MPLS Pancawaluya SMA/SMK Jawa Barat 2026: Jadwal, Materi dan Larangan

PASUNDANEKSPRES.ID - Murid baru jenjang SMA/SMK di Jawa Barat akan melaksanakan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS Pancawaluya 2026 yang dimulai pada 15 Juli 2026.
MPLS merupakan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah yang diikuti peserta didik baru saat memasuki jenjang pendidikan selanjutnya di tahun ajaran baru.
Dinas Pendidikan Jawa Barat memperkenalkan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah pada jenjang SMA/SMK yaitu MPLS Pancawaluya 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar masa pengenalan sekolah, namun untuk membentuk karakter murid dengan mengenal potensi diri, mengenal lingkungan sekolah, teman, guru, serta budaya belajar yang baru.
MPLS Pancawaluya 2026 akan diisi dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk membangun karakter melalui pengalaman belajar yang seru dan bermakna.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berlandaskan pada lima nilai karakter Pancawaluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
Adapun MPLS Pancawaluya menerapkan kegiatan pengenalan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan tanpa adanya praktik perpeloncoan, kekerasan, dan aktivitas yang merugikan/tidak mendidik bagi murid baru.
Simak informasi selengkapnya di bawah ini mengenai serba serbi MPLS Pancawaluya 2026 untuk jenjang SMA/SMK meliputi jadwal, materi, dan larangan selama kegiatan berlangsung.
Jadwal MPLS Pancawaluya 2026
Rangkaian MPLS Pancawaluya 2026 akan dilaksanakan selama lima hari di awal tahun ajaran baru yang dimulai pada 15-17 Juli kemudian dilanjutkan pada 20-21 Juli 2026.
Kegiatan ini wajib diikuti seluruh murid baru kelas X (sepuluh) jenjang SMA/SMK serta murid baru jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB di Jawa Barat.
Berikut jadwal MPLS Pancawaluya 2026 berdasarkan Kalender Pendidikan Disdik Jawa Barat.
- 15-17, 20-21 Juli 2026: Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
- 15 Juli 2026: Hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru 2026/2027
Materi MPLS Pancawaluya 2026
1. Karakter Pancawaluya
Karakter Pancawaluya memuat 5 nilai utama pelajar Jawa Barat yakni:
- Cageur: sehat fisik & mental, mampu mengelola diri.
- Bageur: punya sikap baik, peduli, dan menghargai sesama.
- Bener: jujur, disiplin, berpikir kritis, dan bertanggung jawab.
- Pinter: cerdas, komunikatif, adaptif, dan siap berkolaborasi.
- Singer: kreatif, tangkas, berani mencoba, dan mau berkontribusi.
2. Wawasan Kebangsaan & Bela Negara
Belajar jadi generasi yang cinta Indonesia, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
3. Deep Learning & Profil Pelajar
Belajar dengan cara yang lebih bermakna, sadar, dan menyenangkan melalui:
- Meaningful Learning
- Mindful Learning
- Joyful Learning
Membangun pelajar yang kritis, kreatif, mandiri, komunikatif, sehat, dan mampu bekerja sama.
4. 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Mulai kebiasaan baik dari hal sederhana:
- Bangun pagi
- Beribadah
- Berolahraga
- Makan sehat
- Gemar belajar
- Aktif bermasyarakat
- Istirahat cukup
5. Pendidikan Anti Korupsi
Belajar jadi pelajar berintegritas dengan membiasakan sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli, dan berani melakukan hal yang benar.
6. P4GN (Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika)
Kenali bahaya narkoba dan cara melindungi diri agar tetap sehat, produktif, dan fokus meraih cita-cita.
7. Tata Tertib Lalu Lintas & Keselamatan Berkendara
Pahami aturan lalu lintas, etika berkendara, dan pentingnya menjaga keselamatan diri maupun orang lain.
8. Kecakapan Literasi Digital
Jadi generasi digital yang bijak; cek informasi sebelum percaya, jaga privasi, dan gunakan teknologi untuk hal positif.
9. Pencegahan Perundungan, Intoleransi, dan Kekerasan Seksual
Bangun lingkungan sekolah yang nyaman dengan saling menghargai, menghormati perbedaan, dan berani mencegah kekerasan.
10. Pendidikan Ekologi
Belajar menjaga lingkungan lewat aksi nyata; kurangi sampah, hemat energi, dan mulai gaya hidup ramah lingkungan.
11. Asesmen MPLS Pancawaluya
Bukan buat rangking atau dibandingkan, tapi untuk mengenal karakter dan kebutuhan murid agar proses belajar di sekolah makin tepat dan bermakna.
Larangan dalam MPLS Pancawaluya 2026
1. Tugas Tidak Masuk Akal dan Tidak Relevan
- Semua tugas harus bernilai edukatif dan mengenalkan lingkungan sekolah.
- Tugas yang merendahkan martabat, melanggar hak anak, dan tidak mencerminkan nilai karakter.
2. Aktivitas Mengarah pada Kekerasan
- Kegiatan edukatif tanpa perpeloncoan.
- Hukuman fisik, verbal maupun psikis.
- Bentakan, cacian, ejekan, bullying (perundungan), sentuhan fisik tidak pantas, atau tindakan yang memicu ketidaknyamanan mental/fisik.
3. Kegiatan Tanpa Pengawasan Guru
- Wajib di bawah pengawasan dan pendampingan guru
- Mutlak harus diketahui dan mendapat izin tertulis dari orang tua/wali murid
4. Atribut Tidak Edukatif & Tidak Relevan
Dilarang menggunakan atribut yang mempermalukan, melukai martabat, atau berdampak negatif pada psikologis murid.
Contoh atribut yang DILARANG:
- Tas karung, tas belanja plastik, dsb.
- Kaus kaki warna-warni tidak simetris.
- Aksesoris kepala & alas kaki yang tidak wajar.
- Papan nama berbentuk rumit / berisi konten tidak bermanfaat.
- Atribut lain yang tidak relevan dengan pembelajaran.
Ketentuan Seragam
- Pakaian seragam jenjang sebelumnya
- Pakaian seragam olahraga jenjang sebelumnya
- Tidak memberatkan orang tua/wali murid
(inm)
