Peletakan Batu Pertama Dafa Dream Land, Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Siapkan Kawasan Edukasi Terpadu 25 Hektare

SUBANG - Pondok Modern Darul Falah Cimenteng terus mewujudkan cita-cita membangun kawasan pendidikan berbasis wakaf. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Dafa Dream Land, kawasan edukasi yang diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran dan kemandirian santri di Desa Cimenteng, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang pada Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Modern Darul Falah Cimenteng H. Agus Maulana, Pimpinan Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Ustaz H. Komarudin, Kepala Desa Cimenteng Neneng, Sekretaris Kecamatan Cijambe Candra, perwakilan Polsek Cijambe, jajaran guru, tokoh masyarakat, Kepala MUI Cijambe, serta CEO Pasundan Ekspres Mohamad Fauzi.
Peletakan batu pertama menjadi awal pembangunan kawasan Dafa Dream Land seluas 12,5 hektare yang akan difungsikan sebagai area edukasi terpadu. Di dalamnya akan dikembangkan berbagai fasilitas pembelajaran, mulai dari pusat kajian ilmu, pertanian nanas, budidaya pohon aren beserta pengolahan gula aren, peternakan sapi dan domba, pertanian padi, pemancingan, hingga berbagai sarana edukasi lainnya.
Sementara itu, kawasan Pondok Modern Darul Falah yang telah berdiri di lahan seluas 2,5 hektare akan terus dikembangkan dengan fasilitas ruang kelas SMP dan Madrasah Aliyah Darul Falah Cimenteng, asrama putra dan putri, dapur santri, masjid, perpustakaan, serta sarana olahraga.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Modern Darul Falah Cimenteng H. Agus Maulana menyampaikan pembangunan pondok merupakan bukti nyata pertolongan Allah SWT melalui semangat wakaf yang telah diikrarkan sejak 2017.
"Ini adalah bukti kebesaran dan janji Allah SWT. Pondok Modern Darul Falah berdiri dengan konsep wakaf yang diikrarkan sejak tahun 2017. Semua yang terlibat melepaskan rasa kepemilikannya sehingga menjadi milik umat Islam. Sejak saat itu kami terus berjuang hingga hari ini pondok telah memiliki 406 santri," ujarnya.
Ia menjelaskan, lahan yang kini dikembangkan awalnya merupakan tanah wakaf yang terus bertambah berkat dukungan para dermawan.
"Kalau sebelumnya pondok berdiri di atas lahan 2,5 hektare, maka hari ini Alhamdulillah kami berada di kawasan lain yang luasnya sudah mencapai sekitar 12 hektare dari wakaf Bapak Haji Agus Hamid. Saat mencanangkan program ini pada 2024, kami berharap kawasan ini bisa berkembang hingga mencapai 25 hektare," katanya.
Menurut H. Agus, seluruh kawasan tersebut diperuntukkan bagi kemajuan pendidikan dan dakwah, bukan untuk kepentingan bisnis.
"Ini bukan bisnis. Kawasan ini milik umat untuk kemajuan pendidikan dan dakwah. Santri harus mandiri, bukan menjadi orang yang menggantungkan hidup kepada orang lain, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan setelah lulus," tegasnya.
Ia menjelaskan, konsep Dafa Dream Land dirancang agar santri tidak hanya memperoleh pendidikan agama dan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan di bidang pertanian, peternakan, hingga kewirausahaan.
"Nanti di sini ada pertanian, peternakan, dan berbagai aktivitas produktif lainnya. Semua santri akan belajar langsung. Hasil dari kawasan ini pun akan kembali untuk pengembangan pondok dan pendidikan para santri," ungkapnya.
Ke depan, kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti camping ground, jalur off-road, serta Dafa Pavilion yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan wakaf terpadu.
Di hadapan para tamu undangan, H. Agus menegaskan bahwa Pondok Modern Darul Falah ingin tumbuh dengan mengandalkan semangat kemandirian.
"Kami ingin pondok ini menjadi pondok yang mandiri, bukan pondok yang hidup dari proposal atau proyek. Kami ingin berdiri di atas kaki sendiri sehingga seluruh hasil pengembangan kawasan ini benar-benar kembali untuk kepentingan pondok dan umat," katanya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung pengembangan kawasan wakaf tersebut agar mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
"Dafa Dream Land bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi ikhtiar membangun peradaban melalui pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat. Semoga kawasan ini menjadi amal jariyah yang terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang," pungkasnya.
Apresiasi untuk Pondok Modern Darul Falah Cimenteng
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cijambe, Candra, menyampaikan apresiasi atas pengembangan kawasan pendidikan berbasis wakaf yang digagas Pondok Modern Darul Falah Cimenteng. Menurutnya, keberadaan kawasan tersebut akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi dunia pendidikan, tetapi juga bagi kemajuan wilayah Kecamatan Cijambe.
"Kami dari Pemerintah Kecamatan Cijambe menyambut baik pembangunan Dafa Dream Land ini. Konsep yang memadukan pendidikan, pertanian, peternakan, hingga pemberdayaan masyarakat sangat positif. Mudah-mudahan kawasan ini berkembang sesuai rencana dan menjadi kebanggaan masyarakat Cijambe maupun Kabupaten Subang," ujar Candra.
Ia berharap pembangunan kawasan wakaf tersebut dapat berjalan lancar serta mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sehingga mampu melahirkan generasi yang mandiri, berkarakter, dan memiliki bekal keterampilan untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Senada dengan itu, Kepala Desa Cimenteng, Neneng, mengatakan kehadiran Dafa Dream Land menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Cimenteng. Menurutnya, selain memperkuat sektor pendidikan, kawasan tersebut juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai aktivitas produktif yang akan dikembangkan.
"Kami sangat mendukung pembangunan kawasan wakaf ini. Semoga keberadaan Dafa Dream Land dapat memberikan manfaat yang luas, bukan hanya bagi para santri, tetapi juga bagi masyarakat Desa Cimenteng. Ke depan kami berharap kawasan ini mampu menjadi pusat pendidikan sekaligus destinasi edukasi yang membanggakan Subang," kata Neneng.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Cimenteng siap bersinergi dengan pihak pondok dalam mendukung pembangunan kawasan tersebut agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.(hdi/ysp)
