Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Suplai Bahan MBG di Cisaat Belum Maksimal, Kopdes dan SPPG Temukan Titik Temu

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|09:20 WIB
Bagikan:
Suplai Bahan MBG di Cisaat Belum Maksimal, Kopdes dan SPPG Temukan Titik Temu
Audiensi antara pengurus Kopdes Merah Putih Desa Cisaat dengan pihak SPPG Ciater-Cisaat dan mitra yayasan di Halaman Kantor Desa Cisaat, Selasa (29/9/2026).(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID – Keterlibatan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Cisaat dalam memasok kebutuhan bahan pokok untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum berjalan maksimal. Sejumlah kebutuhan masih dipenuhi dari pelaku UMKM maupun pemasok di luar desa, karena koperasi dinilai belum memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Persoalan tersebut kemudian dibahas dalam audiensi antara pengurus Kopdes Merah Putih Desa Cisaat dengan pihak SPPG Ciater-Cisaat dan mitra yayasan di Halaman Kantor Desa Cisaat, Selasa (29/9/2026). Pertemuan yang disebut sebagai audiensi keempat itu akhirnya menghasilkan titik temu untuk memperkuat keterlibatan koperasi dalam rantai pasok MBG.

Ketua Kopdes Merah Putih Desa Cisaat, Uu Wawan Setiawan, mengatakan persoalan utama yang dibahas adalah belum optimalnya keterlibatan koperasi dalam memenuhi kebutuhan logistik MBG.

Menurut Uu, Kopdes Merah Putih memiliki peran dalam menyerap kebutuhan logistik program pemerintah, termasuk penyediaan bahan pokok. Hal itu, kata dia, sejalan dengan semangat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Dalam Inpres tersebut, Kopdes Merah Putih diarahkan untuk menjalankan kegiatan yang antara lain mencakup pengadaan sembako serta logistik desa dengan memperhatikan karakteristik dan potensi desa.

Kebutuhan Bahan Pokok MBG

Namun, Uu mengatakan kondisi di lapangan belum seluruh kebutuhan bahan pokok MBG di Desa Cisaat disuplai melalui koperasi. Sebagian kebutuhan masih dipenuhi melalui pelaku UMKM maupun pemasok dari luar desa.

“Yang menjadi tuntutan kami adalah bagaimana Kopdes bisa berjalan ketika menjalankan program pemerintah, khususnya SPPG. Suplai bahan pokoknya jangan sampai tidak melalui koperasi,” ujar Uu kepada Pasundan Ekspres.

Ia menegaskan, pihaknya tidak bermaksud mengambil alih seluruh rantai pasok MBG. Kopdes siap mengikuti kebutuhan dan standar yang ditetapkan SPPG.

“Kita siap berkomitmen dan menyuplai sesuai dengan kebutuhan MBG sesuai dengan tugas Koperasi Desa Merah Putih,” katanya.

Uu menyebut audiensi mengenai persoalan tersebut bukan kali pertama dilakukan. Pertemuan kali ini disebut menjadi pertemuan keempat dan mulai menghasilkan titik temu antara kedua belah pihak.

Sementara itu, PIC Yayasan Surya Jaya Mandiri, Tita Putri Astuti, didampingi Mitra SPPG Ciater, Daud, mengatakan pihak SPPG pada prinsipnya terbuka untuk berkolaborasi dengan Kopdes Cisaat.

Menurut Tita, salah satu persoalan yang sebelumnya membuat seluruh kebutuhan bahan baku belum dapat disuplai melalui koperasi adalah persyaratan legalitas. Masih terdapat sejumlah dokumen atau persyaratan yang perlu dilengkapi pihak koperasi.

“Dari hasil audiensi yang sudah kita lakukan, dari pihak SPPG Ciater-Cisaat terkait bahan bakunya sudah ada titik terang. Selama ini kenapa tidak semua bahan baku tersuplai dari koperasi, pertama kita terkendala legalitas,” ujar Tita.

Pihak koperasi diberikan waktu sekitar satu minggu untuk melengkapi persyaratan yang diperlukan. Setelah persyaratan terpenuhi, peluang kolaborasi penyediaan bahan baku akan diperluas.

“Ke depannya dari beberapa bahan baku nanti kita bisa berkolaborasi,” katanya.

Selain legalitas, SPPG memiliki standar kualitas dan kesegaran bahan baku yang harus dipenuhi. Khusus bahan basah seperti sayuran, kebutuhan harus dikirim setiap hari karena digunakan dalam kondisi segar.

“Kita sangat memegang komitmen, terutama dari bahan baku yang basah. Untuk sayuran dikirim setiap hari. Kita juga setiap hari melakukan PO, jadi harus ada pengiriman setiap hari. Fresh, kita juga tidak menggunakan frozen food maupun frozen vegetables,” jelasnya.

Meski demikian, Tita menegaskan kerja sama antara SPPG dan koperasi sebenarnya sudah berjalan untuk sejumlah kebutuhan. Di antaranya minyak goreng sekitar empat hingga lima karton per hari, susu, serta roti yang selama ini dipasok melalui koperasi.

“Selama ini kita juga bekerja sama. Setiap hari empat sampai lima karton minyak kita dari koperasi. Kalau ada pemesanan susu juga dari koperasi. Roti juga,” ujarnya.

Ke depan, pihak SPPG berharap kerja sama dengan Kopdes Cisaat semakin optimal. Tidak hanya memenuhi kebutuhan program MBG, kolaborasi tersebut juga diharapkan membuka ruang lebih besar bagi produk warga dan pelaku usaha lokal.

“Harapan saya kita bisa sama-sama berkomitmen satu sama lain terkait bahan baku. Yang kita minta dan yang dari koperasi tawarkan bisa sesuai, baik dari kualitas maupun waktunya, sehingga semuanya bisa berjalan lancar,” kata Tita.

Dengan adanya titik temu tersebut, persoalan keterlibatan Kopdes dalam rantai pasok MBG di Cisaat kini diarahkan pada penyelesaian persyaratan dan pembagian kebutuhan secara lebih jelas.

Kolaborasi tersebut selanjutnya akan diuji melalui pemenuhan legalitas, kualitas bahan baku, serta ketepatan waktu pengiriman agar kebutuhan MBG tetap terpenuhi sekaligus membuka ruang bagi koperasi dan pelaku usaha lokal untuk masuk lebih besar dalam rantai pasok program.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

PLN UID Jabar Raih Rekor MURI, Pemeliharaan Listrik Tanpa Padam Jaga Aktivitas Masyarakat Tetap Jalan

PLN UID Jabar Raih Rekor MURI, Pemeliharaan Listrik Tanpa Padam Jaga Aktivitas Masyarakat Tetap Jalan

Bandung Barat43 menit lalu
Perpani Bakal Gelar Latihan Gabungan Panahan di Subang

Perpani Bakal Gelar Latihan Gabungan Panahan di Subang

Subang1 jam lalu
Talenta Muda, Taofik Kaka Tembus Persib U-18

Talenta Muda, Taofik Kaka Tembus Persib U-18

Subang1 jam lalu
Bukan Hanya Seorang Kades, Dunengsih Jadi Sosok Sebagai Ibu

Bukan Hanya Seorang Kades, Dunengsih Jadi Sosok Sebagai Ibu

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Merasa Lupa Password? Ini Cara Login Instagram dengan Metode Lain

Merasa Lupa Password? Ini Cara Login Instagram dengan Metode Lain

Lifestyle2 jam lalu
Dahan Pohon Patah di Jalan Soklat Subang, Pengendara Ojol Jadi Korban

Dahan Pohon Patah di Jalan Soklat Subang, Pengendara Ojol Jadi Korban

Subang2 jam lalu
Kasus Influenza di Indonesia Meningkat, Kemenkes Beberkan Cara Cegah Anak Tertular

Kasus Influenza di Indonesia Meningkat, Kemenkes Beberkan Cara Cegah Anak Tertular

Lifestyle3 jam lalu
Skill yang Wajib Dimiliki Fresh Graduate untuk Kerja

Skill yang Wajib Dimiliki Fresh Graduate untuk Kerja

Lifestyle3 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang Oktober 2026, Ada Doctor X

Daftar Drama Korea Tayang Oktober 2026, Ada Doctor X

Lifestyle4 jam lalu
Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah

Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah

Nasional5 jam lalu