Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kunjungan ke Cirebon, Syaikhu Soroti Persoalan Banjir hingga Tawuran Pelajar

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|21:01 WIB
Bagikan:
Kunjungan ke Cirebon, Syaikhu Soroti Persoalan Banjir hingga Tawuran Pelajar
KUNJUNGAN. Calon Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu saat berkunjung ke salah satu pondok pesantren di Ciwaringin, Kamis (24/10). (FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON )

PASUNDAN EKSPRES -  CIREBON - Calon Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu, menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di Kabupaten Cirebon, mulai dari banjir hingga tawuran pelajar dan fenomena tawuran konten. Menurutnya, ada solusi untuk menuntaskan masalah tersebut. 

Salah satunya adalah melakukan normalisasi sungai. "Banjir itu terjadi karena tidak adanya program normalisasi sungai secara menyeluruh," kata Syaikhu, kepada Radar usai berkunjung ke salah satu pondok pesantren di Ciwaringin, Kamis (24/10).

Presiden PKS itu juga menyadari bahwa banjir yang kerap melanda wilayah utara Provinsi Jawa Barat, seperti Cirebon dan Indramayu. Penyebabnya tidak ada keseriusan dalam pengerukan sungai. 

"Persoalan banjir ini sudah ada sejak lama. Air dari wilayah selatan selalu mengalir ke utara, sungai-sungainya dangkal dan tidak pernah dinormalisasi. Ke depan, kita harus serius menangani hal ini," ungkapnya. 

BACA JUGA:Tingkatkan Indeks Pendidikan di Jabar, ASIH Siap Lanjutkan Program Kobong Kang Aher

Ia mengaku prihatin atas situasi ini. Maka, penanganan banjir menjadi salah satu program prioritas ketika dipercaya masyarakat untuk memimpin Jawa Barat. 

"Berbagai upaya akan kami lakukan, seperti berkoordinasi dengan Kementerian untuk menjadikan normalisasi sungai sebagai prioritas utama," terang Politisi asal Kabupaten Cirebon ini. 

Selain fokus pada wilayah hilir, Syaikhu juga menekankan pentingnya rehabilitasi hulu. Alasannya, banyak lahan di pegunungan yang beralih fungsi. Akibatnya, air hujan langsung mengalir ke utara tanpa penyerapan yang memadai. Termasuk melakukan penghijauan di daerah hulu. "Ini harus menjadi prioritas untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah banjir," paparnya. 

BACA JUGA:Calon Gubernur Jabar ASIH Gelar Sosialisasi Bersama Para Tokoh Penting di Subang

Selain itu, persoalan serius lainnya adalah tawuran pelajar dan tren tawuran konten di kalangan remaja. Peroslaan ini semakin mengkhawatirkan. 

Perlu adanya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua dalam membangun kesadaran moral dan etika di kalangan generasi muda. "Kami perlu merancang program yang lebih efektif dalam pendidikan karakter serta memberikan ruang kreatif yang positif bagi anak muda, sehingga mereka tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif seperti tawuran," katanya.

Ia juga siap mendukung berbagai upaya pemerintah daerah dalam mengatasi masalah ini jika terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat. “Saya berkomitmen untuk membantu Kabupaten Cirebon dalam menangani permasalahan ini dengan kebijakan yang tepat sasaran dan kolaboratif," tuturnya. 

BACA JUGA:Simpul Uu Ruzhanul Ulum Dukung ASIH, Nilai Ahmad Syaikhu Pemimpin Berpengalaman

Selain itu, pihaknya berkomitmen melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh Gubernur sebelumnya, Ahmad Heryawan atau Kang Aher. Terutama yang berkaitan dengan pendidikan di pesantren, yakni program Seribu Kobong dan RKB (Ruang Kelas Baru). 

"Program ini pernah dijalankan di eranya Kang Aher. Program itu pun akan diteruskan dan dikembangkan ketika mendapatkan kepercayaan dari masyarakat di Pilgub November mendatang," imbuhnya. 

Ia menambahkan, pesantren adalah bagian penting dari Jawa Barat, dan pada masa Kang Aher, ada banyak program untuk mendukung pendidikan di pesantren. Saya berkomitmen untuk melanjutkan program tersebut bahkan memperluasnya ke kampus-kampus," tandasnya.

Dia juga menyoroti pentingnya memberikan beasiswa kepada santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. "Banyak santri yang memiliki potensi untuk kuliah, namun terkendala biaya. Ke depan, kita akan memperbanyak beasiswa bagi mereka," pungkasnya. (sam)

Berita Terbaru

Cakades Petahana Desa Rangdu Serahkan Aset Kendaraan Dinas

Cakades Petahana Desa Rangdu Serahkan Aset Kendaraan Dinas

Subang2 jam lalu
Subang Workplace Safety Forum 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Layanan Kecelakaan Kerja

Subang Workplace Safety Forum 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Layanan Kecelakaan Kerja

Subang2 jam lalu
Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Purwakarta3 jam lalu
Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Lifestyle5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Nasional6 jam lalu
Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Lifestyle6 jam lalu
Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle7 jam lalu
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional7 jam lalu
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga7 jam lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional8 jam lalu