Pengambilan Nomor Urut Pilkades Patimban Ricuh, Pendukung Cakades Terlibat Lempar Batu

SUBANG-Pengambilan nomor urut dan penetapan tanda gambar calon kepala desa (cakades) di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, sempat diwarnai kericuhan pada Rabu (7/10/2026) pagi.
Kericuhan terjadi saat tahapan rapat pleno penetapan nomor urut dan tanda gambar calon kepala desa berlangsung. Situasi memanas setelah sejumlah pendukung calon kepala desa membawa alat peraga kampanye dan pengeras suara.
Kapolsek Pusakanagara AKP H. Warjo menyampaikan, kericuhan bermula ketika massa pendukung calon kepala desa hendak masuk ke kantor desa. Namun, terdapat aturan yang membatasi jumlah orang yang diperbolehkan masuk ke dalam ruangan pelaksanaan pleno.
“Jadi ada pendukung calon kepala desa yang membawa alat peraga kampanye dan pengeras suara. Kemudian massa pendukung ingin masuk ke kantor kepala desa, tetapi ada aturan bahwa yang diperbolehkan masuk hanya tiga orang,” terangnya saat dikonfirmasi Pasundan Ekspres, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut kemudian memicu cekcok antara massa pendukung dengan pihak yang berada di lokasi. Situasi pun sempat memanas hingga terjadi aksi saling lempar batu.
“Terjadi cekcok, kemudian ribut dan terjadi lempar-lemparan batu,” katanya.
Warjo menyebut kericuhan tersebut tidak berlangsung lama. Petugas kepolisian bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) langsung turun tangan memberikan imbauan kepada massa pendukung untuk menjaga ketertiban.
“Kejadiannya tidak berlangsung lama, kurang lebih sekitar lima menit. Setelah itu anggota kepolisian bersama Forkopimcam memberikan imbauan dan membubarkan massa pendukung calon kepala desa,” ucapnya.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, pelaksanaan tahapan Pilkades di Desa Patimban kembali berjalan. Dalam rapat pleno tersebut, tiga calon kepala desa ditetapkan beserta nomor urutnya.
Nomor urut 1 ditempati Ari Setyadi, nomor urut 2 M. Soleh, sedangkan nomor urut 3 Ibnu Almahdi.
Warjo memastikan personel Polsek Pusakanagara melakukan pengamanan selama proses penetapan nomor urut dan tanda gambar calon kepala desa. Pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada para calon maupun masyarakat serta memastikan tahapan Pilkades berlangsung tertib.
“Alhamdulillah setelah dilakukan imbauan dan pembubaran massa, situasi kembali kondusif. Kegiatan tahapan penetapan nomor urut dan tanda gambar calon kepala desa dapat berjalan kembali,” pungkasnya. (cdp)
