Sekda Baru Petakan Persoalan Daerah, Bupati Subang Reynaldy Lantik Rona Mairansyah, AP., M.Si jadi Sekretaris Daerah

PASUNDANEKSPRES.ID – Rona Mairansyah, AP., M.Si., resmi menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang setelah dilantik dan diambil sumpah/janji jabatannya oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Kamis (1/10/2026).
Memasuki jabatan barunya sebagai koordinator birokrasi Pemerintah Kabupaten Subang, Rona langsung menyiapkan langkah kerja dengan terlebih dahulu memetakan berbagai persoalan daerah. Ia ingin kebijakan yang diambil tidak sekadar merespons persoalan, tetapi menyentuh akar masalah agar tidak terus berulang.
“Kita mempelajari dulu seluruh permasalahan yang ada di Kabupaten Subang ini. Kita cari bottleneck yang terjadi, kita cari solusi, kita bentuk tim untuk membuat action plan beserta timeline-nya,” ujar Rona kepada awak media Pasundan Ekspres.
Menurut Rona, persoalan seperti pariwisata, banjir, stunting, kemiskinan hingga ketenagakerjaan membutuhkan penanganan yang terintegrasi. Karena itu, ia menempatkan Sekda sebagai orkestrator yang menyatukan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan dan pemangku kepentingan dalam satu tujuan.
“Sekda itu sebagai orkestrator ya, bukan sebagai administrator. Jadi saya akan mengorkestrasi seluruh potensi-potensi dan seluruh pihak-pihak terkait agar semuanya nyambung menuju tujuan bersama,” katanya.
Rona juga menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral dalam birokrasi. Setiap persoalan masyarakat, menurut dia, harus dicari penyebab utamanya dan diselesaikan secara bersama-sama.
Ia mencontohkan persoalan banjir. Penanganannya tidak cukup hanya dilakukan ketika banjir terjadi melalui pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak. Pemerintah juga perlu mengidentifikasi dan memperbaiki faktor yang menjadi penyebab banjir.
“Saya contohkan banjir. Banjir tidak hanya kemudian banjir dan memberikan bantuan makanan dan lain sebagainya. Tapi juga potensi banjirnya apa nih, itu yang harus diperbaiki,” ungkapnya.
Pendekatan tersebut, kata Rona, diharapkan membuat penyelesaian persoalan tidak berhenti pada penanganan dampak, tetapi mampu mencegah masalah serupa muncul kembali.
Meski demikian, Rona menyadari pembenahan birokrasi dan persoalan daerah tidak dapat dilakukan secara instan. Ia tidak menjanjikan perubahan dalam waktu singkat, namun memastikan setiap program harus menunjukkan perkembangan yang terukur.
“Memang jujur saja, ini tidak mudah dan tidak secepat yang diharapkan oleh masyarakat. Tapi paling tidak harus berprogres,” ucapnya.
Pesan Kepada Sekda Baru
Di sisi lain, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita memberikan sejumlah pesan kepada Sekda baru. Selain menjaga integritas, Rona diminta bergerak cepat dan memastikan seluruh perangkat daerah bekerja secara terkoneksi.
Reynaldy meminta berbagai hal yang telah berjalan baik pada masa Sekda sebelumnya tetap dipertahankan, sementara kekurangan harus segera dievaluasi dan diperbaiki.
“Apa yang sudah dilakukan Pak Sekda sebelumnya yang baiknya tolong dipertahankan, yang masih kurang tolong diperbaiki,” kata Reynaldy.
Bupati juga meminta Rona mampu mengikuti ritme kepemimpinannya yang menuntut kecepatan dalam menjalankan program dan kebijakan pemerintah daerah.
“Saya ingin Sekda yang baru ini bisa betul-betul berlari kencang mengimbangi gaya kepemimpinan saya ke depannya,” ungkapnya.
Menurut Reynaldy, Sekda memiliki posisi penting untuk menerjemahkan kebijakan kepala daerah hingga ke tingkat OPD dan kecamatan. Karena itu, fungsi orkestrasi birokrasi menjadi salah satu pekerjaan utama Rona.
“Sekda itu tugasnya mengorkestrasikan bagaimana setiap OPD bisa saling terkoneksi, bagaimana kebijakan pimpinan dengan yang ada di bawahnya, para camat dan para kepala OPD, bisa betul-betul nyambung dengan lancar,” jelasnya.
Tantangan Rona juga langsung dihadapkan pada agenda pemerintahan yang cukup padat. Dengan waktu sekitar tiga bulan tersisa hingga akhir tahun anggaran, ia harus ikut mengawal serapan anggaran sekaligus proses penetapan APBD Perubahan.
“Itu tugas berat Sekda karena memang tinggal tiga bulan lagi serapan anggaran, ditambah kita penetapan APBD Perubahan,” ujar Reynaldy.
Meski demikian, Bupati mengaku optimistis target serapan anggaran dapat dicapai. Ia berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya ketika serapan anggaran sempat menjadi sorotan, tetapi meningkat signifikan menjelang akhir tahun.
“Tapi saya optimis, sama seperti tahun lalu. Ketika tahun lalu digembor-gemborkan serapan kita kecil, tapi pada finishing-nya kita bisa mencapai 90 persen ke atas. Dan itu juga yang dilakukan sekarang,” katanya.
Reynaldy berharap Rona tidak hanya menjadi Sekda untuk 100 hari pertama, tetapi mampu menjadi penghubung yang efektif antara kepala daerah dan jajaran birokrasi dalam menjalankan kebijakan pemerintah daerah.
“Bagaimana Sekda yang baru ini bukan Sekda 100 hari, tapi target ke depannya bisa betul-betul menjadi penyambung lidah atau menjadi perpanjangan tangan bupati dan wakil bupati untuk menjabarkan setiap kebijakan,” kata Reynaldy.
Rona pun meminta dukungan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dalam menjalankan tugas barunya. Ia ingin membangun satu sistem kerja dan tujuan bersama agar penyelesaian persoalan daerah tidak berjalan secara sektoral.
“Mohon bantuan untuk semua elemen. Kita membentuk satu sistem, kita bentuk satu tujuan, menghasilkan satu sistem yang diharapkan bersama,” tuturnya.(cdp/ysp)
