Becak Listrik Gratis dari Prabowo Masuk Lapak Jual Beli, Dihargai Rp8 Juta

PASUNDANEKSPRES.ID - Program bantuan yang seharusnya menjadi sarana penunjang penghasilan justru berujung pada transaksi jual beli. Sebuah becak listrik gratis yang diberikan Presiden Prabowo kepada masyarakat Kota Cirebon diketahui ditawarkan melalui merketplace media sosial seharga Rp8 juta.
Kemunculan salah satu unit di lapak jual beli membuat cerita bantuan tersebut berkembang ke arah berbeda. Kendaraan yang semula ditujukan untuk menunjang aktivitas penerima kini ditawarkan kepada pihak lain melalui transaksi pribadi.
Informasi penjualan itu diketahui dari salah satu penerima yang mengaku memasang becak listrik tersebut di marketplace. Ia juga menyampaikan bahwa kendaraan bisa didapat setelah proses transaksi diselesaikan.
Becak Listrik Gratis dari Prabowo Muncul di Marketplace
Penerima becak listrik tersebut beralasan bahwa kendaraan yang sudah diberikan kepadanya menjadi hak penerima. Pernyataan itu disampaikan ketika ia ditanya mengenai keputusan menjual unit bantuan tersebut.
“Barang yang sudah dikasihkan itu, bebas mau kita apain juga,” kata penerima tersebut, dikutip dari Radar Cirebon, Senin (8/9/2026).
Ia kemudian memberikan nomor WhatsApp sebagai jalur komunikasi apabila ada calon pembeli yang ingin melanjutkan transaksi.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya persoalan hukum, penerima itu menyatakan keyakinannya bahwa penjualan tersebut tidak akan berujung pada masalah hukum.
"Ngambil mtr dri dealer ga disetorin lalu d lengek aja itu ga dipenjara, aja maning beca aduhh cilikan kun baru ngentut bae," tulisnya.
(Mengambil motor dari dealer tidak dibayarkan lalu dibawa kabur saja tidak dipenjara, apalagi cuma becak, aduh, kecil begitu,)
Ia bahkan membuat perbandingan dengan kasus kendaraan lain untuk menjelaskan pandangannya.
Ketentuan mengenai pemanfaatan atau pengalihan barang bantuan tetap perlu dilihat dari aturan program dan mekanisme penyerahan yang berlaku. Pernyataan dari penerima tidak serta-merta menentukan apakah sebuah transaksi diperbolehkan atau tidak secara hukum.
Sementara itu, Pemerintah Kota Cirebon memiliki rencana berbeda terhadap pemanfaatan becak listrik yang telah disalurkan.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melihat kendaraan tersebut dapat mendukung aktivitas pengemudi sekaligus menjadi bagian dari pengembangan wisata kota.
Becak listrik dinilai dapat ditempatkan di lokasi yang ramai oleh masyarakat maupun wisatawan. Kawasan hotel berbintang dan stasiun termasuk titik yang disebut memiliki potensi untuk mendukung operasional kendaraan tersebut.
Pemkot Cirebon juga berharap keberadaan becak listrik gratis ini tidak berhenti sebagai bantuan kendaraan bagi pengemudi.
Kendaraan itu diharapkan bisa menjadi salah satu pilihan transportasi jarak dekat yang ikut memperkuat aktivitas wisata di sejumlah kawasan kota.
Effendi Edo bahkan menyebut telah meminta Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) agar jumlah unit dapat ditambah.
Penempatan tambahan becak listrik nantinya diharapkan dapat disesuaikan lokasi yang mendukung kegiatan wisata.
Rencana tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah melihat fungsi becak listrik secara lebih luas, bukan hanya sebagai kendaraan untuk mencari penghasilan. Kehadirannya juga dapat ditempatkan sebagai bagian dari fasilitas pendukung mobilitas wisatawan di Cirebon.
(pm)
