simak Syarat dan Langkah-Langkahnya

Cara Cairkan BPJS Ketenagakerjaan 2026, Simak Syarat dan Langkah-Langkahnya

Nasional6 jam lalu
Cetak Sejarah, Futsal Putri Kabupaten Subang Tembus Empat Besar Porprov XV Jabar

Cetak Sejarah, Futsal Putri Kabupaten Subang Tembus Empat Besar Porprov XV Jabar

Headline6 jam lalu
PJR Cipularang Ajak Santri di Purwakarta Tertib Lalu Lintas

PJR Cipularang Ajak Santri di Purwakarta Tertib Lalu Lintas

Purwakarta6 jam lalu
Hendak Tawuran di Pagaden, Tiga Remaja Diamankan Polisi dengan Dua Senjata Tajam

Hendak Tawuran di Pagaden, Tiga Remaja Diamankan Polisi dengan Dua Senjata Tajam

Headline7 jam lalu
Jam Buka Lembur Pakuan Subang, Wisata Desa Budaya Sunda yang Gratis dan Instagramable

Jam Buka Lembur Pakuan Subang, Wisata Desa Budaya Sunda yang Gratis dan Instagramable

Lifestyle7 jam lalu
Cara Aktifkan ATM BNI yang Mati Lewat Online, Cukup Pakai Aplikasi wondr Tanpa ke Bank

Cara Aktifkan ATM BNI yang Mati Lewat Online, Cukup Pakai Aplikasi wondr Tanpa ke Bank

Lifestyle7 jam lalu
Loker Subang Terbaru November 2026, Ada Buat Lulusan SMA/SMK

Loker Subang Terbaru November 2026, Ada Buat Lulusan SMA/SMK

Jawa Barat9 jam lalu