Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kawasan Rebana Jawa Barat, 7 Daerah Masuk Koridor Ekonomi Baru

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|15:00 WIB
Bagikan:
Kawasan Rebana Jawa Barat, 7 Daerah Masuk Koridor Ekonomi Baru
Foto: Bandar Udara Internasional Jawa Barat. (Sumber: Desk Jabar/Pikiran Rakyat)

PASUNDANEKSPRES.ID - Peta pembangunan Jawa Barat tidak hanya berpusat di Bandung dan kawasan sekitarnya saja. Bagian utada hingga timur provinsi ini juga tengah disiapkan sebagai pusat kegiatan ekonomi baru melalui Kawasan Rebana Jawa Barat.

Namanya berasal dari tiga titik utama, yakni Cirebon, Patimban, dan Kertajati. Ketiganya menjadi bagian penting dalam rancangan kawasan yang menghubungkan kegiatan industri, perdagangan, logistik, transportasi hingga pertanian.

Kawasan ini tidak berada di satu kabupaten saja. Wilayah Rebana mencakup tujuh kabupaten/kota yang memiliki karakter ekonomi berbeda, tetapi diarahkan untuk saling terhubung melalui jaringan infrastruktur dan kegiatan usaha.

Kawasan Rebana Jawa Barat

Mengutip dari akun Instagram resmi @kawasanrebana, Kawasan Rebana Jawa Barat meliputi:

  • Kabupaten Subang
  • Kabupaten Indramayu
  • Kabupaten Sumedang
  • Kabupaten Majalengka
  • Kabupaten Cirebon
  • Kota Cirebon
  • Kabupaten Kuningan

Subang memiliki posisi penting karena menjadi lokasi Pelabuhan Patimban sekaligus kawasan industri. 

Majalengka memiliki Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Cirebon berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa, sementara Indramayu memiliki basis pertanian dan energi.

Sumedang terhubung melalui jaringan transportasi menuju kawasan timur Jabar. 

Kuningan mempunyai potensi pertanian dan pariwisata yang dapat menjadi bagian dari kegiatan ekonomi kawasan.

Konsep tersebut membuat Rebana tidak hanya diarahkan untuk menjadi kawasan pabrik. Setiap daerah memiliki peran yang dapat saling melengkapi.

1. Infrastruktur Jadi Penghubung Utama

Salah satu fondasi pengembangan Rebana adalah konektivitas. Kawasan ini sudah terhubung oleh Jalan Tol Trans Jawa, Tol Cipali, Tol Cisumdawu, jalur kereta api ganda, serta terminal barang dan penumpang.

Tiga simpul utama juga berada di dalam kawasan, yaitu:

  • Pelabuhan Patimban di Subang untuk mendukung kegiatan logistik dan perdagangan.
  • BIJB Kertajati di Majalengka sebagai simpul transportasi udara.
  • Pelabuhan Cirebon yang mendukung aktivitas perdagangan dan distribusi.

Fasilitas pendukung lain juga tersedia, seperti bendungan, pembangkit listrik tenaga panas bumi, pembangkit listrik tenaga air, kilang minyak Balongan dan tempat pengolahan sampah akhir.

Rangkaian infrastruktur tersebut disiapkan untuk menopang aktivitas kawasan ketika kegiatan industri dan investasi berkembang lebih besar.

2. Industri, Investasi, dan Target 2030

Pengembangan industri menjadi salah satu bagian utama Kawasan Rebana Jawa Barat. Sebanyak 13 Kawasan Peruntukan Industri (KPI) dirancang untuk menampung berbagai kegiatan usaha.

Sektor yang dibidik mencakup manufaktur, otomotif, elektronika, logistik hingga agribisnis. Keberadaan industri diharapkan menciptakan rantai usaha baru, termasuk kebutuhan terhadap transportasi, pergudangan, jasa, makanan, hunian dan pemasok bahan baku.

Skala pengembangannya juga cukup besar. Berdasarkan Perpres Nomor 87 Tahun 2021, terdapat 81 proyek yang masuk dalam agenda pembangunan Kawasan Rebana.

Pemerintah memproyeksikan kawasan ini mampu mendorong perekonomian hingga 7,16 persen pada 2030, membuka peluang sekitar 4,39 juta lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui investasi hingga 7,77 persen.

Target tersebut tentu membutuhkan realisasi pembangunan secara bertahap. Infrastruktur perlu berjalan beriringan, sementara kebutuhan tenaga kerja harus dipersiapkan sejak awal.

3. Helmy Yahya Ditunjuk Kelola Kawasan Rebana

Pengelolaan kawasan juga mengalami perkembangan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunjuk Helmy Yahya sebagai Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana.

Badan pengelola tersebut bertugas membantu koordinasi pembangunan kawasan yang melibatkan tujuh kabupaten/kota. Posisi ini penting karena pembangunan Rebana tidak bisa dikerjakan oleh satu pemerintah daerah saja.

Pengembangan industri di Subang, misalnya, memiliki hubungan langsung terhadap kebutuhan transportasi dan logistik. Begitu pula perkembangan Kertajati yang berkaitan dengan akses dari wilayah lain.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Bagi warga di sekitar kawasan, perkembangan Rebana dapat membuka peluang pekerjaan dan usaha baru.

Ketika industri tumbuh, kebutuhan terhadap tenaga kerja ikut meningkat. Usaha lokal juga berpotensi mendapat pasar baru dari pekerja dan perusahaan yang beroperasi di kawasan.

Peluang tersebut mencakup sektor makanan, transportasi, jasa, perdagangan, tempat tinggal hingga usaha yang memasok kebutuhan industri.

Namun, pertumbuhan kawasan juga membutuhkan persiapan. Ketersediaan air, listrik, hunian, transportasi dan pengelolaan lingkungan harus mengikuti perkembangan jumlah industri dan penduduk.

Kualitas tenaga kerja menjadi bagian lain yang tidak kalah penting. Pelatihan dan pendidikan vokasi perlu disesuaikan agar masyarakat lokal memiliki keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.

(pm)

Berita Terbaru

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Nasional5 jam lalu
Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Nasional5 jam lalu
BAZNAS Subang Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, Dorong Mustahik Bertransformasi Menjadi Muzaki

BAZNAS Subang Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, Dorong Mustahik Bertransformasi Menjadi Muzaki

Subang6 jam lalu
Ops Antik Lodaya 2026, Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater

Ops Antik Lodaya 2026, Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater

Subang6 jam lalu
ADVERTISEMENT
128 Pemanah Siap Ramaikan Latgab Perpani

128 Pemanah Siap Ramaikan Latgab Perpani

Subang6 jam lalu
Akta Kematian Jadi Dokumen Penting Administrasi Kependudukan

Akta Kematian Jadi Dokumen Penting Administrasi Kependudukan

Subang6 jam lalu
Prediksi Saham IHSG 14 Oktober 2026: Masih Rawan Koreksi atau Berpeluang Rebound?

Prediksi Saham IHSG 14 Oktober 2026: Masih Rawan Koreksi atau Berpeluang Rebound?

Lifestyle9 jam lalu
Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

Nasional10 jam lalu
Sinopsis Dead-End Job, Drama Misteri-Fantasi Tayang Akhir Oktober 2026

Sinopsis Dead-End Job, Drama Misteri-Fantasi Tayang Akhir Oktober 2026

Lifestyle10 jam lalu
PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

Nasional10 jam lalu