Polres Subang Sukseskan Misi Pemerintah Percepat Swasembada Bawang Putih Nasional

SUBANG - Pemerintah bersama Polri mendorong percepatan swasembada bawang putih nasional di tengah ketimpangan antara produksi dan kebutuhan dalam negeri yang masih sangat lebar. Dari kebutuhan sekitar 600 ribu ton per tahun, produksi bawang putih nasional saat ini baru berkisar 39–40 ribu ton.
Kesenjangan tersebut menjadi tantangan serius yang ingin dijawab melalui gerakan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi, termasuk di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, kebutuhan bawang putih nasional masih sangat bergantung pada pasokan dari luar negeri. Kondisi itu dinilai harus segera diatasi melalui peningkatan produksi dalam negeri secara konsisten dan berkelanjutan.
“Kurang lebih 90 sampai 95 persen, sementara produksi kita 39–40 ribu ton, sementara kebutuhan kita 600 ribu ton per tahun. Ini adalah tantangan bagi kita semua,” kata Sigit dalam kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dan diikuti secara daring dari berbagai daerah.
Menurut dia, target swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan membutuhkan kerja bersama, bukan hanya mengandalkan satu institusi. Polri, kementerian, pemerintah daerah, kelompok tani hingga pelaku usaha didorong membangun ekosistem produksi dari hulu hingga hilir.
Di Kabupaten Subang, dukungan tersebut diwujudkan melalui penanaman bibit bawang putih di Area Blok Dozer PTPN Kebun Ciater, Kecamatan Ciater. Kegiatan dihadiri Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto, Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, PTPN dan kelompok tani.
Namun, tantangan swasembada tidak berhenti pada persoalan penambahan luas tanam. Keberhasilan program sangat ditentukan oleh produktivitas lahan, kualitas bibit, kepastian pasar, tata niaga hingga kemampuan menjaga hasil panen setelah produksi.
Secara nasional, dari target lahan 4.840 hektare yang diberikan Kementerian Pertanian, sebanyak 2.593,1 hektare telah terverifikasi. Lahan tersebut tersebar di 17 Polda dan 66 Polres. Dari total lahan terverifikasi, sekitar 927,6 hektare telah ditanami dengan melibatkan 117 kelompok tani dan 2.257 petani.
Pada penanaman serentak kali ini, terdapat 110 kelompok tani dengan 2.174 petani yang menggarap lahan seluas 279,53 hektare. Potensi produksinya diperkirakan mencapai sekitar 2.795 ton bawang putih.
Penguatan produksi juga dilakukan melalui dukungan sarana pertanian. Kelompok tani mendapatkan 90 unit hand tractor, satu unit traktor roda empat, 24 unit pompa air serta 17 ton pupuk Phonska Nitroku yang berasal dari kolaborasi Polri, Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia.
Sementara di sisi hilir, pemerintah dan Polri mulai menyiapkan infrastruktur penyimpanan melalui pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Lombok Timur. Gudang seluas 250 meter persegi tersebut memiliki kapasitas penyimpanan hingga 300 ton dan diarahkan untuk mendukung pengelolaan pascapanen serta menjaga kualitas komoditas.
Kepastian penyerapan hasil panen juga menjadi bagian penting dalam rantai produksi. Hasil panen nantinya akan diserap Bulog, termasuk untuk memenuhi kebutuhan bibit yang akan ditanam kembali. Skema tersebut diharapkan memberikan kepastian pasar sekaligus menjaga kesinambungan produksi petani.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto mengingatkan agar gerakan penanaman serentak tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis. Menurutnya, perlu ada gerakan yang konsisten untuk membangun ekosistem bawang putih nasional.
Swasembada, kata dia, tidak cukup hanya dengan memperluas lahan dan meningkatkan produksi. Pemerintah juga perlu memastikan penyerapan hasil panen, tata niaga yang sehat serta peningkatan kesejahteraan petani.
Di Subang, Polres Subang menyatakan siap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, kelompok tani dan pemangku kepentingan lainnya. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya terlihat pada momentum penanaman, tetapi berlanjut hingga tahap pemeliharaan, panen dan pemasaran.
Kapolres Subang, AKBP Andi Purwanto menyampaikan, langkah tersebut menjadi penting mengingat target swasembada bawang putih nasional menghadapi pekerjaan besar mengejar selisih produksi puluhan ribu ton menuju kebutuhan nasional yang mencapai sekitar 600 ribu ton setiap tahun.
"Dengan demikian, keberhasilan program ini bukan semata diukur dari luas lahan yang ditanami, melainkan dari seberapa jauh penanaman tersebut mampu menghasilkan produksi berkelanjutan, memperkuat posisi petani dan secara bertahap mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih dari luar negeri," tuturnya. (cdp)
