Erupsi Gunung Anak Krakatau, 784 Jemaah Umrah Sementara Dialihkan Berangkat dari Bandara Kertajati

PASUNDANEKSPRES-Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap rencana pemberangkatan jemaah umrah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sejumlah penerbangan yang sebelumnya dijadwalkan melakukan lepas landas maupun mendarat di Bandara Soekarno-Hatta untuk sementara dialihkan ke Bandara Kertajati Internasional Jawa Barat (BIJB).
Pengalihan penerbangan tersebut dilakukan hingga kondisi memungkinkan dan operasional Bandara Soekarno-Hatta dapat kembali dibuka secara normal. Kondisi ini menjadi perhatian Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kanwil Kemenhaj) Jawa Barat, khususnya dalam memastikan pelayanan dan keberangkatan jemaah tetap berjalan dengan baik.
Pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, Ketua Tim Peningkatan Kualitas Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus, H. Tendi Kartiandi, bersama stafnya, Yudi Galih, melakukan monitoring langsung terhadap proses pemberangkatan jemaah umrah di Bandara Kertajati.
Monitoring tersebut turut didampingi oleh pihak BIJB. Dalam kunjungan tersebut, H. Tendi melihat secara langsung proses pemberangkatan sebanyak 784 jemaah umrah yang terbagi dalam dua penerbangan menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Para jemaah yang sebelumnya direncanakan berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng kemudian diarahkan menuju Bandara Kertajati. Untuk mendukung proses pengalihan tersebut, pihak maskapai menyediakan transportasi bus bagi jemaah dari lokasi sebelumnya menuju Kertajati.
Pengalihan lokasi keberangkatan dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi operasional penerbangan menyusul dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Meskipun mengalami perubahan lokasi keberangkatan, proses pemberangkatan jemaah melalui Bandara Kertajati berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
H. Tendi Kartiandi mengatakan, monitoring dilakukan untuk memastikan proses pengalihan penerbangan sekaligus pelayanan terhadap jemaah tetap berjalan optimal. Pihaknya juga memastikan informasi mengenai perubahan rute dan lokasi keberangkatan dapat diterima dengan baik oleh seluruh pihak terkait.
“Kami memonitor langsung proses pemberangkatan untuk memastikan pengalihan penerbangan dari Cengkareng ke Kertajati dapat berjalan dengan baik. Alhamdulillah, seluruh jemaah dapat diberangkatkan dengan lancar dan tidak mengalami kendala berarti di Kertajati,” ujarnya.
Selain memantau keberangkatan jemaah, monitoring juga mencakup informasi terkait pengalihan penerbangan pada rute Madinah–Kertajati maupun Kertajati–Jeddah, baik untuk perjalanan keberangkatan maupun pemulangan jemaah umrah.
Menurutnya, monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya Kanwil Kemenhaj Jawa Barat dalam memastikan dampak pengalihan penerbangan akibat kondisi erupsi dapat ditangani dengan baik. Kelancaran perjalanan serta pelayanan dan kenyamanan jemaah tetap menjadi perhatian utama selama proses penyesuaian operasional penerbangan.
“Monitoring ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengalihan penerbangan tetap berjalan dengan baik, sehingga perjalanan jemaah umrah dapat berlangsung lancar dengan tetap mengutamakan pelayanan dan keselamatan jemaah,” pungkasnya.(znl)
