Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Polisi Selidiki Misteri Potongan Kaki Bayi di Purwakarta

M
MaldiansyahEditor: Dobi Maulana
|10:17 WIB
Bagikan:
Polisi Selidiki Misteri Potongan Kaki Bayi di Purwakarta
MASIH DISELIDIKI: Aparat kepolisian menyelidiki temuan potongan kaki yang diduga milik seorang bayi di Kampung Cicariu, Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. (MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES)

PASUNDANEKSPRES.ID - Aparat kepolisian menyelidiki temuan potongan kaki yang diduga milik seorang bayi di Kampung Cicariu, Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Potongan tubuh tersebut ditemukan warga setelah diduga dimuntahkan seekor biawak yang berada di sekitar permukiman, Rabu (29/7/2026) petang.

Hingga Kamis (30/7/2026), polisi masih berupaya mengungkap asal-usul potongan tubuh tersebut. Selain menunggu hasil pemeriksaan forensik, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya tindak pidana yang berkaitan dengan temuan tersebut.

Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam melalui Kapolsek Plered AKP Ali Murtadho mengatakan, potongan kaki bayi pertama kali ditemukan oleh sejumlah anak yang sedang bermain di sekitar lokasi kejadian.

Menurutnya, saat itu anak-anak melihat dua ekor biawak sedang berkelahi. Tak lama kemudian, salah satu biawak diduga memuntahkan potongan tubuh yang menyerupai kaki bayi di depan pekarangan rumah warga.

"Potongan kaki bayi itu pertama kali ditemukan sama anak-anak. Ada muntahan dari biawak di depan rumah warga," ujar Ali, Kamis (30/7/2026).

Temuan tersebut kemudian dilaporkan warga kepada Bhabinkamtibmas Desa Batutumpang yang diteruskan ke Polsek Plered. Polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan potongan tubuh tersebut sebagai barang bukti.

"Kami mendapatkan laporan sekitar pukul 14.00. Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Plered langsung bergerak menuju lokasi kejadian," katanya.

Ali menjelaskan, kondisi potongan kaki saat ditemukan sudah mengalami kerusakan cukup parah sehingga sulit dikenali secara utuh. Kerusakan tersebut diduga terjadi setelah potongan tubuh itu ditelan satwa liar.

"Kalau dilihat memang seperti kaki bayi. Cuma sekarang sudah hancur karena sudah ditelan biawak," ujarnya.

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan penyebab kerusakan pada potongan tubuh tersebut maupun apakah terdapat tanda-tanda kekerasan.

"Belum jelas. Kami belum berani memastikan. Kami masih melakukan penyelidikan. Nanti lebih jelas setelah hasil pemeriksaan. Kita tunggu saja," tambahnya.

Untuk kepentingan penyelidikan, potongan tubuh tersebut telah dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta guna menjalani pemeriksaan forensik.

Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memastikan apakah potongan tersebut benar merupakan kaki bayi sekaligus membantu mengungkap identitas korban dan penyebab potongan tubuh itu berada di lokasi.

Sementara itu, polisi juga mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah warga di sekitar lokasi penemuan. Penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya laporan kehilangan bayi maupun informasi lain yang dapat mengungkap asal-usul potongan tubuh tersebut.

Hingga kini, misteri temuan potongan kaki yang diduga milik bayi itu masih menjadi perhatian warga. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melapor untuk membantu proses penyelidikan.(mas/ysp)

Berita Terbaru

Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Purwakarta19 menit lalu
Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Lifestyle2 jam lalu
Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Nasional3 jam lalu
Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle4 jam lalu
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional4 jam lalu
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga4 jam lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional5 jam lalu
Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Subang5 jam lalu
Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Subang5 jam lalu