Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Nyaris Terbakar, Gunung Gede Jadi Sorotan Dedi Mulyadi soal Komersialisasi dan Tata Kelola Pendakian

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:39 WIB
Bagikan:
Nyaris Terbakar, Gunung Gede Jadi Sorotan Dedi Mulyadi soal Komersialisasi dan Tata Kelola Pendakian
Kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Gede meninggalkan pekerjaan besar yang harus segera dibenahi.

PASUNDANEKSPRES.ID - Kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Gede meninggalkan pekerjaan besar yang harus segera dibenahi. Selama berhari-hari, ratusan warga harus turun tangan untuk berjuang memadamkan kobaran api.

Bagi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kejadian ini tidak sekadar berkaitan dengan upaya memadamkan api. Kebakaran tersebut menjadi peringatan penting agar pengelolaan kawasan pegunungan dapat diperbaiki secara menyeluruh.

Dedi kemudian mendatangi kawasan kaki Gunung Gede Pangrango untuk bertemu dengan masyarakat yang turut terlibat dalam penanganan kebakaran. Tercatat sebanyak 484 orang ikut ambil bagian dalam proses pemadaman dan penanganan api.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memberikan uang lelah kepada warga sesuai dengan durasi keterlibatan mereka dalam menangani kebakaran. Besaran yang diberikan mencapai Rp600.000 untuk setiap hari keterlibatan.

Artinya, warga yang ikut bekerja selama lima hari akan memperoleh Rp3 juta. Sedangkan mereka yang terlibat selama 10 hari mendapatkan Rp6 juta.

Menurut Dedi, pemberian tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan nominal uang. Pemerintah ingin memberikan penghargaan atas pengorbanan warga yang rela meninggalkan pekerjaan serta kehilangan penghasilan demi membantu menjaga kawasan Gunung Gede.

“Ini bukan urusan uangnya. Ini urusan negara hadir dan menghormati pengorbanan masyarakat,” kata Dedi.

Api Berhasil Dipadamkan, Namun Masalah Gunung Masih Berlanjut

Proses penanganan kebakaran memakan waktu lebih dari dua minggu. Dalam menjalankan tugas tersebut, warga harus menempuh perjalanan selama berjam-jam menuju lokasi kebakaran dengan dukungan peralatan yang masih terbatas.

Pada tahap awal penanganan, sejumlah warga bahkan menggunakan peralatan sederhana untuk memukul api sekaligus mencegah kobaran meluas. Kondisi semakin sulit karena akses menuju sumber air tidak mudah dijangkau.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Dedi menilai kawasan pegunungan membutuhkan infrastruktur khusus untuk menghadapi potensi kebakaran.

Ia mengusulkan agar peralatan pemadam disimpan di sejumlah lokasi yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi. Selain itu, jalur pompa serta titik sumber air untuk kondisi darurat juga perlu tersedia sehingga warga tidak perlu berulang kali naik dan turun gunung hanya untuk mengambil peralatan.

“Ke depan tidak boleh turun bolak-balik. Di daerah yang memiliki potensi kebakaran harus ada tempat penyimpanan barang yang bisa digunakan ketika terjadi kebakaran,” ujarnya.

Kejadian tersebut juga mempertegas perlunya sistem mitigasi kebakaran hutan yang lebih terstruktur, khususnya di kawasan jalur pendakian dan wilayah yang memiliki risiko kebakaran tinggi.

Dedi Tegaskan Gunung Gede Bukan untuk Kepentingan Komersial

Sorotan Dedi terhadap Gunung Gede tidak hanya menyangkut persoalan kebakaran. Ia turut mempertanyakan berbagai kegiatan komersial yang berada di kawasan tersebut.

Menurutnya, fungsi utama gunung harus dikembalikan sebagai kawasan alam sekaligus wilayah yang berperan sebagai penyangga kehidupan masyarakat.

“Gunung harus kembali jadi gunung, tidak boleh menjadi lahan komersial,” tegasnya.

Ia juga menaruh perhatian terhadap sejumlah penanda maupun klaim terkait pengelolaan kawasan yang dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut. Di antaranya terdapat kawasan yang dikenal dengan nama Lembah Surya Kencana dan Cibodas Puncak Nirwana.

Dedi meminta pemerintah daerah melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap berbagai aktivitas maupun bentuk pengelolaan yang berlangsung di kawasan tersebut. Sejumlah lokasi yang diduga telah mengalami komersialisasi juga akan diteliti lebih lanjut.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Gunung Gede memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibandingkan hanya bagi masyarakat di sekitar kaki gunung. Kondisi dan kelestarian kawasan tersebut turut berhubungan dengan kehidupan masyarakat serta lingkungan di wilayah sekitarnya.

“Gunung itu bagi saya adalah tempat bernaung warga Tatar Jawa Barat. Harus dijaga dan diriksa,” katanya.

Dedi Minta Aktivitas Pendakian Ditata Lebih Baik

Aktivitas pendakian juga menjadi bagian yang mendapat perhatian Dedi, terutama berkaitan dengan persoalan sampah. Ia mendorong diterapkannya aturan yang lebih tegas agar para pendaki tidak meninggalkan sampah selama berada di kawasan gunung.

Prinsip yang diusulkan cukup sederhana, yakni setiap barang yang dibawa pendaki saat naik harus dibawa kembali ketika turun.

Kebutuhan seperti makanan, air minum, maupun perlengkapan lainnya dianjurkan menggunakan wadah yang bisa dibawa pulang sehingga tidak menambah volume sampah di kawasan konservasi.

Tak hanya sampah, keberadaan fasilitas pendakian juga menjadi perhatian. Dedi menilai biaya atau pungutan yang dikenakan kepada pendaki semestinya diikuti dengan peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan di sepanjang jalur pendakian.

Karena itu, ia meminta pemerintah melakukan pemetaan kebutuhan fasilitas pendakian, termasuk berbagai sarana dasar yang dibutuhkan para pendaki.

Kebakaran Gunung Gede Jadi Momentum Pembenahan

Kebakaran tersebut menunjukkan besarnya kontribusi masyarakat dalam menjaga kawasan Gunung Gede. Warga yang lebih dahulu menemukan titik api turut berperan memberikan informasi sekaligus melakukan penanganan awal sebelum bantuan tambahan datang.

Medan yang sulit, jauhnya sumber air, serta perjalanan menuju titik kebakaran yang dapat memakan waktu berjam-jam membuat keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penanganan.

Setelah kebakaran berhasil dikendalikan, fokus selanjutnya diarahkan pada upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Dedi berharap pengalaman selama penanganan kebakaran dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat ketersediaan peralatan pemadam, memperbaiki akses sumber air, menata jalur pendakian, mengawasi kegiatan komersial, serta mempertahankan kelestarian Gunung Gede.

Bagi masyarakat Jawa Barat, Gunung Gede bukan hanya dikenal sebagai destinasi pendakian. Kawasan tersebut juga memiliki fungsi ekologis yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di wilayah sekitarnya.

Oleh sebab itu, kebakaran yang hampir meluas menjadi peringatan bahwa upaya menjaga gunung tidak boleh baru dilakukan setelah api muncul. Pencegahan, pengelolaan kawasan yang baik, serta keterlibatan masyarakat perlu dibangun sejak awal agar risiko bencana dapat diminimalkan.

Berita Terbaru

Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Lifestyle22 menit lalu
Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Subang1 jam lalu
Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Nasional2 jam lalu
Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Headline9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Nasional11 jam lalu
Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Nasional11 jam lalu
Polisi Tangkap Dua Orang Terduga Penyalahgunaan Narkotika di Subang, 75 Paket Sabu Disita

Polisi Tangkap Dua Orang Terduga Penyalahgunaan Narkotika di Subang, 75 Paket Sabu Disita

Headline13 jam lalu
Cara Aktifkan Fitur Schedule Call WhatsApp, Biar Gak Lupa!

Cara Aktifkan Fitur Schedule Call WhatsApp, Biar Gak Lupa!

Lifestyle15 jam lalu
Sinopsis Drama Korea Final Table, Ahn Hyo Seop jadi Chef

Sinopsis Drama Korea Final Table, Ahn Hyo Seop jadi Chef

Lifestyle16 jam lalu
Apa Saja Makanan Gluten Free? Ini Daftar Pilihan yang Mudah Ditemukan

Apa Saja Makanan Gluten Free? Ini Daftar Pilihan yang Mudah Ditemukan

Lifestyle16 jam lalu