Percepat Transformasi Pendidikan, Guru Diminta Manfaatkan Teknologi

PASUNDANEKSPRES.ID - Sebanyak 50 guru SD di Subang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran di Ciater. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Bimtek digitalisasi pembelajaran tersebut dilaksanakan selama empat hari, mulai 14 hingga 18 September, dengan menghadirkan guru SD atau guru kelas sebagai peserta.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Apud Setiawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari fasilitasi Kementerian Pendidikan Dasar untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran.
“Alhamdulillah, saya tadi sudah membuka Bimtek Digitalisasi khusus jenjang SD. Kebetulan kami juga difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dengan mengundang para guru jenjang SD atau guru kelas untuk dilatih dan dibina sebanyak 50 guru SD,” ujar Apud saat diwawancara Pasundan Ekspres pada Senin (14/9/2026).
Digitalisasi Dalam Dunia Pendidikan
Menurutnya, digitalisasi dalam dunia pendidikan saat ini tidak lagi sekadar pilihan tambahan. Perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat membuat kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi menjadi kebutuhan dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna.
“Kita harapkan di tengah transformasi pendidikan yang begitu cepat, teknologi saat ini tidak hanya sekadar opsional, tetapi menjadi kebutuhan dalam rangka menciptakan pembelajaran yang interaktif dan juga bermakna,” katanya.
Apud menegaskan, keberadaan 50 guru peserta Bimtek tidak boleh berhenti pada peningkatan kapasitas individu. Para peserta diharapkan mampu menjadi penggerak sekaligus fasilitator bagi guru-guru lain yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan.
Dengan pola tersebut, hasil Bimtek diharapkan dapat menyebar ke lebih banyak sekolah dan guru di Kabupaten Subang.
“Kami harapkan dengan adanya Bimtek ini bisa mengimbaskan kepada guru-guru yang lain yang belum berkesempatan ikut Bimtek. Kalau sekarang satu orang menjadi fasilitator, kemudian guru satu orang itu bisa mengimbaskan kepada guru yang lainnya,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat jumlah guru di Kabupaten Subang cukup besar. Apud menyebut terdapat sekitar 7.000 guru yang diharapkan secara bertahap dapat mengikuti dan menerapkan pembelajaran berbasis digital.
“Insya Allah mudah-mudahan dengan 50 orang dan kurang lebih 7.000 orang guru di Kabupaten Subang, pembelajaran digitalisasi ini ke depan bisa cepat terealisasikan,” ungkapnya.
Selain pelatihan, dukungan sarana juga menjadi bagian penting dalam mempercepat digitalisasi pendidikan. Menurut Apud, Kabupaten Subang telah mendapatkan dukungan berupa PID dari kementerian, termasuk perangkat laptop yang harus dimanfaatkan secara optimal.
Ia menekankan, perangkat dan fasilitas digital yang diberikan tidak boleh hanya digunakan oleh satu orang guru di setiap satuan pendidikan.
“Kita sudah dapat PID dari kementerian, harus kita manfaatkan. Tidak hanya PID tetapi juga laptop dan ini harus termanfaatkan dengan baik. Tidak hanya satu orang di satuan pendidikan, tetapi semua guru yang ada di satuan pendidikan bisa melaksanakan program digitalisasi ini,” tegasnya.
Menurut Apud, pemanfaatan teknologi di sekolah harus dilakukan secara bersama-sama. Guru yang telah memperoleh pelatihan memiliki tanggung jawab moral untuk membagikan pengetahuan dan keterampilan kepada rekan-rekan sejawat.
Dengan demikian, Bimtek tidak hanya menghasilkan 50 guru yang memiliki kemampuan digital lebih baik, tetapi menjadi pintu masuk untuk membangun ekosistem pembelajaran digital di sekolah dasar secara lebih luas.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang berharap proses tersebut dapat mempercepat kesiapan guru menghadapi perubahan pola pembelajaran di era teknologi.(hdi/ysp)
