Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Angka Prekonomian dan Kemiskinan di Kabupaten Bandung Menurun di Tiga Tahun Terakhir

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|21:31 WIB
Bagikan:
Angka Prekonomian dan  Kemiskinan di Kabupaten Bandung Menurun di Tiga Tahun Terakhir
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Bandung H Marlan(DOK/PEMKAB BANDUNG)

SUBANG - Kabar gembira datang dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Angka kemiskinan di wilayah tersebut menunjukkan tren positif selama tiga tahun terakhir.

Pada tahun 2021, angka kemiskinan di Kabupaten Bandung mencapai 7,15%. Namun, berkat berbagai upaya dan program strategis yang dijalankan, angka tersebut berhasil diturunkan menjadi 6,8% di tahun 2022. Tren positif ini terus berlanjut di tahun 2023, dengan angka kemiskinan mencapai 6,6%.

Penurunan angka kemiskinan ini merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna. Salah satu program yang berperan penting dalam pencapaian ini adalah program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan.

Program Pinjaman Dana Bergulir Mendorong Perekonomian Masyarakat

Program pinjaman dana bergulir ini memberikan modal usaha sebesar Rp2 juta kepada masyarakat yang memiliki keterampilan dan kemampuan, namun terkendala modal usaha. Dana tersebut dapat digunakan untuk memulai atau mengembangkan usaha, sehingga membuka lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Program ini terbukti efektif dalam membantu masyarakat keluar dari jerat kemiskinan," jelas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bappeda) Kabupaten Bandung, H. Marlan, pada Rabu (3/7).

Lebih lanjut, Marlan menjelaskan bahwa rata-rata peminjam atau nasabah mampu mengembalikan pinjaman dalam waktu kurang dari 12 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga mendorong para peminjam untuk disiplin dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan mereka.

Komitmen Pemkab Bandung dalam Memerangi Kemiskinan

Selain program pinjaman dana bergulir, Pemerintah Kabupaten Bandung juga menjalankan berbagai program lain untuk memerangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa contohnya adalah:

  • Pelatihan keterampilan bagi para pemuda untuk bekerja di luar negeri
  • Penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat miskin
  • Pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi

Upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung menunjukkan komitmen yang kuat untuk memerangi kemiskinan dan membangun masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat. Dengan konsistensi dan inovasi dalam menjalankan program-programnya, diharapkan angka kemiskinan di Kabupaten Bandung dapat terus ditekan dan mencapai target yang telah ditetapkan.

Bupati Dadang Supriatna Optimis Mencapai Target Penurunan Kemiskinan

Bupati Dadang Supriatna menargetkan pada tahun 2025, dana bergulir ini dapat mencapai Rp100 miliar. "Selain program pinjaman dana bergulir, masih banyak program lain yang digulirkan oleh organisasi perangkat daerah Kabupaten Bandung, mulai dari pelatihan hingga kegiatan yang mendukung penciptaan lapangan kerja," ungkap Marlan.

Dengan berbagai program dan upaya yang dilakukan, Bupati Dadang Supriatna optimis bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Bandung dapat terus diturunkan dan mencapai target yang telah ditetapkan.

BACA JUGA:Ratusan Kendaraan di Subang Terjaring Razia Pajak Kendaraan Bermotor

Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Bandung merupakan kabar yang menggembirakan. Hal ini menunjukkan bahwa upaya dan program yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung efektif dalam membantu masyarakat keluar dari jerat kemiskinan. Diharapkan dengan konsistensi dan inovasi dalam menjalankan program-programnya, angka kemiskinan di Kabupaten Bandung dapat terus ditekan dan mencapai target yang telah ditetapkan.

Berita Terbaru

ITS Sabet Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia Tahun 2026 di IKN

ITS Sabet Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia Tahun 2026 di IKN

Nasional3 jam lalu
Analisa BMKG Munculnya Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau

Analisa BMKG Munculnya Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau

Nasional3 jam lalu
Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan untuk Keluarga Sudia

Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan untuk Keluarga Sudia

Headline4 jam lalu
10 Tempat Makan untuk Keluarga di Subang yang Nyaman dan Enak

10 Tempat Makan untuk Keluarga di Subang yang Nyaman dan Enak

Lifestyle4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Headline5 jam lalu
Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang7 jam lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline8 jam lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle8 jam lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional9 jam lalu
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang10 jam lalu