Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Serapan APBD Subang Baru 53,75 Persen, Rp1,3 Triliun Anggaran Masih Belum Terserap

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|09:30 WIB
Bagikan:
Serapan APBD Subang Baru 53,75 Persen, Rp1,3 Triliun Anggaran Masih Belum Terserap
Kepala Bidang Perbendaharaan BKAD Kabupaten Subang, Budhi Purnama menjelaskan serapan APBD Subang tahun 2026.(Cindy Desita Putri/PasundaN Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Subang Tahun Anggaran 2026 hingga Jumat (11/9/2026) mencapai 53,75 persen.

Berdasarkan laporan capaian realisasi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dihimpun Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Subang, dari total pagu anggaran sebesar Rp2,821 triliun, realisasi belanja telah mencapai Rp1,516 triliun.

Sementara itu, masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp1,305 triliun atau sekitar 46,25 persen dari total pagu.

Kepala Bidang Perbendaharaan BKAD Kabupaten Subang, Budhi Purnama menyampaikan, data per 11 September 2026 menunjukkan, serapan APBD Subang terus mengalami peningkatan dibandingkan capaian pada periode sebelumnya. 

"Jika sebelumnya hingga Agustus realisasi belanja berada di kisaran 47,52 persen, kini telah meningkat menjadi 53,75 persen," terangnya kepada Pasundan Ekspres.

Artinya, kata Budhi, dalam rentang waktu tersebut terjadi peningkatan serapan sekitar 6,23 poin persentase.

Meski demikian, capaian tersebut masih menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah, mengingat waktu pelaksanaan APBD 2026 tinggal beberapa bulan.

"Jika dilihat berdasarkan SKPD, sejumlah organisasi perangkat daerah masih mencatatkan tingkat realisasi yang relatif rendah," kata Budhi.

Dinas Pertanian misalnya, memiliki pagu sebesar Rp30,46 miliar dengan realisasi Rp13,05 miliar atau 42,84 persen. Dengan demikian, masih terdapat sekitar Rp17,41 miliar anggaran yang belum terealisasi.

Kemudian Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dengan pagu Rp499,24 miliar baru merealisasikan Rp170,79 miliar atau 34,21 persen. Sisa anggarannya tercatat sekitar Rp328,45 miliar.

Terdapat Sekitar Rp182,05 Miliar Anggaran Belum Terealisasi

Sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memiliki pagu Rp274,58 miliar dengan realisasi Rp92,54 miliar atau 33,70 persen. Masih terdapat sekitar Rp182,05 miliar anggaran yang belum terealisasi.

Budhi menjelasakan, kondidi tersebut menunjukkan bahwa tingkat serapan antar-SKPD masih cukup beragam. Sejumlah perangkat daerah telah mencatatkan realisasi relatif tinggi, sementara beberapa lainnya masih berada di bawah 40 persen.

Di sisi lain, sejumlah kecamatan justru menunjukkan tingkat realisasi yang lebih tinggi.

Kecamatan Sagalaherang mencatatkan realisasi tertinggi dari tiga kecamatan yang tercantum dalam laporan, yakni 75,14 persen. Dari pagu Rp2,54 miliar, realisasinya mencapai Rp1,91 miliar dengan sisa sekitar Rp632,59 juta.

Kemudian Kecamatan Serangpanjang mencatat realisasi 72,71 persen, dengan pagu Rp2,35 miliar dan realisasi Rp1,71 miliar. Sisa anggarannya sekitar Rp643,31 juta.

Sedangkan Kecamatan Pusakanagara mencatat realisasi 71,67 persen. Dari pagu Rp2,43 miliar, anggaran yang telah terealisasi mencapai Rp1,74 miliar, sementara sisa sekitar Rp688,46 juta.

"Secara keseluruhan, laporan BKAD per 11 September 2026 menunjukkan pemerintah daerah masih harus mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dianggarkan, khususnya pada SKPD dengan tingkat serapan yang masih rendah," jelas Budhi.

Budhi menilai, percepatan tersebut menjadi penting agar anggaran yang telah dialokasikan melalui APBD dapat direalisasikan sesuai target, sekaligus memastikan program pembangunan dan pelayanan publik berjalan optimal hingga akhir tahun anggaran. 

Sorotan DPRD Subang
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Subang, A. Fauzi Ridwan, yang juga anggota Komisi III mengatakan, percepatan realisasi anggaran perlu tetap memperhatikan pelaksanaan kegiatan dan kualitas pekerjaan.

“Jangan sampai karena mengejar serapan, semua kegiatan dipaksakan menumpuk di akhir tahun. Kita ingin APBD terserap, tetapi kualitas pekerjaan dan manfaat bagi masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, realisasi anggaran tidak hanya dilihat dari persentase serapan, tetapi juga dari hasil kegiatan dan manfaat yang diterima masyarakat.

“Ukuran keberhasilan APBD bukan hanya berapa persen yang terserap. Yang lebih penting adalah apa output-nya dan apa manfaatnya untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang memiliki tingkat realisasi rendah.

Fauzi memastikan DPRD akan menggunakan fungsi pengawasan untuk memastikan anggaran yang telah disepakati dilaksanakan sesuai perencanaan.

“Kami tidak sedang mencari siapa yang salah. Kami ingin tahu masalahnya supaya bisa dicari solusinya. Tetapi jangan sampai persoalan baru terlihat ketika tahun anggaran sudah hampir habis,” ujarnya.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

Subang5 jam lalu
Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Subang5 jam lalu
Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Subang5 jam lalu
Pojokan 328: Mitelor

Pojokan 328: Mitelor

Opini8 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Lifestyle8 jam lalu
Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Lifestyle9 jam lalu
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Nasional9 jam lalu
Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Olahraga10 jam lalu
DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

Nasional10 jam lalu
Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Nasional10 jam lalu