Kawasan Rebana Harus Jadi Motor Kemajuan Warga Jawa Barat

SUBANG- Kawasan Metropolitan Rebana digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Dengan nilai investasi yang terus meningkat dan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berjalan, kawasan rebana diproyeksikan mampu menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru. Namun di balik besarnya peluang tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Andhika Surya Gumilar mengingatkan agar masyarakat Jawa Barat, khususnya yang berada di kawasan Rebana, benar-benar menjadi penerima manfaat utama dari masuknya investasi.
Menurut Andhika, pembangunan kawasan Rebana tidak boleh hanya diukur dari besarnya nilai investasi, tetapi juga dari sejauh mana investasi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menekan angka pengangguran, dan melahirkan tenaga kerja lokal yang kompetitif.
"Rebana merupakan peluang besar bagi Jawa Barat. Namun yang paling penting adalah bagaimana masyarakat Jawa Barat menjadi pelaku utama, bukan hanya menjadi penonton di tengah derasnya investasi yang masuk," ujar Andhika.
Kawasan Rebana sendiri meliputi tujuh kabupaten/kota, yakni Kabupaten Subang, Majalengka, Sumedang, Indramayu, Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon. Kawasan ini menjadi salah satu proyek pengembangan ekonomi terbesar di Indonesia dengan dukungan infrastruktur strategis seperti Pelabuhan Patimban di Subang, Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jalan Tol Cipali, Cisumdawu, serta jaringan logistik yang terus berkembang.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan Rebana menjadi pusat pertumbuhan industri, logistik, manufaktur, petrokimia, otomotif, pangan, hingga ekonomi hijau. Berdasarkan dokumen pengembangan Kawasan Rebana, wilayah ini diproyeksikan mampu menarik investasi hingga Rp364 triliun dalam beberapa tahap pengembangan serta menciptakan lebih dari 1 juta lapangan kerja dalam jangka panjang.
Di Kabupaten Subang sendiri, geliat investasi terus menunjukkan tren positif. Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Subang mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp18,2 triliun, melampaui target Rp10,5 triliun. Sementara pada 2026, pemerintah kembali menaikkan target investasi menjadi Rp19,2 triliun seiring berkembangnya kawasan industri dan meningkatnya minat investor asing.
Investasi tersebut didominasi Penanaman Modal Asing (PMA) dari China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, hingga Vietnam yang bergerak di sektor manufaktur, otomotif, elektronik, logistik, dan industri pendukung lainnya.
Menurut Andhika, tingginya investasi harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menilai pemerintah perlu memperkuat pendidikan vokasi, Balai Latihan Kerja (BLK), serta kerja sama antara dunia pendidikan dan dunia industri agar tenaga kerja lokal mampu memenuhi kebutuhan perusahaan.
"Investasi sebesar apa pun tidak akan memberikan dampak maksimal apabila SDM lokal belum siap. Karena itu, pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, dan pendidikan vokasi harus menjadi prioritas. Anak-anak muda Jawa Barat harus memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri modern," katanya.
Selain itu, Andhika juga meminta pemerintah memperhatikan dampak sosial dari pembangunan kawasan industri. Ia menilai masyarakat sekitar kawasan investasi harus memperoleh manfaat nyata, mulai dari kesempatan kerja, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kualitas infrastruktur dasar.
"Jangan sampai investasi hanya menghadirkan bangunan pabrik yang megah, tetapi masyarakat di sekitarnya tidak merasakan manfaatnya. UMKM harus ikut tumbuh, tenaga kerja lokal harus terserap, dan kesejahteraan masyarakat harus meningkat. Itu yang menjadi ukuran keberhasilan pembangunan Rebana," tegasnya.
Politisi muda Partai Gerindra itu sangat optimistis Kawasan Rebana akan menjadi penggerak baru ekonomi Jawa Barat apabila pembangunan dilakukan secara inklusif. Ia berharap pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dan masyarakat dapat bersinergi sehingga investasi yang masuk benar-benar menghadirkan pemerataan ekonomi.
"Rebana adalah kesempatan emas bagi Jawa Barat. Tugas kita bersama adalah memastikan peluang ini dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat Jawa Barat, sehingga daerah kita semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, dan generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik," pungkas Andhika.(hdi)
